infografis landscape panduan wisata Kota Lama Semarang dari lensajalan.com, menampilkan 5 tempat populer: Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Old City 3D Trick Art Museum, Gedung Spiegel, dan Pasar Sentiling beserta info harga tiket masuknya.

Daftar Tempat Wisata di Kota Lama Semarang yang Bisa Kamu Kunjungi

Kali ini Lensa Jalan baru saja menyelesaikan agenda jalan-jalan seru menyusuri kawasan bersejarah paling ikonik di Jawa Tengah, bukan lawang sewu atau hutan Tinjomoyo, tapi Kota Lama Semarang. Saat sampai di sini, suasananya langsung seperti kembali ke abad 19 berkat deretan bangunan kolonial megah yang masih berdiri kokoh dan terawat estetis.

Kawasan bergaya Little Netherlands ini punya sudut-sudut klasik yang super fotogenik sekaligus penuh cerita. Gak cuma menikmati Kota Lama, Lensa Jalan juga mampir ke tempat wisata yang ada di area Kota Lama Seramang. Yuk, simak perjalanan Lensa Jalan!

Tempat Wisata Terbaik di Kota Lama Semarang yang Wajib Dikunjungi

Hampir di setiap sudut jalanan yang dilapisi paving block ini, Lensa Jalan disuguhi arsitektur jendela besar dan pilar tinggi khas Eropa, menjadikannya surga tersendiri bagi para pemburu foto vintage maupun penikmat sejarah.

Lensa Jalan juga menjelajahi lokasi wisata di sekitarnya, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Gereja Blenduk (GPIB Immanuel)

Gereja Blenduk (GPIB Immanuel). foto orang-orang sedang beribadah dalam gereja

Sumber: Bima Aji

Tempat wisata pertama yang langsung kami tuju tentu saja adalah Gereja Blenduk yang beralamat tepat di Jalan Letjen Suprapto No. 32. Untuk masuk dan berfoto di dalam area gereja berkubah tembaga ini, Lensa Jalan dikenakan tarif sumbangan pemeliharaan sukarela sekitar Rp10.000. Jam operasional wisata menyesuaikan jadwal ibadah jemaat, tapi biasanya buka dari pagi hingga sore.

Di dalamnya, kami dibuat takjub oleh arsitektur interior klasik abad ke18, lengkap dengan organ pipa kuno raksasa dan pilar-pilar megah yang membuat suasana di dalam ruangan terasa begitu tenang, sakral, sekaligus megah secara bersamaan.

2. Taman Srigunting

Taman Srigunting. foto area kota lama semarang yang rimbun

Sumber:; EZStudios

Tepat di sebelah Gereja Blenduk, ada Taman Srigunting yang menjadi ruang terbuka hijau sekaligus pusat keramaian di Kota Lama. Alamatnya menyatu di Jalan Letjen Suprapto, dan asyiknya, tempat wisata ini 100% gratis tanpa tiket masuk serta buka selama 24 jam nonstop.

Di dalam taman yang rindang oleh banyaknya pohon ini, Lensa Jalan bisa duduk santai di bangku taman, menyewa sepeda onthel jadul dari komunitas lokal seharga Rp20.000 untuk keliling, atau berfoto dengan latar belakang gedung tua Marba yang eksotis.

3. Old City 3D Trick Art Museum

Old City 3D Trick Art Museum. foto anak kecil sedang berfoto di salah satu area museum

Sumber: Trip

Kalau kamu mencari tempat wisata yang interaktif dan ramah keluarga, Lensa Jalan menyarankan untuk bergeser sedikit ke Jalan Letjen Suprapto No. 26 untuk masuk ke Old City 3D Trick Art Museum. Tempat wisata indoor ini harus bayar tiket masuk sekitar Rp50.000 per orang dan beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Di dalamnya, kami disuguhi lebih dari 100 lukisan dinding tiga dimensi yang menghasilkan efek tipuan mata yang seru, mulai dari tema pemandangan dunia, ikon kota Semarang, hingga ruangan terbalik (upside down) yang pas banget buat seru-seruan berfoto.

4. Gedung Spiegel (Spiegel Bar & Bistro)

Gedung Spiegel (Spiegel Bar & Bistro). Foto bagian dalam cafe yang elegan dan mewah

Sumber: Wai seong Yin

Bagi pecinta kuliner sekaligus arsitektur kuno, Gedung Spiegel yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No. 34 adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Bangunan peninggalan tahun 1895 ini kini dialihfungsikan menjadi restoran dan bar estetik yang beroperasi dari jam 10.00 hingga tengah malam.

Kamu tidak perlu membayar tiket masuk melainkan cukup memesan makanan atau minuman saja. Begitu melangkah ke dalam, Lensa Jalan melihat interior bergaya industrial-klasik dengan langit-langit tinggi, pilar besi kokoh, dan bar kayu mewah, tempat yang sempurna untuk chilling out menikmati mocktail dingin setelah lelah berjalan kaki.

5. Pasar Sentiling (Pasar Klenthik)

Pasar Sentiling (Pasar Klenthik). foto orang-orang sedang ebrjalan-jalan di pasar

Sumber: Tania Hermawan

Bagi kamu yang suka berburu barang-barang antik dan langka, mampirlah ke area Pasar Sentiling atau yang sering disebut warga lokal sebagai Pasar Klenthik, terletak di gang samping Gereja Blenduk. Masuk ke area pasar terbuka ini gratis, dan para pedagang biasanya menggelar lapaknya dari pagi pukul 09.00 sampai sekitar pukul 18.00 WIB.

Di dalam pasar ini, tim Lensa Jalan menemukan surga benda kuno seperti uang koin kuno, kamera analog jadul, piringan hitam, mesin tik tua, hingga pajangan retro yang bisa kamu beli sebagai buah tangan unik atau sekadar dijadikan properti foto estetis.

Harga Tiket Masuk Kota Lama Semarang: Gratis atau Bayar?

Kabar gembira buat kamu yang mau liburan hemat, karena untuk masuk dan mengeksplorasi kawasan luar ruangan Kota Lama Semarang ini sama sekali gratis alias Rp0. Lensa Jalan bebas berjalan kaki menyusuri jalanan klasiknya tanpa dipungut biaya tiket sepeser pun di gerbang utama.

Namun, kamu perlu menyiapkan uang tunai kecil untuk tarif parkir kendaraan, sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil, serta tiket masuk mandiri jika kamu berniat masuk ke dalam beberapa destinasi berbayar di kawasannya, seperti ke dalam museum kontemporer Old City 3D Trick Art Museum atau saat menyewa sepeda onthel.

Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Kota Lama

Aktivitas utama yang kami lakukan sepanjang hari di sini tentu saja adalah hunting foto aesthetic berlatar bangunan kolonial, karena setiap sudutnya benar-benar instagenic. Selain berfoto, tim Lensa Jalan juga sempat menyewa sepeda onthel jadul lengkap dengan topi klasiknya untuk keliling area tanpa lelah, lalu duduk santai menikmati semilir angin di Taman Srigunting sambil melihat seniman jalanan.

Saat malam mulai merayap, aktivitas paling seru adalah café hopping atau nongkrong cantik di cafe-cafe estetik bernuansa kolonial seperti Spiegel Bar & Bistro untuk menikmati secangkir kopi hangat di tengah gemerlap lampu kota yang romantis. Jangan lupa untuk beli oleh-oleh khas Semarang ya.

Jam Operasional dan Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Kawasan wisata luar ruangan Kota Lama Semarang sebenarnya terbuka untuk umum selama 24 jam nonstop setiap hari, namun jam operasional toko, cafe, dan museum di dalamnya rata-rata buka dari jam 09.00 hingga 22.00 WIB. Berdasarkan pengalaman Lensa Jalan di lapangan, waktu terbaik untuk datang ke sini adalah di sore hari mulai pukul 15.30 WIB ketika matahari sudah tidak terlalu terik sehingga kamu nyaman berjalan kaki, atau sekalian malam hari.

Kuliner Khas di Sekitar Kota Lama

Perjalanan Lensa Jalan rasanya belum lengkap kalau belum mengisi perut, dan untungnya di sekitar kawasan ini bertabur kuliner legendaris yang menggugah selera. Kami sempat berjalan sedikit ke arah pinggiran kawasan untuk mencicipi Lumpia Gang Lombok yang terkenal dengan isian rebung manis gurihnya, serta menyantap Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang aromanya sangat menggoda iman. Jika kamu lebih suka suasana modern yang tetap mempertahankan vibes tempo dulu, mampir ke retro cafe di dalam kawasan untuk menikmati es kopi susu atau gelato lokal bisa jadi pilihan sempurna untuk melepas dahaga setelah lelah berjalan.

Seru banget, kan, kilas balik perjalanan Lensa Jalan menyusuri lorong waktu di “Little Netherlands”nya Semarang ini? Sekarang giliran kamu yang merencanakan liburan, menyiapkan outfit retro terbaikmu, dan langsung berangkat ke sini bareng teman-teman , pasangan, atau bahkan membawa keluargamu, karena ini bisa jadi wisata ramah anak.

Jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan fasilitas umum di sana selama berkunjung, ya. Punya spot foto rahasia atau cafe favorit yang belum kami sebutkan di atas? Coba tulis rekomendasimu di kolom komentar di bawah, yuk kita saling berbagi!

FAQ

1. Di mana lokasi tepatnya Kota Lama Semarang dan bagaimana akses ke sana?

Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Aksesnya sangat mudah karena letaknya persis di tengah kota dan hanya berjarak sekitar 500 meter atau jalan kaki 5 menit dari Stasiun Semarang Tawang.

2. Apakah area Kota Lama Semarang ramah untuk pejalan kaki?

Ya, sangat ramah! Pemerintah kota sudah merevitalisasi kawasan ini dengan jalur pedestrian atau trotoar yang sangat lebar, bersih, dan bebas dari kendaraan bermotor di beberapa titik inti, sehingga kamu bisa berjalan kaki dengan sangat nyaman dan aman.

3. Fasilitas umum apa saja yang tersedia dalam kawasan Kota Lama?

Fasilitasnya sudah sangat lengkap dan terawat dengan baik. Di sepanjang area, kamu akan dengan mudah menemukan toilet umum yang bersih, bangku-bangku taman untuk beristirahat, tempat sampah, area parkir terpusat, papan informasi sejarah, hingga pusat informasi turis.

About the author

Dulunya suka travelling backpacker, sekrang suka liburan bersama keluarga

Leave a Reply

Proceed Booking