Ubud adalah destinasi wisata yang paling dicari oleh traveler yang ingin merasakan Bali dari sisi budaya dan seninya. Terletak di tengah pulau Bali, kawasan ini menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dari kawasan seminyak dan Kuta.
Selama liburan di Ubud, Lensa Jalan dan keluarga mengakui tempat ini cocok buat kamu yang ingin ke Bali, tapi bosan dengan area yang itu-itu saja. Dari galeri seni hingga sawah hijau, setiap sudut Ubud menceritakan kisah budaya Bali yang kaya.
Menjelajahi Seni dan Galeri di Ubud

Sumber: Scoot Nguyen
Ubud dikenal sebagai pusat seni Bali dengan berbagai museum dan galeri seni tersebar di seluruh kota. Cocok banget buat kamu yang suka seni, dan untuk liburan bersama anak-anak, karena bisa menambah wawasan mereka.
Museum Puri Lukisan
Museum Puri Lukisan punya koleksi lengkap seni tradisional Bali, dari lukisan klasik sampai karya kontemporer. Di koridor bangunan museum ini, arsitektur yang dirancang dengan indah langsung memikat perhatian Lensa Jalan. Setiap ruangan dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang bakal kamu kenang selamanya. Ada juga pemandu wisata lokal yang siap menjelaskan cerita di balik setiap karya seni.
Galeri Neka dan ARTspace
Selain Museum Puri Lukisan, kamu juga bisa mengunjungi Galeri Neka yang menampilkan karya seni kontemporer dari seniman lokal berbakat. ARTspace adalah tempat alternatif yang lebih modern dan interaktif, cocok untuk kamu yang ingin melihat seni dalam perspektif yang berbeda.
Pemandangan Alam: Terasering Sawah di Ubud

Sumber: Yoyonk Ketut
Tidak lengkap rasanya kalau ke Ubud tanpa melihat dan menikmati keindahan terasering sawah yang ikonik. Landscape bertingkat ini bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga mencerminkan sistem pertanian yang baik dan tetap menjaga alam.
Tegallalang Rice Terraces
Tegallalang adalah terasering sawah paling terkenal di Ubud dengan pemandangan yang luar biasa. Kamu bisa berjalan langsung di antara persawahan, merasakan udara sejuk pegunungan, dan mengambil foto-foto menakjubkan. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah pagi hari ketika cahaya matahari mulai menerangi area persawahan, atau sore hari menjelang matahari terbenam.
Ceking dan Pengubengan
Selain Tegallalang, ada beberapa daerah terasering sawah lainnya seperti Ceking dan Pengubengan yang lebih sepi dari wisatawan. Di sini suasananya lebih tenang dan autentik, daerah-daerah ini adalah pilihan yang bagus, khususnya buat kamu yang inin mencari lokasi wisata di ubud yang anti mainstream.
Berinteraksi dengan Satwa Liar: Monkey Forest dan Sanctuary

Sumber: Fredrick Jose
Ubud Monkey Forest adalah salah satu atraksi paling di minati oleh wisatawan. Lokasi ini adalah hutan yang dilindungi dan menjadi rumah bagi ratusan monyet ekor panjang Bali.
Sacred Monkey Forest Sanctuary
Di Sacred Monkey Forest, kamu bisa berjalan-jalan di antara pohon-pohon rindang sambil mengamati tingkah laku monyet dalam habitat alami mereka. Ada beberapa aturan penting yang harus dipatuhi, seperti tidak membawa makanan atau benda berkilau yang bisa menarik perhatian monyet. Candi-candi bersejarah juga tersebar di dalam hutan ini, bisa sekaligus menambah nilai spiritual dan budaya.
Tips Berkunjung dengan Aman
Bawa pemandu lokal kalau ini kali pertama kamu berkunjung. Jangan mengarahkan pandangan mata terlalu lama ke monyet, karena mereka bisa menganggap ini sebagai ancaman. Simpan barang berharga kamu dengan aman di tas yang tertutup rapat.
Keseninan Tradisional: Kampung Kerajinan di Ubud
Ubud juga punya beberapa desa yang mengkhususkan diri dalam kerajinan tradisional. Berkunjung ke tempat-tempat ini bisa memberikan kamu kesempatan untuk melihat langsung bagaimana produk kerajinan Bali dibuat, dari awal hingga akhir.
Batubulan: Pengrajin Batu
Di Batubulan, kamu bisa melihat pengrajin batu yang bekerja dengan teliti menciptakan patung dan ornamen batu. Banyak toko kerajinan yang siap menjual hasil karya mereka dengan harga yang cukup kompetitif.
Mas: Pengrajin Kayu
Desa Mas terkenal dengan pengrajin kayu yang menghasilkan patung dan furnitur kayu berkualitas tinggi. Jangan ragu untuk bertanya kepada pengrajin tentang teknik dan filosofi di balik setiap karya mereka.
Gianyar dan Celuk: Perak dan Emas
Kalau kamu suka dengan perhiasan homemade, desa Celuk adalah tempat yang tepat. Pengrajin di sini ahli dalam membuat perhiasan perak dan emas dengan desain tradisional maupun modern.
Pertunjukan Budaya dan Seni
Ubud ada berbagai pertunjukan budaya sepanjang tahun yang menampilkan tari tradisional Bali, musik, dan drama rakyat. Pertunjukan ini adalah cara terbaik untuk memahami dan menghargai warisan budaya Bali lebih dalam.
Tari Barong dan Legong
Tari Barong adalah pertunjukan ikonik yang menampilkan cerita mitologi Bali dengan gerakan spektakuler. Tari Legong adalah bentuk seni tari yang lebih lembut dan elegan, biasanya ditarikan oleh penari perempuan muda. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan ini di berbagai tempat pertunjukan di Ubud, terutama di Palace dan Peliatan village.
Pertunjukan Malam di Istana Ubud
Istana Ubud (Puri Saren Ubud) biasanya menyelenggarakan pertunjukan tari dan musik pada malam hari. Suasana yang intim dan design yang mewah membuat pengalaman ini sangat berkesan.
Kuliner Ubud: Cita Rasa Lokal dan Internasional

Ubud tidak hanya menawarkan pengalaman seni dan alam, tetapi juga destinasi kuliner yang menarik. Dari makanan tradisional Bali sampai makanan internasional.
Masakan Tradisional Bali
Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba masakan tradisional Bali seperti babi guling, bebek betutu, sate lilit, dan lawar. Banyak warung lokal yang menyajikan masakan autentik dengan harga terjangkau. Restoran tradisional seperti Warung Bodag Maliah dan Warung Pulau Kelapa adalah tempat yang bagus untuk merasakan cita rasa otentik.
Kafe Internasional dan Fusion
Di Ubud tidak susah untuk menemukan kafe dan restoran modern yang menyajikan makanan internasional dan fusion cuisine. Area sekitar Jalan Hanoman dan Jalan Raya Ubud penuh dengan pilihan kafe yang cozy dan Instagram worthy. Kamu bisa menemukan cafe estetik yang memadukan makanan sehat dengan interior menarik.
Warung Kopi dan Street Food
Untuk pengalaman yang lebih lokal dan budget friendly, jelajahi warung-warung kopi tradisional dan street food di pasar Ubud. Kopi Bali yang nikmat dan makanan ringan tradisional bisa kamu nikmati dengan harga yang sangat murah.
Tips Praktis Berkunjung ke Ubud
Berikut beberapa tips yang akan membuat itinerarymu ke Ubud lebih lancar dan menyenangkan:
- Waktu Terbaik untuk Berkunjung: April hingga Oktober adalah musim kemarau dan waktu terbaik untuk berkunjung. Cuaca cerah dan peluang hujan lebih kecil.
- Transportasi: Gunakan motor rental atau taksi online untuk berkeliling Ubud. Jalan-jalan di Ubud cukup ramai, jadi pertimbangkan untuk tidak mengemudi sendiri jika belum terbiasa.
- Waktu Kunjungan: Datang ke atraksi populer seperti Monkey Forest dan Tegallalang pagi hari untuk menghindari keramaian turis.
- Berpakaian: Kenakan pakaian yang sopan ketika berkunjung ke tempat ibadah seperti candi dan pura. Untuk tempat-tempat wisata umum, pakaian casual sudah cukup.
- Uang dan Pembayaran: Bawa uang tunai dalam jumlah cukup, karena tidak semua tempat menerima pembayaran non tunai. ATM tersedia di pusat Ubud.
- Durasi Kunjungan: 2-3 hari adalah durasi ideal untuk menjelajahi Ubud dengan santai.
Kesimpulan
Ubud adalah lokasi wisata di Bali yang cocok buat pecinta seni dan budaya. Baik kamu datang untuk mencari inspirasi seni, ingin relaksasi di tengah alam, atau sekadar ingin memahami budaya Bali yang kaya, Ubud punya semuanya.
Supaya pengalamanmu di Ubud benar-benar maksimal, luangkan waktu yang cukup untuk menikmati setiap aspek dari kota ini. Jangan hanya terburu-buru mengejar event, tetapi cobalah berinteraksi dengan masyarakat lokal dan rasakan energi yang khas dari Ubud.
FAQ
Idealnya, 2 sampai 3 hari cukup untuk menjelajahi atraksi utama Ubud dengan santai. Tapi, kalau ingin pengalaman yang lebih mendalam, 4 sampai 5 hari akan memberikan waktu untuk menjelajahi desa-desa kerajinan, mengikuti kelas seni, dan benar-benar merasakan budaya lokal tanpa terburu-buru.
Ya, Ubud adalah destinasi yang relatif aman untuk traveler solo, terutama jika kamu perempuan. Masyarakat lokal ramah dan banyak fasilitas wisata yang mendukung solo travelers. Tapi tidak ada salahanya kalau lebih waspada, seperti tidak membawa barang berharga yang mencolok dan menghindari area terpencil pada malam hari.
Budget sangat tergantung pada gaya liburanmu. Untuk budget traveler, sekitar Rp 600.000 – Rp 1.000.000 per hari sudah cukup (termasuk akomodasi budget, makanan lokal, dan atraksi wisata). Untuk mid-range, sekitar Rp 1.500.000 – Rp 2.500.000 per hari bisa membuat liburanmu lebih santai dan nyaman
Sacred Monkey Forest Sanctuary, Tegallalang Rice Terraces, Museum Puri Lukisan, dan Istana Ubud untuk pertunjukan budaya. Jangan lupa juga mengunjungi kampung kerajinan seperti Mas dan Celuk untuk pengalaman yang lebih autentik.
Dari Bandara Internasional Ngurah Rai (Denpasar), kamu bisa naik taksi, menggunakan layanan ride-sharing seperti Grab, atau menyewa mobil dengan sopirnya sekaligus. Waktu perjalanan sekitar 1.5 – 2 jam tergantung kondisi lalu lintas. Opsi lain adalah menggunakan layanan shuttle bus yang lebih ekonomis tetapi memakan waktu lebih lama.
