1.820.3345.33 Contact@TravelTourWP.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

6 Tempat Main Anak di Ubud Paling Seru & Ramah Edukasi (Update 2026)

keluarga yang membawa anak ke tempat main anak yang edukatif dan seru di ubud bali

Tempat main anak di Ubud bukan cuma sekedar playground dengan mainan plastik dan di dalam ruangan sempit. Disini ada banyak atraksi dan tempat yang menghubungkan anak dengan alam. Tidak disangka bukan, Ubud yang awalnya dikena dengan surga kuliner dan ketenangan, ternyata juga ramah anak.

Mengapa Ubud Cocok untuk Liburan Ramah Anak?

Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), stimulasi motorik kasar di alam terbuka sangat krusial bagi tumbuh kembang anak usia 2-12 tahun. Nah, tempat main anak di Ubud menawarkan playground alami, yang berinteraksi langsung dengan alam.

Dan ini 6 daftar tempat main anak di Ubud versi Lensa Jalan:

1. Sacred Monkey Forest Sanctuary

Sumber: Youtube @monkeyforestubud-official

Tempat main anak di Ubud yang pertama Lensa Jalan rekomendasikan adalah Sacred Monkey Forest Sanctuary.

Banyak orang ragu mengajak anak ke Sacred Monkey Forest Sanctuary karena khawatir dengan keusilan monyetnya. Namun, berdasarkan pengalaman Lensa Jalan saat kesini, tempat ini justru menjadi destinasi paling membekas bagi anak. 

Saat Lensa Jalan masuk, kami merasakan suhu udara turun beberapa derajat. Lensa Jalan disambut oleh kanopi pohon beringin raksasa yang akarnya menjuntai hingga ke dasar jurang. Suasananya tenang namun hidup oleh suara kicauan burung dan teriakan monyet. Bagi anak-anak, berjalan di jembatan naga yang membelah sungai kecil di bawahnya akan membuat mereka merasa seperti sedang berpetualang di film Indiana Jones.

Banyak yang mengira tempat ini hanya taman monyet biasa. Faktanya, Sacred Monkey Forest adalah kawasan konservasi dan spiritual, di dalamnya ada

  1. Tiga Pura Suci

Terdapat Pura Dalem Agung, Pura Beji, dan Pura Prajapati. Meski kita tidak bisa masuk ke dalam area sembahyang, arsitektur ukiran batunya sangat memukau untuk edukasi visual anak.

  1. Jembatan Naga & Sungai

Area ini paling instagenic dan memberikan kesan petualangan yang kuat bagi anak-anak.

  1. Hutan Konservasi

Terdapat lebih dari 115 spesies pohon yang berbeda. Kamu bisa mengajak anak membaca papan informasi edukatif di sepanjang jalur.

  1. Area Patung Komodo

Dekat sungai, ada area dengan patung-patung komodo yang sering kali dianggap naga oleh anak-anak.

Perlu dicatat, tidak ada playground konvensional di sini, seperti perosotan atau ayunan. Area permainannya adalah eksplorasi motorik.

Anak-anak akan belajar cara berjalan yang tenang dan mengamati perilaku hewan secara langsung. Lensa Jalan melihat sendiri bagaimana anakku belajar empati saat melihat induk monyet menyusui bayinya. 

Jalur di sini sudah sangat rapi menggunakan semen dan kayu, sehingga cukup aman untuk anak yang baru belajar jalan, namun tetap harus dalam pengawasan penuh agar tidak mendekati area pinggiran jurang yang hanya dibatasi pagar rendah.

Tips Aman ala Lensa Jalan

Supaya kamu tetap nyaman, ingat aturan emas yang sudah Lensa Jalan terapkan kemarin:

  • Kosongkan Kantong

Jangan bawa makanan atau botol plastik yang terlihat. Monyet di sini sangat pintar mendeteksi suara plastik.

  • Kontak Mata

Ajarkan anak untuk tidak menatap mata monyet terlalu lama atau tertawa lebar, karena bagi mereka itu adalah tanda tantangan.

  • Tetap di Jalur

Jangan mencoba masuk ke semak-semak.

Informasi Sacred Money Forest

Dewasa (Domestik): Rp80.000 (Weekdays) dan Rp100.000 (Weekend). 

Anak (Domestik 3-12 tahun): Rp60.000 (Weekdays) dan  Rp80.000 (Weekend). 

2. Bali Bird Park 

Sumber: Youtube @Mobifot

Banyak yang bertanya, “Apakah worth it jauh-jauh ke Singapadu?” Buat Lensa Jaan sangat worth it. Bahkan jika dibandingkan dengan kebun binatang besar lainnya di Bali, Bali Bird Park punya vibe yang lebih intim dan terkurasi.

Disini kamu akan merasa seolah berpindah ke hutan hujan Amazon atau Papua. Suasananya rimbun, lembap segar, dan penuh dengan kicauan burung yang sahut-menyahut. Jalurnya sangat tertata rapi dengan paving block yang ramah stroller, sesuatu yang jarang ditemukan di destinasi wisata alam Bali lainnya.

Taman ini dibagi menjadi beberapa zona geografis yang sangat membantu edukasi anak, yaitu:

  1. Zona Papua & Jawa

Melihat langsung Burung Cendrawasih yang langka. Keindahannya gak perlu diragukan lagi. Anak Lensa Jalan sampai minta berfoto bersama.

  1. The Komodo Experience

Ya, ada Komodo di sini! Biasanya ada jadwal feeding time yang sangat seru untuk ditonton dari jarak aman.

  1. Basic Instinct Show

Pertunjukan burung pemangsa, yaitu elang dan burung hantu yang terbang rendah tepat di atas kepala penonton. Adrenalinnya dapet banget!

  1. Guyu-Guyu Corner

Ini adalah area wajib untuk foto. Kamu bisa meminta petugas untuk meletakkan burung kakatua atau makau di bahu anakmu.

Selain itu, di Bali Bird Park, “area main” anak adalah interaksi sensorik. Tidak ada perosotan besi, tapi ada:

  • Area Memberi Makan (Feeding)

Anak-anak bisa memberi makan burung Lory dengan nektar cair. Merasakan kaki kecil burung hinggap di tangan adalah pengalaman sensorik yang luar biasa bagi balita.

  • Teater 4D

Ruangan ber AC yang memutar film animasi tentang burung. Sangat cocok untuk tempat istirahat sejenak saat cuaca Ubud mulai panas.

  • Playground Outdoor

Dekat area restoran, terdapat area bermain kecil dengan ayunan dan panjatan yang cukup untuk melepas energi ekstra si kecil.

Tips Lensa Jalan di Bali Bird Park

Berdasarkan pengalaman Lensa Jalan, datanglah tepat pukul 10.00 WITA. Kamu bisa langsung menonton Bali Rain Forest Show jam 10.30, lalu lanjut ke Basic Instinct jam 11.30.

Setelah itu, kamu bisa makan siang di Bali Starling Restaurant yang ada di dalam area taman sambil melihat burung merak berkeliaran di sekitar meja makan.

Informasi Bali Bird Park

3. Titi Batu Ubud Club

Sumber: Youtube @BALITRAVELER-hx3rf

Ingat rasanya saat anak-anak bosan melihat sawah dan mulai rewel ingin main air atau lari-larian. Saat itulah Lensa Jalan menemukan Titi Batu Ubud Club. Terletak di area Mas, Ubud, tempat ini bukan sekadar gym atau kolam renang biasa.

Setelah menghabiskan waktu hening saat Nyepi tahun lalu, Lensa Jalan membawa anak-anak ke sini untuk “melepas energi” yang terpendam. Hasilnya? Mereka tidur nyenyak di mobil saat perjalanan pulang!

Berbeda dengan beach club di Kuta yang bising, Titi Batu punya suasana yang jauh lebih santai dan inklusif. Suasananya seperti resor mewah tapi dengan fasilitas olahraga yang sangat lengkap. 

Menurut Lensa Jalan, ini adalah alasan mengapa Titi Batu wajib kamu kunjungi bersama keluarga:

  1. Kolam Renang Anak & Dewasa

Ada kolam khusus anak yang dangkal dengan air yang bersih. Untuk orang tua, ada kolam arus 25 meter.

  1. Skate Park

Ini yang paling unik! Jika anakmu sudah agak besar, sekitar 7 tahun ke atas, mereka bisa mencoba bermain skateboard atau sepatu roda di sini.

  1. Indoor Playground

Area bermain dalam ruangan yang dilengkapi AC, perosotan, dan bola-bola. Sangat menyelamatkan saat tiba-tiba hujan turun di Ubud.

  1. Trampolin

Area trampolin besar yang selalu jadi rebutan anak-anak.

  1. Sauna & Steam Room

Sementara anak-anak dijaga oleh pasangan atau diawasi petugas di area bermain, kamu bisa me time sejenak di sini.

Area permainannya dibagi menjadi Outdoor dan Indoor:

  • Outdoor, berfokus pada fisik, seperti climbing wall kecil, trampolin, dan kolam renang.
  • Indoor, berfokus pada kenyamanan. Karpetnya empuk dan mainannya cukup variatif untuk balita.

Oh ya, berdasarkan pantauan Lensa Jalan, area kolam renang tidak selalu dijaga oleh lifeguard di setiap sudut secara ketat, jadi pastikan kamu tetap mendampingi anak saat mereka bermain air.

Tips Lensa Jalan Saat Ke Titi Batu Ubud Club

Titi Batu sering mengadakan kelas khusus anak seperti kelas tari, bela diri, atau seni pada hari-hari tertentu. Pastikan cek papan pengumuman di lobi saat kamu masuk.

Informasi Operasional Titi Batu Ubud Club

4. Pondok Pekak Library & Learning Center

Sumber: Youtube @Pondokpekak

Banyak turis melewatkan tempat ini karena lokasinya yang agak nyempil di dekat Lapangan Ubud. Padahal, menurut Lensa Jalan, Pondok Pekak Library adalah permata tersembunyi. Saat kesana suasana tenang Ubud masih sangat terasa. Anak-anak yang biasanya tidak bisa diam, mendadak fokus selama dua jam hanya untuk belajar menari Bali.

Jika kamu ingin menjauhkan anak dari gadget dan mengenalkan mereka pada budaya lokal secara autentik, inilah tempatnya.

Suasananya saat masuk, kamu akan disambut deretan rak buku tua dan aroma dupa yang menenangkan. Bangunannya bergaya tradisional Bali dengan banyak area terbuka. Tidak ada suara musik EDM yang keras, yang ada hanyalah suara dentuman gamelan dari kejauhan atau suara anak-anak lain yang sedang tertawa sambil melukis.

Di Pondok Pekak kamu bisa menikmati fasilitas berikut:

  1. Perpustakaan Buku Anak

Koleksi bukunya multibahasa (Indonesia, Inggris, Jerman, dll). Sangat cocok untuk chill sore hari sambil membaca dongeng.

  1. Workshop Seni

Ini adalah menu utamanya. Anak-anak bisa belajar menari Bali, memahat sabun dan kayu, membuat canang, dan bermain gamelan. Semuanya akan didampingi oleh instruktur lokal yang tentunya sudah profesional.

  1. Taman Kecil

Area terbuka untuk anak duduk lesehan sambil berinteraksi dengan anak-anak lokal dan ekspatriat.

Tips Lensa Jalan di Pekak Library

Ambil kelas sekitar jam 15.00. Cahaya matahari yang masuk ke sela-sela bangunan sangat cantik untuk difoto, dan udaranya sudah mulai sejuk. Setelah selesai, kamu tinggal jalan kaki ke Lapangan Ubud untuk melihat anak-anak sekitar bermain bola.

Informasi Operasional Pekak Library

Gratis (Namun sangat disarankan untuk memberikan donasi sukarela demi perawatan buku).

  • Biaya Workshop

Mulai dari Rp100.000 – Rp250.000 per kelas (Durasi sekitar 1-2 jam, sudah termasuk bahan).

  • Keanggotaan Perpustakaan

Kamu bisa meminjam buku untuk dibawa ke hotel dengan deposit kecil sekitar Rp50.000 – Rp100.000.

5. Mason Elephant Park & Lodge 

Sumber: Youtube @patrikfusko

Banyak orang tua ragu mengajak anak ke taman gajah karena isu kesejahteraan hewan. Namun, Mason Elephant Park di Taro adalah satu-satunya di Bali yang mendapatkan akreditasi emas dari Asian Captive Elephant Standards. 

Melalui pengalaman Lensa Jalan membawa anak kesana, ini dia situasinya.

Lokasinya berada di dataran tinggi Taro (utara Ubud), suasananya sangat berbeda dengan pusat kota. Udara di sini sangat sejuk dan sering berkabut tipis di pagi hari. Taman seluas 3,5 hektar ini dirancang seperti hutan tropis yang sangat rapi. Kamu tidak akan mencium bau tidak sedap karena kebersihan di sini dijaga secara obsesif.

Fasilitasnya sangat premium, membuat harga tiketnya terasa sebanding dengan pengalaman yang didapat, ini yang ada di dalamnya:

  1. Museum Gajah

Satu-satunya di dunia yang memiliki kerangka gajah purba atau Mammoth. Ini adalah pembuka yang bagus untuk edukasi sejarah anak.

  1. Area Feeding 

Anak-anak bisa membeli keranjang berisi buah-buahan dan memberikannya langsung ke belalai gajah.

  1. Elephant Bathing

Kamu bisa melihat gajah-gajah mandi di danau buatan yang sangat bersih.

  1. Galeri Seni Gajah

Melihat hasil karya lukisan yang dibuat oleh gajah-gajah di sini. Hasil penjualannya digunakan untuk konservasi.

  1. Restoran dengan View Taman

Kamu bisa makan siang sambil melihat gajah-gajah berlalu lalang di kejauhan.

Tidak ada playground plastik di sini, karena seluruh taman adalah area belajar. Anak-anak diajarkan cara menyentuh gajah dengan lembut. Belalai gajah yang berambut kasar memberikan stimulasi sensorik yang unik bagi balita.

Jalur pejalan kaki dibuat sangat aman dengan pagar pembatas yang estetik. Staf selalu mendampingi di setiap titik interaksi.

Tips dari Lensa Jalan untuk ke Mason Elephant Park

Berdasarkan pengalaman Lensa Jalan tahun lalu, suhu di Taro bisa turun cukup drastis, apalagi jika kamu datang saat pagi hari atau sore setelah hujan. Pastikan anak-anak memakai jaket tipis agar mereka tetap nyaman saat berkeliling taman.

Informasi Operasional Mason Elephant Park

  • Alamat: Jalan Elephant Safari Park Banjar Desa Taro Tegallalang, Jl. Taman Gajah, Taro, Kec. Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali 80561
  • Jam Operasional: Buka setiap hari, dari jam 10.00 – 17.00 WITA.
  • Harga Tiket: Kamu bisa cek di OTA Mason Elephant Park, kurang lebihnya mulai dari Rp 135.000.

6. Setia Darma House of Mask and Puppets

Sumber: Youtube @RTWSetiaDarma

Setia Darma House punya area yang luas. Disini anak bisa berlarian dengan bebas tanpa rasa khawatir, namun tetap mendapatkan asupan budaya.

Berlokasi di Banjar Tengkulak, tidak jauh dari pusat Ubud, tempat ini menyimpan koleksi ribuan topeng dan boneka wayang dari seluruh penjuru dunia.

Suasananya sangat tenang dan sangat “Bali Selatan”. Terdiri dari beberapa rumah tradisional, Joglo dan Limasan yang didatangkan langsung dari Jawa. Kamu bisa melihatnya tersebar di tengah taman rumput hijau yang sangat terawat.

Angin sepoi-sepoi dan pemandangan sawah di sekitarnya membuat tempat ini cocok untuk healing bagi orang tua selagi anak mengeksplorasi area luar.

Lebih dari 7.000 topeng dan boneka ada di sini, tapi berikut adalah highlight untuk anak-anak:

  1. Rumah Wayang

Koleksi wayang kulit dan wayang golek dari berbagai daerah di Indonesia yang dipajang dengan sangat artistik.

  1. Topeng Internasional

Anak-anak bisa melihat topeng-topeng unik dari Afrika, Jepang, hingga Eropa. Ini adalah cara bagus mengenalkan keberagaman dunia.

  1. Taman Rumput Raksasa

Area terbuka yang sangat luas. Di sini anak-anak bebas berlarian tanpa takut menabrak barang pecah belah.

  1. Amfiteater

Terkadang digunakan untuk pertunjukan seni. Jika sedang kosong, anak-anak sering menjadikannya tempat bermain peran.

Keunggulan utama tempat ini adalah keamanannya. Areanya tertutup dan tidak langsung berbatasan dengan jalan raya, anak-anak bisa mengeksplorasi antar Joglo dengan aman.

Kamu bisa ajak anak mengamati detail ukiran kayu pada rumah-rumah Joglo. Ini adalah stimulasi visual yang sangat baik.

Informasi Operasional Setia Darma House of Mask and Puppet

  • Alamat: Jl. Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08.00 – 16.00 WITA.
  • Harga Tiket: Tidak ada harga tiket tetap, namun kamu sangat disarankan memberikan donasi di kotak yang tersedia untuk biaya pemeliharaan koleksi dan taman. Biasanya turis memberikan Rp30.000 – Rp50.000 per orang.

Tips Liburan Ramah Anak di Ubud ala Lensa Jalan

Berdasarkan pengalaman Lensa Jalan, jangan pernah jadwalkan lebih dari dua lokasi dalam sehari. Kontur Ubud yang berbukit bisa membuat anak cepat lelah. Gunakan pakaian berbahan katun dan selalu siapkan insect repellent alami.

FAQ 

Q: Apakah trotoar di Ubud ramah untuk stroller? 

Jujur saja, belum semua. Di pusat Ubud (Jalan Raya Ubud), trotoar cukup tinggi dan sering ada lubang drainase. Aku menyarankan menggunakan baby carrier jika ingin menyusuri jalanan utama. Namun, di dalam destinasi seperti Bali Bird Park, stroller sangat aman digunakan.

Q: Bagaimana dengan fasilitas ruang laktasi di atraksi wisata?

Mengacu pada standar Kabupaten Layak Anak, beberapa tempat besar seperti Bali Bird Park dan Titi Batu sudah menyediakan area privat. Untuk tempat yang lebih kecil, biasanya staf sangat membantu menyediakan ruangan jika kamu meminta dengan sopan.

Q: Kapan waktu terbaik mengunjungi Ubud agar tidak terlalu ramai untuk anak?

Datanglah saat weekdays di jam buka pertama (pukul 09.00). Hindari jam 13.00-15.00 karena suhu udara Bali sedang di puncaknya, yang bisa membuat anak rewel.

Sudah siap ke Ubud? Share umur anakmu disini, dan Lensa Jalan bisa bantu carikan lokasi wisata yang cocok buat anak kamu!

About the author

Dulunya suka travelling backpacker, sekrang suka liburan bersama keluarga

Leave a Reply

Proceed Booking