Ubud bukan sekadar pusat seni, tapi juga surganya tempat makan enak dan sehat. Setelah tahun lalu Lensa Jalan merasakan serunya  Nyepi di Bali seharian, besoknya langsung dong melanjutkan langkah kaki dengan berwisata kuliner.Â
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, kunjungan wisatawan ke Ubud meningkat 15% pada kuartal pertama tahun ini, dengan sektor kuliner menjadi daya tarik utama setelah wisata alam. Jadi, gak diragukan lagi kan betapa banyak makanan enak di Ubud?
Berikut adalah panduan mendalam hasil kurasi langsung Lensa Jalan saat berkeliling Ubud.

1. Bebek Tepi Sawah
Sumber: Youtube @JalanYukGaes
Disini Lensa Jalan paling suka duduk di area gazebo paling ujung. Bukan tanpa alasan, tempat ini memberikan Lensa Jalan pemandangan hamparan sawah hijau dengan semilir angin Ubud yang sejuk.
Tentu tanpa pikir panjang, Lensa Jalan memesan menu andalannya, Tepi Sawah Crispy Duck.
Begitu piring datang, aromanya langsung menggoda. Bebek gorengnya punya warna cokelat keemasan yang cantik. Ada seporsi nasi putih hangat, sayur kacang panjang atau lawar, dan tiga jenis sambal andalan, yaitu Sambal Matah, Sambal Goreng, dan Sambal Embe.
Kulitnya sangat renyah sampai ada bunyi kriuk yang renyah di telinga, tapi daging di dalamnya tetap lembut dan tidak berminyak. Rahasianya ada di bumbu rempah yang meresap sampai ke tulang. Favorit Lensa Jalan adalah mencampur daging bebek dengan Sambal Matah yang segar. Perpaduan pedas, asam, dan gurihnya pecah di mulut!
Detail Operasional Bebek Tepi Sawah
- Alamat: banjar teges Jl. Raya Teges, Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
- Waktu operasional: Setiap hari, dari jam 10.00 – 22.00
- Harga:
2. Sun Sun Warung

Tempat makan enak di Ubud selanjutnya menurut Lensa Jalan adalah, Sun Sun Warung. Disini kamu akan diminta melepas alas kaki. Ini bukan cuma aturan, tapi bentuk penghormatan karena resto ini menyatu dengan area pura keluarga Bali. Arsitekturnya penuh ukiran batu paras yang megah namun tetap terasa hangat. Lensa Jalan memilih duduk lesehan di area belakang yang dikelilingi tanaman hijau. Rasanya bukan seperti turis, tapi seperti tamu terhormat di rumah kawan lama.
Lensa Jalan memesan menu andalan mereka, yaitu Nasi Campur Spesial.
Disajikan di atas nampan kayu dengan alas daun pisang yang ditata sangat rapi. Ada nasi putih di tengah, dikelilingi oleh sate lilit, ayam sisit, sayur urap, telur pindang, dan kerupuk kulit babi yang garing.
Sate lilitnya punya tekstur yang lembut dengan aroma serai yang kuat. Tapi yang paling juara adalah sambal embe nya. Rasa bawang goreng dan cabainya menyatu sempurna dengan bumbu base genep pada ayamnya. Gurih, pedas, dan segar secara bersamaan!
Untuk minuman, Lensa Jalan memesan Lemongrass Tea dingin yang sangat menyegarkan tenggorokan setelah menyantap makanan kaya rempah.
Karena setiap hidangan dimasak fresh saat dipesan, kamu perlu sedikit bersabar menunggu, sekitar 15 sampai 20 menit.
Detail Operasional Sun Sun Warung
- Alamat: Jl. Jembawan No.2, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
- Waktu Operasional: Setiap hari, dari jam 11.00 – 22.00
- Harga: Rp60.000 – Rp150.000
3. Clear Cafe
Sumber: Youtube @yannkimplay4765
Masuk ke Clear Cafe itu seperti masuk ke dimensi lain. Begitu kamu melepas alas kaki di pintu depan yang berbentuk bundar ikonik, kamu langsung disambut aroma esensial oil yang menenangkan dan suara gemericik air.
Interiornya didominasi kayu, tanaman hijau, dan kolam ikan koi yang membelah area resto. Saya memilih duduk di lantai dua dengan area lesehan beralas bantal empuk. Dari sini, Lensa Jalan bisa melihat aktivitas staf yang sangat rapi dan ramah. Vibe nya sangat cocok buat kamu yang ingin baca buku atau sekadar bengong menatap taman dalam ruangan yang asri.
Lensa Jalan memesan salah satu menu favorit mereka, yaitu Dragon Fruit Smoothie Bowl dan Grilled Tun.
Smoothie bowl nya datang dengan gradasi warna ungu menyala, dihias sangat presisi dengan potongan pisang, stroberi, granola, dan kelapa serut. Terlihat sangat segar!
Rasanya dingin, segar, dan tidak ada rasa manis buatan yang berlebihan. Tekstur smoothie nya kental. Untuk tunanya, dimasak dengan tingkat kematangan medium rare yang sempurna, lembut di dalam, gurih di luar. Saus nya pun gurih karena dibumbui dengan herbs yang ringan.
Untuk minuman, Lensa Jalan mencoba Cashew Milk Latte. Susu kacang metenya dibuat sendiri, memberikan tekstur creamy yang unik dan berbeda dari susu sapi biasa.
Detail Operasional Clear Cafe
- Alamat: Jl. Hanoman No.8, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
- Waktu operasional: Setiap hari, dari jam 08.00 – 22.00
- Harga: Rp30.000 – Rp85.000 bisa cek disini.
4. Babi Guling Ibu Oka

Terletak tepat di jantung Ubud, berseberangan dengan Puri Saren, tempat makan enak ini adalah magnet bagi siapa pun yang mencari cita rasa autentik Bali. Meskipun sekarang sudah memiliki beberapa cabang, Lensa Jalan tetap memilih lokasi ikoniknya di Jalan Suweta untuk mendapatkan vibe Ubud yang kental.
Disini kamu akan disambut dengan pemandangan babi guling utuh yang baru saja matang. Suasananya semi terbuka, riuh dengan percakapan wisatawan dari berbagai belahan dunia, dan staf yang bergerak cekatan.
Lensa Jalan memesan Paket Spesial, karena Lensa Jalan tidak mau melewatkan satu pun komponen penting dari hidangan ini.
Isi hidangannya terdiri dari nasi putih, potongan daging babi yang empuk, sosis babi, lawar, dan tentu saja, kepingan kulit babi berwarna coklat mengkilap.
Suapan pertama selalu bikin paham kenapa tempat ini tidak pernah sepi. Kulit babinya sangat renyah, tipis, dan gurihnya meresap. Dagingnya juicy karena dimasak lambat dengan bumbu base genep yang kaya rempah. Ada sedikit tendangan rasa pedas yang membuat kamu tidak bisa berhenti menyuap.
Detail Operasional Babi Guling Ibu Oka
- Alamat: Jl. Suweta No.1, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
- Waktu operasional: Setiap hari, dari jam 11.00 – 19.00
- Harga: Rp75.000 – Rp100.000
5. The Sayan House

Sumber: The Sayan House
The Sayan House merupakan tempat makan enak selanjutnya, yang merupakan perpaduan unik antara kultur Jepang dan Amerika Latin yang dibalut dengan keramahan Bali. Masuk kesini, Lensa Jalan langsung merasa seperti berada di sebuah resor pribadi yang mewah namun tetap terasa homey.
Lensa Jalan sengaja melakukan reservasi untuk jam 17.15 WITA. Kenapa? Karena momen matahari terbenam di sini adalah juara dunia. Restoran ini bertengger tepat di tepi tebing yang menghadap langsung ke lembah Sungai Ayung yang hijau pekat. Begitu lampu-lampu gantung mulai menyala temaram dan langit berubah menjadi jingga keunguan, suasananya berubah menjadi sangat romantis dan tenang.
Konsep makanannya adalah Nikkei Cuisine. Lensa Jalan memesan Babi Guling Sushi Roll dan Guacamole dengan Kerupuk Kulit.
Presentasinya sangat modern dan berkelas. Sushi roll-nya ditata cantik dengan topping bumbu khas Bali di atas nasi sushi yang pulen.
Saat menyantapnya, Lensa Jalan tidak menyangka rasa babi guling yang kaya rempah bisa menyatu begitu mulus dengan konsep sushi. Ada tekstur renyah dari kulit babi di dalamnya, beradu dengan lembutnya nasi dan creamynya saus spesial mereka. Untuk makanan utamanya, dagingnya dimasak dengan teknik presisi, menghasilkan tekstur yang sangat lembut.
Untuk minuman, Lensa Jalan merekomendasikan cocktail atau mocktail buah segar mereka untuk menemani momen sunset. Rasanya ringan dan sangat menyeimbangkan rasa makanan yang gurih.
Detail Operasional The Sayan House
- Alamat: Jl. Raya Sayan No.70, Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
- Waktu operasional: Setiap hari, dari jam 08.00 – 22.00
- Harga:Â
Berapa Budget Makan di Ubud?
Berdasarkan survei harga rata-rata, tempat makan enak di warung lokal berkisar antara Rp25.000 – Rp50.000. Sedangkan di restoran kelas menengah hingga fine dining, siapkan budget Rp150.000 – Rp500.000 per orang.
Transportasi Menuju Lokasi
Jalanan di pusat Ubud cenderung sempit dan macet. Lensa Jalan sangat menyarankan kamu menggunakan motor atau jasa ojek online. Jika membawa mobil, pastikan resto tersebut memiliki lahan parkir, karena parkir liar di bahu jalan Ubud sering terkena penertiban.
Mengenal Istilah Kuliner di Bali
Base Genep
Jika di Jawa kita mengenal bumbu kuning, di Bali ada Base Genep. Secara harfiah, “genep” berarti lengkap atau genap. Bumbu ini adalah fondasi utama hampir seluruh masakan autentik Bali.
Isiannya adalah campuran kompleks dari 15 jenis rempah, termasuk lengkuas, kencur, jahe, kunyit, cabai, kemiri, hingga terasi.
Base Genep menggunakan filosofi “papat” (empat), yaitu empat kelompok rempah yang melambangkan empat arah mata angin. Inilah yang membuat aromanya sangat kuat dan mampu menghilangkan bau amis pada daging bebek atau babi.
Sambel Embe
Berbeda dengan Sambal Matah yang menggunakan bahan mentah, Sambal Embe (sering disebut Sambal Mbe) adalah primadona bagi pencinta bawang goreng.
Cara membuatnya, bawang merah diiris tipis lalu digoreng setengah matang, dicampur dengan potongan cabai dan terasi yang juga digoreng.
Rasanya cenderung gurih pedas dengan aroma smoky dari terasi bakar. Sambal ini adalah pelengkap sempurna yang memberikan tekstur renyah di atas nasi hangatmu.
Lawar
Jangan terkecoh tampilannya, Lawar bukan sekadar urap atau salad biasa. Ini adalah masakan yang memerlukan ketelitian tingkat tinggi dalam mencincang bahannya.
Isiannya merupakan campuran sayuran (biasanya kacang panjang atau nangka muda), kelapa parut, dan daging cincang yang diaduk rata dengan Base Genep.
Saat Lensa Jalan mencicipinya di Sun Sun Warung kemarin, rasa lawarnya sangat segar dengan tekstur crunchy dari kacang panjang dan gurih dari kelapa. Ada dua jenis lawar, yaitu Lawar Putih dan Lawar Merah.
Lawar merah menggunakan campuran darah segar untuk rasa yang lebih bold.
FAQ
1. Apa makanan khas Ubud yang wajib dicoba?
Bebek Betutu dan Nasi Ayam Kedewatan adalah dua ikon kuliner Ubud yang wajib kamu coba karena penggunaan bumbu rempah Bali yang sangat kuat.
2. Apakah ada tempat makan halal di Ubud?
Banyak! Meski Bali mayoritas Hindu, banyak resto seperti Bebek Tepi Sawah, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, dan berbagai cafe internasional yang menyediakan menu halal (no pork, no lard).
3. Jam berapa biasanya restoran di Ubud tutup?
Sebagian besar cafe dan resto di pusat Ubud tutup pada pukul 22.00 WITA. Namun, beberapa bar atau tempat makan di area Jalan Gootama mungkin buka sedikit lebih lama.
Ubud adalah destinasi di mana rasa bertemu dengan estetika. Dari pengalaman saya Nyepi tahun lalu, kuliner Ubud adalah cara terbaik untuk merayakan kehidupan. Pastikan kamu mencoba salah satu dari rekomendasi di atas untuk mendapatkan pengalaman otentik.
Lensa Jalan akan terus memberikan panduan perjalanan jujur berdasarkan pengalaman nyata. Sampai jumpa di meja makan Ubud!
