Pernah gak kamu merasa liburan ke Bali belum sah kalau belum makan sepiring nasi campur babi yang bumbunya meresap sampai ke tulang? Bagi Lensa Jalan, kuliner ini adalah hal wajib kalau pergi ke pulau Dewata ini. Jadi, saya sudah mencoba beberapa depot nasi babi, dari yang viral sampai yang masuk dalam gang atas saran warga setempat.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, sektor kuliner menyumbang kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Nasi campur babi bukan sekadar makanan, tapi merupakan entitas budaya.
Nah, dan berikut adalah 3 tempat yang menurut pengalaman Lensa Jalan memiliki standard rasa paling konsisten.
1. Warung Nasi Babi Guling Ibu Oka (Ubud)

Siapa yang gak tau tempat ini? Lensa Jalan mengunjungi Nasi Babi Guling Ibu Oka yang ada di cabang Ubud. Saat masuk aromanya langsung menyambut hidung. Suasananya sangat kental dengan nuansa tradisional Bali, terbuka, dan sedikit ramai, tipikal warung legendaris.
Lensa Jalan memesan paket Spesial. Penampilannya sangat menggugah selera dengan kulit babi yang coklat mengkilap. Saat digigit, suara kriuknya pecah di mulut! Daging babi nya empuk, dan yang paling juara adalah base genep atau bumbu khas Bali pedasnya wow.
Warung nasi Ibu Oka punya beberapa cabang, Lensa Jalan datang yang beralamat di Jalan Tegalsari No 2, Ubud. Buka setiap hari dari jam 11.00 – 18.00, biasanya kulit babi akan habis diatas jam makan siang.
2. Warung Babi Guling Pak Malen (Seminyak)

Nah, misalkan kamu lagi di area selatan dan malas macet-macetan ke Ubud, Pak Malen adalah bisa kamu datangi. Tempatnya lebih modern dan bersih dibandingkan warung tradisional lainnya.
Disini Lensa Jalan memesan satu porsi Nasi Campur Pisah. Penampilan makanannya lebih rapi dan memang sengaja diatur. Rasanya lebih “nendang” dari sisi pedas dan gurih. Sate lilitnya lembut dengan aroma kelapa yang kuat. Kuah komoh atau sup babi terasa sangat kaya rempah, dan memberikan sensasi hangat di tenggorokan.
Saran dari Lensa Jalan, kalau kamu bawa kendaraan sendiri siap-siap susah dapat parkir ya. Kami tetap pakai mobil, dan memang harus super sabar sih. Kalau mau menghindari, lebih baik pakai transportasi umum atau sepeda motor.
Warung Babi Guling Pak Malen yang Lensa Jalan kunjungi berada di jalan Sunset Road nomor 554. Buka setiap hari, dari jam 08.30 – 18.00. Kamu bisa cek dulu menu dan harganya dibawah ini.
3. Nasi Campur Babi Men Weti (Sanur)

Sumber: Instagram @menwenti_sanur
Berbeda dengan dua di atas, Men Weti menyajikan nasi campur yang punya “nuansa” pantai. Lensa Jalan rela bangun pagi-pagi sekali hanya untuk antre di sini. Suasananya sangat santai karena dekat dengan Pantai Sindhu.
Paling ikonik di sini adalah campuran sayur urap dan betutu babi nya. Penampilannya penuh dengan lauk melimpah sampai nasinya gak kelihatan. Ada tekstur garing dari kacang goreng dan kulit babi yang dipotong kecil-kecil. Rasanya cenderung lebih gurih dan segar, gak seberat babi guling murni.
Enaknya, disini kamu bisa sekaligus jalan-jalan di pantai. Tapi sayangnya, kebanyakan jam 12 siang mereka sudah sold out.
Nasi Campur Babi Men Weti yang Lensa Jalan kunjungi terletak di jalan Segara Ayu Sanur. Bukanya setiap hari dari jam 07.00 – 13.00.
FAQ
- Apakah nasi campur babi di Bali semuanya pedas?
Rata-rata memiliki cita rasa pedas karena penggunaan base genep. Namun, di tempat seperti Ibu Oka, tingkat pedasnya masih bisa ditoleransi oleh lidah yang tidak terlalu suka pedas.
- Berapa harga rata-rata satu porsi?
Harganya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp70.000, tergantung lokasi dan paket lauk yang kamu pilih.
- Mana yang paling cocok untuk sarapan?
Nasi Campur Men Weti di Sanur adalah pilihan terbaik untuk sarapan karena buka paling pagi dan porsinya memberikan energi maksimal.
Bagaimana? Sudah terbayang kan betapa nikmatnya sajian ini di lidahmu? Jadi kapan kamu ke Bali?
