Ke Bali gak cuma wajib makan Nasi Campur Babi, tapi wajib juga menikmati sunset. Nah, banyak orang bilang, kalau belum ke Pura Luhur Uluwatu, kamu belum melihat sunset Bali yang sesungguhnya. Tapi jujur saja, setelah bertahun-tahun menjelajahi tiap jengkal Pulau Dewata, Lensa Jalan justru menemukan magis yang sebenarnya di tempat-tempat yang jarang tersentuh radar turis massal.
Kalau ada yang menyarankan berdesakan di Beach Club hits untuk menikmati sunset yang indah, Lensa Jalan akan mengajak kamu ke titik-titik di mana suara ombak jauh lebih keras daripada dentuman musik DJ.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat, yang artinya spot mainstream akan semakin sesak. Inilah saatnya kamu melirik lokasi underrated yang saya temukan sendiri.
1. Pantai Karang Beach – Sanur
Sumber: Youtube @WisataAlamBali
Selama ini, Sanur selalu identik dengan sunrise. Tapi karena info dari teman, kali ini Lensa Jalan mau menjelajahi sunset di Pantai Karang Sanur. Tempat ini adalah salah satu spot sunset underrated paling keren yang pernah saya kunjungi.
Di sini, kamu gak perlu berebut tempat duduk atau terganggu dentuman musik. Berdasarkan data kunjungan dari Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Sanur kini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan. Bisa bayangkan suasananya kan ya?
Saat Lensa Jalan melangkah ke pasirnya yang putih dan halus, suasananya sangat kontras dengan keramaian tengah kota Bali . Airnya sangat tenang. Keunikan utama Pantai Karang adalah adanya dua gazebo kembar yang menjorok ke tengah laut. Estetik dan ikonik, gak sedikit orang yang memanfaatkannya untuk berfoto.
Saat sore tiba, sekitar jam 17.45 WITA, matahari memang gak tenggelam tepat di garis cakrawala laut karena posisi Sanur di timur. Tapi, langit di atas Pantai Karang akan berubah menjadi gradasi warna pastel, pink, ungu, dan oranye yang memantul sempurna di permukaan air laut yang dangkal. Rasanya seperti melihat lukisan hidup secara live.
Jangan lupa untuk membeli cemilan khas, lumpia panas dengan saus tauco sambil menunggu langit berubah warna. Ini adalah kegiatan wajib kalau ke pantai Bali.
2. Bukit Asah – Bugbug

Sumber: Instagram @bukitasahbali
Tempat menikmati sunset berikutnya yang underrated versi Lensa Jalan adalah Bukit Asah di Desa Bugbug. Ini bisa jadi alternatif kalau kamu bosan dengan sunset yang gitu-gitu aja di pinggir pantai. Cukup berjalan ke arah Karangasem, dan kamu akan menemukan sebuah tempat bernama Bukit Asah, Desa Bugbug.
Berdasarkan pemetaan geografis, Bukit Asah menawarkan sudut pandang elevasi yang unik. Berbeda dengan tebing Uluwatu yang gersang, Bukit Asah merupakan hamparan rumput hijau yang menjorok ke Samudera Hindia. Inilah alasan mengapa tempat ini menjadi favorit Lensa Jalan saat ingin melarikan diri dari polusi suara kota.
Lensa Jalan mencoba berdiri di tepi tebing Bukit Asah, sembari melihat ke bawah, ombak menghantam karang dengan suara yang menggelegar. Sementara di depan mata, Pulau Kaus (pulau kecil berbentuk paus) berdiri kokoh di tengah laut.
Saat sore hari, suasana disini sangat romantis. Lokasinya yang tinggi, membuat kamu bisa melihat matahari terbenam dengan cakrawala yang sangat luas. Langitnya seringkali berubah menjadi warna merah membara (burning sky). Lingkungannya sangat bersih dan udaranya jauh lebih segar karena minim kendaraan.
Lensa Jalan juga mau kasih rahasia baut kamu, kalau kamu jalan sedikit menjauh dari area parkir menuju sisi selatan tebing. Di sana ada bangku-bangku kayu menghadap laut yang sangat pas untuk foto deep talk bareng pasangan.
Saran dari Lensa Jalan, usahakan sampai disini maksimal jam 17.00 WITA. Perjalanan menuju puncak bukit cukup berkelok, jadi kamu butuh waktu untuk parkir dan mencari posisi duduk ternyaman.
3. Pantai Seseh – Canggu
Sumber: Youtube @balistory1945
Nah, buat kamu yang tinggal di Canggu dan malas pergi jauh namun masih mau menikmati sunset dengan tenang, coba main ke Pantai Seseh. Cuma berjarak sekitar 10 sampai 15 menit dari pusat keramaian, pantai ini menawarkan suasana Bali yang masih asli.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Desa Seseh ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata yang mempertahankan konsep agraris dan religius. Itulah mengapa, saat kamu ke sini, kamu gak akan melihat gedung tinggi, melainkan hamparan sawah hijau yang berbatasan langsung dengan bibir pantai.
Lensa Jalan sering menyebut Pantai Seseh sebagai tempat “pulang”. Setiap ke sini rasanya selalu sama, menenangkan. Lingkungannya didominasi oleh pasir hitam yang berkilau terkena cahaya matahari, pemandangan ini gak dimiliki pantai berpasir putih.
Satu hal yang paling Lensa Jalan sukai adalah saat matahari mulai turun, yaitu sekitar jam 18.00 WITA. Kamu bisa melihat anak-anak asli Bali bermain bola di pasir, nelayan yang baru menepi, dan anjing-anjing pantai yang berlarian bebas. gak ada kursi malas berbayar mahal, yang ada hanyalah kamu, alam, dan suara ombak yang murni.
Tips dari Lensa Jalan kalau kamu kesini, pakai Google Maps dan pilih rute yang melewati persawahan Desa Munggu. Cahaya sore yang jatuh di padi akan jadi pembuka golden hour yang pastinya meninggalkan kesan hangat.
Lokasinya juga terbuka tanpa banyak bangunan, jadi angin sore di Seseh cukup kencang kalau dibandingkan dengan Pantai Batu Bolong atau Berawa. Bawa kain tipis atau jaket supaya gak masuk angin ya.
4. Pantai Pererenan

Sumber: Indonesia Travel
Kalau dari kalian ada yang tanya “Di mana tempat sunset yang masih punya vibe ekspatriat tapi nggak seberisik Pantai Berawa?” Jawabnya tentu Pantai Pererenan.
Berdasarkan data tren dari Google Mobility Report dan pengamatan industri pariwisata Bali 2026, Pererenan telah bertransformasi menjadi kawasan Quiet Luxury. Di sini, kamu tetap mendapatkan kemewahan fasilitas seperti di Canggu, tapi dengan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah.
Setiap kali saya ke Pererenan, Lensa Jalan punya ritual khusus. Bukan duduk cantik di kafe, tapi berjalan menuju struktur batu pemecah ombak atau groin yang menjorok ke laut.
Suasananya sangat sophisticated. Kamu bisa melihat para peselancar profesional menangkap ombak terakhir sebelum matahari tenggelam. Saat cahaya oranye mulai memudar menjadi ungu, patung Gajah Mina yang ikonik di pinggir pantai seolah memberikan perlindungan spiritual pada senja itu. Lingkungannya sangat bersih dan tertata, berkat kesadaran komunitas lokal dan ekspatriat yang tinggal di sini.
Salah satu daya tarik unik di Pererenan adalah aktivitas berkuda. Kamu bisa melihat atau mencoba tur berkuda, sembari menyusuri bibir pantai saat matahari terbenam, pemandangan yang sangat Instagrammable.
Tabel Perbandingan Spot Sunset Bali 2026
Untuk memudahkan kamu memilih berdasarkan mood, berikut tabel ringkasnya:

Tips Rahasia Berburu Sunset di Bali ala Lensa Jalan
Berdasarkan data meteorologi dari BMKG Wilayah III Denpasar, puncak musim kemarau adalah Juni – Agustus. Ini adalah waktu terbaik karena langit cenderung bersih tanpa awan mendung. Tapi, kalau kamu datang pas musim hujan, sunset setelah hujan gak kalah cantik. Bahkan seringkali menghasilkan warna burning sky (merah membara) yang paling epik.
Dan kalau kamu ke area sunset yang terletak di area Pura, baiknya menggunakan pakaian sopan yang tertutup ya.
FAQ (People Also Ask)
- Di mana tempat melihat sunset terbaik di Bali yang gratis?
Hampir semua pantai di pesisir barat dan selatan Bali seperti Pantai Seseh, Pererenan, dan Kelan bisa diakses gratis. Kamu cuma perlu membayar parkir sekitar Rp2.000 – Rp5.000 saja.
- Jam berapa matahari terbenam di Bali?
Matahari terbenam di Bali rata-rata di jam 18.15 WITA. Namun, disarankan sudah berada di lokasi sejak pukul 17.30 WITA untuk mendapatkan momen golden hour.
- Apakah ke Pantai Jimbaran harus makan di restoran untuk lihat sunset?
Gak harus. Kamu bisa duduk di area pasir mana saja secara gratis. Namun, jika ingin duduk di kursi meja, biasanya kamu harus memesan makanan atau minuman di kafe tersebut.
- Mana yang lebih bagus, sunset di Bali Utara atau Bali Selatan
Bali Selatan (Uluwatu, Jimbaran) menawarkan sunset dengan latar tebing dan ombak besar. Bali Utara (Lovina, Pemuteran) menawarkan sunset yang lebih tenang dengan air laut yang datar seperti danau.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu punya spot rahasia lain yang belum Lensa Jalan sebutkan? Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman perjalananmu!
