Banyak yang bilang “Belum ke Bali kalau belum ke Kuta”, namun menurut Lensa Jalan, kamu belum benar-benar healing kalau belum menginjakkan kaki di pasir hitam Lovina.
Lensa Jalan awalnya kalau ke Bali selalu menginjak kaki ke Kuta dan Seminyak. Tapi sejak memaksakan diri ke Lovina yang terletak di Bali Utara, pandangan Lensa Jalan langsung berubah. Lovina bukan sekadar tempat melihat lumba-lumba. Ini adalah bentuk kebebasan dari kemacetan Canggu dan kebisingan Seminyak.
Jadi kali ini, Lensa Jalan mau bagikan 5 alasan kenapa Lovina wajib masuk daftar liburan kamu tahun ini, berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Interaksi Langsung dengan Lumba-Lumba di Habitat Asli
Sumber: youtube @Ulfidavies
Di Lovina Lensa Jalan bisa melihat ribuan lumba-lumba jenis Spinner dan Bottle nose, melompat bebas saat matahari terbit. Berdasarkan data pengamatan aktivitas wisata bahari, waktu terbaik adalah saat jam 06.00 hingga 08.00 WITA. Rasanya luar biasa saat perahu yang Lensa Jalan sewa dikelilingi kawanan mamalia cerdas ini.
Bukan cuma lumba-lumbanya yang bikin merinding, tapi momen saat matahari muncul dari balik perbukitan Bedugul sementara perahu Lensa Jalan seperti membelah air laut yang tenang, sungguh pengalaman yang ingin diulang.
2. Snorkeling “The Hidden Gem” di Lovina Reef
Sumber: Youtube @BaliCustomTour
Nah ini alasan selanjutnya, Lensa Jalan gak langsung pulang setelah melihat lumba-lumba. Lensa Jalan kemudian minta nelayan untuk berhenti di spot snorkeling. Terumbu karang di Lovina sangat terjaga. Airnya jauh lebih tenang dibandingkan Bali Selatan, sehingga aman buat Lensa Jalan yang belum jago olahraga air ini, bahkan buat anak-anak.
Saat Lensa Jalan turun ke air, Lensa Jalan langsung disambut oleh hamparan coral dan ikan warna-warni yang sangat dekat dengan permukaan. Dan gak perlu menyelam yang terlalu dalam untuk bisa melihat keindahan bawah laut ini.
Karena itulah, Lensa Jalan mau jadikan ini alasan untuk kembali lagi ke sini saat liburan ke Bali selanjutnya.
3. Biaya Liburan yang Jauh Lebih Terjangkau
Data dari survei pariwisata lokal menunjukkan indeks harga di Bali Utara bisa 30-40% lebih murah dibanding Bali Selatan. Di Lovina, Lensa Jalan bisa mendapatkan resort tepi pantai dengan harga yang sama dengan hotel di gang sempit daerah Legian.
4. Keajaiban Pasir Hitam Vulkanik yang Eksotis
Berdasarkan data geologi, warna hitam pekat pada pasir Lovina berasal dari mineral magnetit dan silika akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung di masa lampau. Ini adalah debu bintang bumi yang kaya akan mineral. Saat Lensa Jalan menggenggamnya seperti sedang memegang sejarah panjang pembentukan Pulau Bali.
Bukan sekadar cerita rakyat, banyak warga lokal dan wisatawan mancanegara percaya bahwa pasir hitam ini memiliki khasiat kesehatan. Karena warnanya yang gelap, pasir ini menyerap panas matahari lebih maksimal. Berendam atau menimbun kaki di pasir Lovina saat pagi hari dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah dan meredakan pegal-pegal.
Lensa Jalan iseng membawa magnet kecil ke bibir pantai. Lensa Jalan melihat sendiri bagaimana butiran pasir menempel karena kandungan mineral besinya yang tinggi!
5. Dekat dengan Wisata Air Panas Banjar
Sumber: Youtube @ExploreEdge-en
Alasan terakhir adalah, karena Lovina ini hanya berjarak 15 menit dari wisata air panas banjar. Saat kesini, Lensa Jalan mencoba berendam di salah satu kolamnya yang hangat. Sungguh membuat rileks dan menenangkan badan. Pengalaman yang beda sekali daripada mencoba menjelajahi Kuta dan Seminyak seperti sebelumnya.
Berdasarkan catatan sejarah, pemandian ini sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Airnya mengandung belerang yang sangat bagus untuk kesehatan kulit.
Tips Rahasia dari Lensa Jalan (Berdasarkan Pengalaman)
Kalau kamu mau foto lumba-lumba tanpa terganggu puluhan perahu lain, cobalah berangkat lebih awal pukul 05.30 WITA. Minta nelayan untuk menuju ke arah barat lebih jauh dari kerumunan. Di sana, lumba-lumbanya jauh lebih berani muncul ke permukaan.
Dan Lovina sangat ramah anak, jadi kamu bisa jadikan destinasi liburan bersama keluarga.
FAQ
1. Kapan waktu terbaik mengunjungi Lovina?
Waktu terbaik adalah saat musim kemarau, antara Mei hingga September. Pada bulan-bulan ini, laut sangat tenang sehingga kemungkinan melihat lumba-lumba mencapai 95%.
2. Berapa biaya sewa perahu untuk melihat lumba-lumba?
Harga rata-rata berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang. Pastikan kamu memesan melalui operator resmi atau hotel untuk jaminan asuransi dan standar keselamatan.
3. Berapa lama perjalanan dari Denpasar ke Lovina?
Perjalanan darat memakan waktu sekitar 3 jam melalui Bedugul. Saya sarankan berangkat tengah malam jika ingin mengejar matahari terbit, atau menginap satu malam sebelumnya.
4. Apakah aman snorkeling di Lovina?
Sangat aman. Arus di pantai utara Bali relatif tenang dibandingkan pantai selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Jadi Apakah Lovina Layak Dikunjungi?
Jika kamu mencari kedamaian, koneksi dengan alam, dan ingin melihat sisi Bali yang lebih alam tanpa keramaian seperti di Kota, jawabannya adalah Ya. Lovina bukan sekadar destinasi, tapi sebuah pengalaman emosional yang akan membuat Lensa Jalan ingin kembali lagi.
Sudah siap berangkat ke Lovina?