Liburan ke Pulau Dewata rasanya gak lengkap tanpa membawa pulang “buah tangan”. Namun ternyata, mencari tempat oleh-oleh di Bali yang harganya jujur dan barangnya berkualitas itu gampang – gampang susah.
Gampang karena memang banyak bertebaran, susah karena gak semua tempat lengkap dan punya harga yang masuk akal dan sesuai kepribadian kita masing – masing. Ada yang cocok untuk kamu yang suka tawar-menawar, ada juga yang pas buat kamu yang anti ribet dan cari kenyamanan ber AC.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, sektor kerajinan tangan dan kuliner lokal menyumbang angka signifikan pada ekonomi kreatif Bali. Jadi, belanja oleh – oleh bukan cuma soal gaya, tapi juga bantu UMKM lokal!
Berikut adalah panduan lengkap hasil blusukan Lensa Jalan di Bali.
Tempat Oleh-Oleh Bali Modern (Supermarket)
Ini untuk kamu yang gak punya banyak waktu dan ingin tempat yang nyaman, gerai modern adalah solusinya.
1. Krisna Oleh-Oleh Bali
Sumber: Youtube @KrisnaOlehOlehBali05
Siapa sih yang gak tau tempat oleh – oleh ikoniknya pulau dewata? Ya, Krisna memang sudah terkenal terutama di kalangan turis. Nilai plusnya adalah mereka punya banyak cabang, sehingga bisa menjangkau dimanapun kamu berada. Beberapa cabang bahkan ada yang buka 24 jam, jadi buat kamu yang cuma transit, atau mau puas – puasin dulu jalan – jalan di Bali Krisna sangat cocok dijadikan pilihan utama.
Saat Lensa Jalan kesana, kesan pertama yang dirasakan adalah nyaman dan terorganisir. Berbeda dengan pasar tradisional yang terkadang panas dan harus pintar menawar, Krisna menawarkan suasana yang adem karena ber AC dan tata letak barang yang sangat rapi. Semua produk dikelompokkan berdasarkan kategori, ada area makanan, area pakaian, hingga area kerajinan tangan, sehingga gak perlu bingung mencari barang.
Dan ini barang yang Lensa Jalan rekomendasikan kalau mau cari oleh – oleh di Krisna:
- Pie Susu Ajik
- Kacang Disco dan Kacang Matahari
- Kaos Barong dan Daster Bali
- Produk Spa Bali
Tempat ini cocok untuk wisatawan yang datang membawa keluarga, karena tempatnya nyaman, bahkan untuk anak – anak. Cocok juga untuk kamu yang anti ribet, males tawar menawar dan ingin langsung dapat fixed price.
2. Erlangga 2
Sumber: Youtube @Baliwisatatravel
Berbeda dengan Krisna yang sangat masif dan sibuk, suasana di Erlangga 2 terasa lebih tenang dan intim. Ruangannya tetap luas dan bersih, namun hiruk pikuknya tidak terlalu padat.
Lensa Jalan sangat menyukai penataan barangnya yang artistik. Di sini, nuansa seni Balinya terasa lebih kental. Pelayanannya pun sangat ramah. Staf di sana gak segan membantu membungkuskan barang pecah belah dengan aman agar aman saat masuk bagasi pesawat.
Nah, disini Lensa Jalan mau kasih rekomendasi barang yang bisa kamu beli buat oleh – oleh:
- Kain Pantai dan Sarung Bali
- Kerajinan Kayu dan Dekorasi Rumah
- Pia Legong dan Kopi Bali
- Aksesoris Manik – Manik
Erlangga 2 cocok buat kamu yang suka dekorasi rumah. Banyak hiasan interior yang murah dan estetik dengan harga terjangkau. Cocok juga bagi yang gak suka keramaian sampai berdesakan. Sama seperti di Krisna, Erlangga punya sistem fixed price.
3. The Keranjang Bali
Sumber: Youtube @TheKeranjangBali
Tempat selanjutnya yang menjadi saingan Krisna adalah The Keranjang Bali. Kalau kamu sering ke Bali pasti gak asing sama gedung dengan bentuk keranjang yang berada tepat di seberang Krisna.
Lensa Jalan juga pernah ke The Keranjang Bali, saat itu mereka baru saja buka, Gak sampai setahun lah. Saat masuk, Lensa Jalan merasa kalau tempat ini bukan sekadar toko, melainkan sebuah destinasi wisata. Suasananya sangat interaktif, ceria, dan sangat kekinian.
The Keranjang mengusung konsep one stop shopping yang menggabungkan edukasi budaya dengan belanja. Setiap sudutnya didesain dengan estetika tinggi, jadi jangan heran kalau kamu bakal sering berhenti sebentar hanya untuk mengambil foto di lorong – lorongnya yang ikonik.
Produk di The Keranjang cenderung terasa lebih eksklusif dan dikemas secara modern. Berikut beberapa produk favorit Lensa Jalan yang mungkin bisa kamu contoh:
- Pie Susu Premium.
- Pakaian Desain Eksklusif
- Sari Minuman Tradisional
- Souvenir Estetik
The Keranjang cocok untuk wisatawan yang berada di generasi Milenial hingga Gen Z karena punya suasana yang lebih kekinian dan instagramable. Buat kamu yang membawa anak kecil pun bisa kesini karena tempatnya dingin, dijamin anak gak rewel karena kepanasan. Dan kalau kamu ingin oleh – oleh yang beda dari biasanya, The Keranjang bisa jadi pilihan destinasi kamu!
Pasar Seni Tradisional
Dan khusus buat kamu yang punya talenta tawar menawar dan merasa belum afdol kalau beli barang tanpa menawar, yuk Lensa Jalan ajak kamu ke tempat oleh – oleh di pasar lokal yang gak kalah menarik.
4. Pasar Seni Sukawati
Sumber: Youtube @LeavingFootprints
Berbelanja di sini sama kayak pergi berpetualang secara sensorik. Wangi dupa yang menyala di setiap sudut, suara tawar – menawar dalam bahasa Bali, dan tumpukan karya seni yang berwarna – warni membuat suasananya terasa sangat hidup.
Lensa Jalan sangat menikmati interaksi dengan para pedagang lokal yang ramah. Ada kepuasan tersendiri saat kita berhasil mendapatkan harga “teman” setelah proses tawar – menawar yang seru.
Tips dari Lensa Jalan datanglah di pagi hari saat pasar baru buka, karena pedagang biasanya memberikan “harga pelaris” yang jauh lebih murah! Dan kalau mau menawar cobalah dengan harga 50% sampai 70%.
Di Sukawati, fokus Lensa Jalan adalah barang -barang kerajinan tangan dan tekstil yang khas yang mungkin bisa jadi inspirasi kamu, yaitu:
- Lukisan Tradisional
- Tas Rotan dan Tas Ate
- Kain Rayon dan Baju Tidur
- Patung dan Ukiran Kayu
Pasar ini wajib dikunjungi oleh manusia dengan keahlian tawar – menawar tanpa rasa segan, penyuka barang autentik, dan wisatawan yang punya anggaran terbatas. Oh ya, siapkan uang cash ya saat kesini, karena beberapa pedagang masih belum bisa menerima pembayaran digital.
5. Pasar Seni Ubud
Sumber: Youtube @wayanyuliantara5135
Kalau kamu pernah nonton film Eat Pray Love, pasti sudah gak asing dengan suasana pasar ini. Pasar Seni Ubud ini bukan cuma tempat belanja, tapi sudah seperti galeri seni terbuka yang menawarkan energi kreatif yang luar biasa. Lokasinya yang tepat di seberang Puri Saren Agung membuat suasana belanja di sini terasa sangat kental dengan nuansa kerajaan Bali.
Berbeda dengan pasar seni lainnya, Pasar Seni Ubud punya suasana yang lebih bohemian dan berkelas. Sekarang, setelah renovasi, areanya menjadi jauh lebih rapi dan nyaman untuk dijelajahi.
Sinar matahari yang masuk di celah -celah lorong, warna – warni kain yang bergantungan, serta deretan tas anyaman yang tersusun rapi membuat tempat ini sangat indah untuk difoto. Belanja di sini butuh kesabaran untuk menawar.
Produk di Ubud cenderung punya sentuhan seni yang lebih halus, dan ini hasil buruan Lensa Jalan:
- Tas Rotan (Ate Bag)
- Home Decor dari Kayu.
- Pakaian Linen dan Boho Style
- Lukisan Cat Air
Pasar ini adalah destinasi sempurna buat pecinta seni dan estetika, karena setiap sudutnya sangat instagramable. Kalau kamu suka dekorasi rumah dengan gaya scandinavian, bisa kesini juga loh, dijamin bakal kalap.
Rekomendasi Kuliner Khas yang Wajib Dibeli
Selain barang, oleh – oleh khas Bali berupa makanan adalah yang paling dicari. Ini rekomendasi beberapa makanan khas dari Pulau Dewata yang bisa kamu bawa pulang.
Tips Belanja Oleh-Oleh di Bali Agar Tidak Zonk
Lensa Jalan mau berikan sedikit tips buat kamu yang mau beli oleh – oleh di Bali, disimak ya!
- Cek Tanggal Kadaluarsa
Untuk semua jenis oleh – oleh berupa makanan, terutama untuk Pie Susu yang rata-benar hanya tahan 7 hari di suhu ruang.
- Cek Jahitan
Kalau beli baju di pasar seni, pastikan gak ada lubang atau jahitan yang lepas.
- Bawa Uang Tunai
Meskipun banyak yang sudah pakai QRIS, uang tunai kecil sangat membantu di pasar tradisional.
FAQ
1. Di mana tempat belanja oleh-oleh Bali yang murah?
Pasar Seni Sukawati dan Pasar Seni Kumbasari adalah pilihan termurah kalau kamu ahli menawar. Untuk harga pas yang terjangkau, Krisna Oleh-Oleh tetap jadi favorit.
2. Apa oleh-oleh khas Bali yang tahan lama?
Kacang Disco, Kopi Kintamani, tas rotan, dan kerajinan perak adalah pilihan terbaik karena bisa bertahan hingga tahunan.
3. Kapan waktu terbaik ke Krisna Oleh-Oleh?
Hindari jam 4 sore hingga 7 malam karena biasanya bus pariwisata besar datang di jam tersebut. Datanglah saat subuh atau pagi hari untuk suasana lebih sepi.
4. Apakah bisa kirim oleh – oleh langsung ke rumah?
Ya, banyak toko besar seperti Krisna atau Erlangga menyediakan jasa ekspedisi di lokasi belanja, jadi kamu gak perlu repot membawa kardus ke bandara.
Memilih tempat beli oleh – oleh di Bali tergantung pada preferensi kenyamananmu. Kalau ingin praktis, pergilah ke Krisna atau The Keranjang. Dan misalkan ingin petualangan dan mencari harga miring, Pasar Sukawati gak pernah salah.
