Disadur dari perjalanan Fiersa Besari
Gunung Agung adalah gunung berapi aktif tipe stratovolcano dan merupakan titik tertinggi di pulau Bali, Indonesia, dengan ketinggian mencapai 3.142 mdpl. Terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, gunung ini dianggap menjadi tempat bersemayamnya para dewa, dan merupakan lokasi Pura Besakih.
Gunung Agung bukan sekadar destinasi pendakian biasa. Sebagai titik tertinggi atau “Atap Negeri” di Bali, gunung ini menyimpan kesucian sekaligus tantangan fisik yang luar biasa. Dalam ekspedisi kali ini, tim Atap Negeri yang dipimpin oleh Fiersa Besari mencoba menembus batas dengan mengambil jalur yang dikenal sebagai salah satu yang tersulit.
Buat kamu yang berencana melakukan petualangan serupa, penting untuk memahami bahwa pendakian ini bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang menghormati tradisi setempat.
Sumber: Youtube @fiersabesari
Persiapan Logistik dan Manajemen Air

Salah satu tantangan utama di Gunung Agung adalah ketersediaan sumber air yang sangat terbatas. Fiersa menekankan pentingnya manajemen logistik yang matang, antara lain:
- Menghindari makanan berkuah
Memasak makanan kering membantu menghemat penggunaan air.
- Manajemen sampah
Aturan nomor satu adalah membawa turun kembali semua sampah plastik, sekecil apa pun itu.
- Kondisi fisik
Jalur ini memiliki kemiringan yang curam, sehingga stamina yang kuat sangat dibutuhkan.
Jalur Pura Pasar Agung: Gerbang Menuju Puncak
Pendakian dimulai dari Pura Pasar Agung yang terletak di Desa Sebudi, Karangasem. Sebelum memulai langkah pertama, setiap pendaki diwajibkan untuk:
- Melewati Ratusan Anak Tangga
Ada sekitar 300 anak tangga yang harus dilalui bahkan sebelum masuk ke jalur tanah.
- Berdoa dan Meminta Izin
Sesuai tradisi Bali, pendaki harus berdoa di pura untuk memohon keselamatan. Hal ini menjadi bagian dari etika pendakian agar “Selamat sampai tujuan dan selamat kembali pulang.”
- Mematuhi Larangan Adat
Gunung Agung adalah tempat suci. Pendaki harus menjaga ucapan dan perilaku selama berada di kawasan ini.
Keunikan Budaya dan Kasta dalam Pendakian
Sambil mendaki, Fiersa berbincang dengan pemandu lokal mengenai keunikan budaya Bali, termasuk sistem penamaan berdasarkan urutan lahir, seperti Wayan, Kadek, Komang, serta sistem kasta yang masih dihormati. Hal ini menambah pengetahuan kita dalam setiap perjalanan di Bali.
Bagi kamu yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Bali lainnya selain pegunungan, kamu bisa mencoba aktivitas lautnya, seperti snorkeling, surfing, sampai melihat lumba-lumba di habitatnya.
Status Aktivitas Gunung Agung
Kata Fiersa Besari, penting bagi pendaki untuk selalu memantau status aktivitas vulkanik. Gunung Agung adalah gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu bisa mengalami peningkatan status dari Waspada ke Siaga. Selalu koordinasikan rencana pendakianmu dengan pemandu lokal atau BPBD setempat untuk memastikan keamanan jalur.