Mencari tempat oleh-oleh di Yogyakarta seringkali bikin bingung karena pilihannya yang sangat banyak. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, jumlah kunjungan wisatawan ke Jogja terus meningkat setiap tahunnya, yang secara otomatis membuat sentra oleh-oleh semakin menjamur.
Namun, tidak semua tempat murni menjadi tempat oleh-oleh yang khas, ada yang hanya karena fomo, sehingga harga dan rasa tidak ramah bagi wisatawan. Setelah berkali-kali menjelajahi sudut Kota Gudeg, Lensa Jalan merangkum panduan lengkap supaya kamu punya daftar tempat oleh-oleh di Yogyakarta yang benar-benar khas Kota Pelajar ini.
Kenapa Kamu Harus Selektif Memilih Tempat Oleh-Oleh?
Banyak wisatawan terjebak di tempat yang “mahal di ongkos” karena lokasinya yang sulit dijangkau atau harga yang sudah di mark up untuk komisi oknum tertentu. Jadi, Lensa Jalan mau memberikan rekomendasi tempat oleh-oleh di Yogyakarta yang legendaris, murah meriah, hingga yang paling nyaman untuk keluarga.
Rekomendasi Tempat Oleh-Oleh di Yogyakarta
1. Teras Malioboro 1 dan 2 – Belanja Murah dan Puas

Sumber: Yoseph Dio
Jogja memang nggak pernah gagal bikin rindu, apalagi kalau bicara soal belanja. Pas kunjungan kemarin, Lensa Jalan menyempatkan diri mampir ke Teras Malioboro 1 dan 2, “rumah baru” bagi para pedagang kaki lima yang dulu berjajar di sepanjang trotoar.
Begitu masuk ke Teras Malioboro 1 yang ada di depan Pasar Hamzah, suasananya terasa lebih modern dan tertata. Bangunannya berlantai-lantai dengan eskalator, jadi nggak perlu takut kepanasan.
Sementara Teras Malioboro 2 yang ada di samping Gedung Agung, punya nuansa yang lebih terbuka dan santai. Keduanya sama-sama bersih, bikin betah memilih barang tanpa harus desak-desakan dengan pejalan kaki di trotoar.
Apa Saja yang Dijual Disini?
Barang yang dijual untuk oleh-oleh disini adalah yang khas dengan Malioboro, antara lain:
- Fashion: Kaos oblong, daster batik, hingga kemeja lurik.
- Aksesori: Gelang etnik, tas rajut, dan blangkon.
- Kuliner: Bakpia pathok, sate kere, hingga gudeg kalengan.
Saat disini Lensa Jalan kalap membeli Kaos Jogja kualitas premium dan satu kotak Bakpia Pathok hangat. Untuk Kaosnya Lensa Jalan berhasil dapat harga Rp45.000 dan untuk Bakpia isi 20 di harga Rp25.000. Sangat ramah di kantong!
Bakpianya Lensa Jalan memilih rasa kacang hijau. Kulitnya tipis, isiannya padat, dan manisnya pas. Masih terasa fresh karena baru matang. Kaosnya pun bahannya adem, nggak luntur saat dicuci.
Oh ya, kalau kamu beli barang fashion dan aksesoris disini, biasakan tawar-menawar. Jangan malu, karena sudah menjadi ciri khas Teras Malioboro.
Mengapa Harus ke Teras Malioboro?
Lensa Jalan merekomendasikan tempat oleh-oleh di Yogyakarta ini untuk kamu datangi sesaat sebelum kembali ke Kota asalmu. Berikut alasannya:
- Harga di teras Malioboro transparan. Hampir semua pedagang sudah mematok harga yang masuk akal, jadi nggak perlu takut kamu diberi harga mahal hanya karena kamu wisatawan.
- Fasilitas disini lengkap, ada toilet bersih, mushola, dan area food court yang nyaman. Cocok kalau kamu membawa keluarga bukan?
- Dan yang tidak kalah penting, kamu bisa membantu keberlangsungan UMKM. Belanja di sini artinya kita langsung membantu ekonomi lokal pengrajin Jogja.
Keterangan Tambahan
- Alamat Teras Malioboro 1: Jl. Margo Mulyo, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
- Alamat Teras Malioboro 2: Jl. Malioboro No.56, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55212
- Operasional: Setiap hari, dari jam 07.00 – 23.00 WIB
2. Bakpia Pathok 25 – Buah Tangan Wajib Yogyakarta

Sumber: Bagus Setyadi
Bakpia Pathok sudah menjadi oleh-oleh legendaris khas Yogyakarta. Makanya tidak lengkap rasanya kalau belum mampir ke pabriknya langsung. Kemarin Lensa Jalan menyempatkan diri ke pusat Bakpia Pathok 25 yang ada di wilayah Pathuk. Begitu sampai di parkiran, aroma wangi panggangan bakpia yang baru matang langsung tercium, bikin perut otomatis keroncongan!
Suasananya sangat hidup. Bagian paling menarik adalah kita bisa melihat langsung proses pembuatannya. Lensa Jalan bisa melihat ibu-ibu di sana sangat mahir melipat adonan dengan cepat. Meski ramai pengunjung dan bus pariwisata, pelayanannya sangat sigap dan terorganisir.
Apa Saja yang Dijual Disini?
Menu utamanya tentu saja bakpia, mulai dari yang Original, yaitu rasa kacang hijau sampai varian Premium seperti keju, cokelat, kumbu hitam, dan nanas. Selain bakpia, di tokonya juga banyak tersedia camilan khas Jogja lainnya seperti yang ko dan berbagai macam keripik.
Lensa Jalan membeli dua kotak varian premium karena penasaran dengan perbedaannya dari yang biasa. Untuk varian premium, harganya sekitar Rp45.000 – Rp50.000 per kotak. Memang sedikit lebih mahal dari yang biasa, tapi sangat worth it.
Tekstur kulitnya sangat lembut dan flaky atau berlapis. Isian kejunya gurih dan melimpah, sedangkan yang cokelat rasanya pekat, tidak hanya manis gula. Karena beli langsung di pusatnya, Lensa Jalan dapat yang masih hangat. Begitu digigit, isiannya langsung lumer di mulut.
Mengapa Harus ke Bakpia Pathok 25?
Selain karena Bakpia Pathok merupakan ikoniknya Yogyakarta, rasanya masih original. Konsistensi rasanya nggak berubah dari dulu, selalu enak. Meskipun tanpa pengawet, bakpia ini tahan sekitar 5-7 hari di suhu ruang, jadi aman banget dibawa pulang keluar kota.
Dan yang paling Lensa Jalan suka, disini bisa mencicipi sample rasa secara gratis sebelum membeli. Jadi kita bisa membeli rasa terbaik untuk dibawa pulang, atau diberikan ke orang yang terkasih.
Keterangan Tambahan
- Alamat: Sanggrahan Pathuk, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55261
- Operasional: Setiap hari, dari jam 06.00 – 23.30 WIB
3. Pasar Beringharjo – Surga Batik Tertua

Sumber: Gadistimur
Pasar Beringharjo bukan sekadar tempat belanja, tapi jantung sejarah Jogja yang masih berdenyut kencang. Saat ke Yogyakarta, Lensa Jalan menyempatkan diri “blusukan” ke sini, dan atmosfernya benar-benar beda dengan mal, lebih hangat, ramai, dan penuh aroma rempah yang khas.
Begitu masuk dari pintu utama di Jalan Malioboro, kamu akan langsung disambut tumpukan kain batik setinggi plafon. Suasananya cukup padat, tapi tetap seru. Lantai satu adalah surganya batik, lantai dua fokus ke pakaian jadi, dan lantai tiga biasanya berisi barang-barang antik yang estetik.
Apa Saja yang Dijual Disini?
Barang yang dijual disini benar-benar khas Jawa banget. Adapun yang dijual adalah
- Batik: Mulai dari daster santai belasan ribu sampai kain tulis sutra yang mewah.
- Jajanan Pasar: Pecel sengar, es dawet, sampai aneka jenang.
- Bahan Jamu: Rempah-rempah segar hingga bubuk jamu racikan.
Lensa Jalan tidak tahan untuk tidak membeli Daster Batik cap dan menikmati Pecel Senggol di depan pintu masuk. Dasternya dapat harga cuma Rp35.000, tentunya setelah tawar-menawar dari harga awal Rp45.000. Untuk Pecel Senggol plus gorengan, Lensa Jalan hanya bayar Rp15.000. Murah dan kenyang banget.
Bumbu pecelnya juara, kental, pedas, dan gurih kacangnya terasa asli. Dasternya pun setelah dicuci berkali-kali warnanya tetap awet dan kainnya makin lembut.
Mengapa Harus ke Pasar Beringharjo
- Di sini adalah tempat terbaik buat kamu yang jago atau ingin belajar seni tawar-menawar. Kuncinya, tersenyum dan gunakan sedikit bahasa Jawa! Sini, Lensa Jalan ajarkan sedikit, ucapkan “Ngapunten” saat mulai menawar, dan ucapkan “Matur suwun” atau terima kasih saat tawaranmu diterima.
- Kamu bisa menemukan segalanya dalam satu atap, mulai dari kebutuhan dapur sampai koleksi fashion etnik. Pasar Beringharjo bukan cuma bersejarah, tapi juga lengkap.
- Disini juga banyak kuliner legendaris yang hanya bisa ditemukan di sudut-sudut pasar.
Keterangan Tambahan
- Alamat: Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
- Operasional: Setiap hari, dari jam 08.30 – 21.00 WIB
4. Hamzah Batik atau Mirota Batik – Belanja dengan Estetika

Sumber: Hamzah Batik
Kalau jalan-jalan ke ujung Jalan Malioboro, ada satu gedung yang aromanya sangat khas wangi dupa dan melati yang menenangkan. Hamzah Batik yang dulunya dikenal sebagai Mirota Batik bukan cuma sekadar toko, tapi sudah jadi destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.
Saat Lensa Jalan masuk kesini, suasananya langsung terasa ikonik. Ada alunan musik gamelan, staf yang ramah mengenakan pakaian adat Jawa, dan interior kayu yang estetik. Meski sering ramai, penataan barangnya sangat rapi dan ber AC, jadi belanja terasa lebih eksklusif dan nyaman. Lensa Jalan jadi nyaman membawa anak kesini karena tidak mudah rewel.
Apa Saja yang Dijual Disini?
Hamzah Batik adalah toko serba ada untuk segala hal yang bernuansa etnik:
- Fashion: Batik tulis, batik cap, hingga tas kulit buatan perajin lokal.
- Oleh-oleh Unik: Wayang, patung kayu, pernak-pernik interior, dan barang antik.
- Produk Kecantikan: Sabun sereh, lulur tradisional, hingga minyak esensial.
Saat kesini, Lensa Jalan membeli Kemeja Batik Cap untuk hadiah dan beberapa Sabun Rempah Tradisional. Kemeja batiknya Lensa Jalan dapat dengan harga Rp150.000. Kualitas jahitannya sangat rapi dan bahannya katun halus. Sabun rempahnya hanya sekitar Rp10.000 per batang. Sabun rempahnya wangi banget! Kamar mandi langsung harum seperti spa setelah dipakai. Batiknya pun punya motif yang unik dan nggak pasaran. Di Hamzah Batik harganya sudah fixed price, jadi cocok buat kamu yang tidak mau ribet tawar-menawar.
Mengapa Harus ke Hamzah Batik
- Fasilitasnya lengkap, di lantai atas ada Raminten Cabaret Show dan kafe untuk bersantai setelah lelah belanja.
- Semua barang yang dijual di Hamzah Batik sudah dikurasi dengan baik, jadi kualitasnya terjamin. Pengemasannya pun rapi, cocok untuk langsung diberikan sebagai kado.
- Setiap sudut tokonya juga sangat instagramable dengan dekorasi Jawa yang kental.
Keterangan Tambahan
- Alamat: Jl. Margo Mulyo No.9, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
- Operasional: Setiap hari, dari jam 07.00 – 24.00 WIB
5. Bakpia Kukus Tugu Jogja – Si Lembut yang Modern

Sumber: Prasetyo Edi L
Kalau bosan dengan bakpia panggang yang kering, Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah jawaban bagi penyuka tekstur yang lembut dan lumer. Pas kemarin mampir ke salah satu gerainya di Stasiun Tugu, antreannya cukup panjang tapi bergerak cepat. Ini tanda kalau camilan modern ini memang lagi jadi primadona.
Berbeda dengan toko bakpia tradisional, gerai Bakpia Kukus Tugu Jogja mengusung konsep yang lebih modern. Tempatnya bersih, terang, dan sangat efisien. Semua produk sudah dikemas rapi dalam kotak-kotak cantik, jadi kita tinggal ambil, bayar, dan tenteng. Cocok banget buat kamu yang sedang diburu waktu keberangkatan kereta atau pesawat.
Apa Saja yang Dijual Disini?
Mereka menjual bakpia kukus dengan berbagai macam rasa. Mereka punya dua jenis adonan kulit luar, yaitu Original (warna putih atau kuning langsat) dan Brownies (warna cokelat tua). Isiannya pun beragam, mulai dari cokelat, keju, kacang hijau, sampai stroberi.
Karena Lensa Jalan penyuka manis, maka Saya memutuskan membeli satu kotak Bakpia Kukus Original isian Cokelat. Satu kotak berisi 10 buah harganya sekitar Rp40.000. Secara harga, ini sangat terjangkau untuk kualitas kemasan yang terlihat premium.
Teksturnya benar-benar seperti bolu kukus yang sangat lembut dan empuk. Begitu digigit, isian cokelat di dalamnya langsung lumer di mulut. Manisnya pas, tidak bikin serak, dan aromanya sangat harum.
Mengapa Harus ke Bakpia Kukus Tugu Jogja
- Kemasan Higienis, setiap biji bakpianya dibungkus plastik kedap udara secara individu. Bagi Lensa Jalan ini termasuk menjaga kebersihan dan membuat bakpia tetap empuk lebih lama.
- Kotaknya kokoh dan desainnya sangat kekinian, jadi terlihat “niat” banget kalau dikasih ke teman kantor atau keluarga. Kamu gak perlu repot-repot beli tas atau kotak kado untuk diberikan kepada orang yang kamu tuju.
Keterangan Tambahan
- Alamat: Jl. Malioboro No.91, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271
- Operasional: Setiap hari, dari jam 07.00 – 22.00 WIB
Tabel Perbandingan Pusat Oleh-Oleh Jogja

Tren Oleh-Oleh Jogja 2026
Tahun ini, wisatawan cenderung mencari oleh-oleh yang ikonik dan bersejarah. Ini membuktikan, mereka ingin rasa “Yogyakarta” juga sampai ke tangan penerima. 5 rekomendasi tempat oleh-oleh Yogyakarta di atas bisa menjadi pilihan kamu, karena semuanya merupakan khas dari kota pelajar ini.
FAQ
Apa oleh-oleh khas Jogja yang paling tahan lama?
Batik, kerajinan perak Kotagede, dan gerabah Kasongan adalah pilihan non makanan yang awet. Untuk makanan, Bakpia Pathok kering bisa bertahan hingga 1 bulan, sedangkan Yangko bisa bertahan 1 minggu.
Di mana tempat beli oleh-oleh di Yogyakarta yang buka sampai malam?
Kawasan Malioboro dan gerai Bakpia Pathok di sepanjang Jl. Solo atau Jl. Magelang biasanya buka hingga jam 21.00 atau 22.00 WIB.
Apakah bisa kirim oleh-oleh langsung ke alamat rumah?
Sangat bisa. Mayoritas pusat oleh-oleh besar seperti Bakpia Pathok 25 atau Hamzah Batik menyediakan layanan pengiriman paket lewat ekspedisi langsung dari toko.
Sudah siap berburu oleh-oleh di Yogyakarta?
Pastikan kamu mengatur itinerary perjalananmu agar rute belanja tidak berlawanan arah dengan hotelmu. Cari tempat oleh-oleh di Yogyakarta yang buka sampai malam bila seharian ini itinerarymu penuh. Pastikan juga budget buah tangan sudah dipersiapkan tersendiri.
Ada rekomendasi tempat oleh-oleh lain? Boleh tulis di kolom komentar ya! Akan Lensa Jalan coba saat kesana berikutnya!
- 5 Angkringan Enak di Malioboro yang Terkenal & Paling Favorit
- 5 Tempat Oleh-Oleh Yogyakarta yang Ikonik Dengan Harga Bersahabat
- 10 Daftar Oleh-oleh Khas Yogyakarta Ramah di Kantong yang Wajib Dibeli
- 7 Tempat Beli Oleh-Oleh di Malioboro yang Ikonik & Wajib Dikunjungi
- Itinerary Lombok 3 Hari 2 Malam Low Budget tapi Nyaman
