Kalau kamu suka wisata yang mengenang masa lalu, dan belajar tentang sejarah suatu tempat, Semarang adalah pilihan yang tepat. Kota ini punya banyak wisata bersejarah, mulai dari peninggalan kolonial Belanda, klenteng bersejarah, hingga monumen perjuangan yang sampai sekarang masih berdiri kokoh di tengah kota.
Wisata bersejarah di Semarang bukan cuma soal keindahan bangunannya, tapi bagaimana setiap sudut kota ini seperti menyimpan cerita yang menarik. Nah, kalau kamu berencana ke Semarang dan ingin tahu mana saja tempat wisata bersejarah yang wajib masuk itinerary, yuk Lensa Jalan kasih tau!
1. Lawang Sewu: Gedung Kolonial Ikonik dengan Seribu Cerita

Sumber: Yuliza Dinanti
Kalau ngomongin wisata bersejarah di Semarang, Lawang Sewu pasti jadi yang pertama disebut. Gedung tua yang namanya berarti seribu pintu dalam bahasa Jawa ini dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api Belanda, NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij), yang dibangun pada awal abad ke-20.
Bangunannya memang luar biasa. Arsitektur Eropa klasik dengan deretan jendela dan pintu yang jumlahnya sangat banyak ini bikin siapa pun yang datang langsung terpesona. Selain jadi tempat foto favorit, Lawang Sewu juga punya area bawah tanah yang menyimpan kisah-kisah masa penjajahan dan masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
- Lokasi: Jl. Pemuda No.160, Lawang Sewu, Sekayu, Semarang
- Operasional: Senin, jam 08.00 WIB – 17.00 WIB. Selasa – Minggu, jam 08.00 WIB – 20.00 WIB.
- Tiket Masuk: Rp20.000
2. Klenteng Sam Poo Kong: Klenteng Bersejarah Warisan Laksamana Cheng Ho

Sumber: Andi Edward
Sam Poo Kong adalah salah satu destinasi wisata budaya yang paling unik di Semarang. Tempat ini merupakan klenteng sekaligus kompleks pemujaan yang dipercaya sebagai tempat persinggahan pertama Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok, saat mendarat di tanah Jawa pada abad ke 15.
Kompleksnya luas dan penuh ornamen khas Tionghoa dengan warna merah dan emas yang mencolok. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan pemujaan, patung Laksamana Cheng Ho yang megah, dan area yang sering digunakan untuk upacara keagamaan. Buat kamu yang tertarik pada perpaduan sejarah, budaya, dan spiritualitas, tempat ini sangat layak dikunjungi.
Di sini kamu bisa berkeliling kompleks dan menikmati arsitektur khas Tionghoa yang kaya detail, menyewa kostum tradisional Tionghoa untuk berfoto di area klenteng, dan menyaksikan kegiatan keagamaan jika berkunjung saat hari besar tertentu.
- Lokasi: Jl. Taman Gedung Batu Raya, Bongsari, Semarang.
- Operasional: Senin – Jumat, jam 09.00 WIB – 18.00 WIB. Sabtu – Minggu, jam 08.00 WIB – 20.00 WIB
- Tiket Masuk: Rp15.000 – Rp20.000
3. Kota Lama Semarang: Kawasan Bersejarah Bergaya Eropa di Tengah Kota

Sumber: 大仁偉
Kota Lama Semarang sering dijuluki Little Netherland karena suasananya yang benar-benar terasa seperti berjalan di kota Eropa tempo dulu. Kawasan ini merupakan pusat kota Semarang pada masa kolonial Belanda dan hingga kini masih menyisakan banyak bangunan bersejarah yang terawat dengan baik.
Saat Lensa Jalan kesini, nuansa lawas langsung terasa dari jalanan berbatu, bangunan bergaya klasik, dan lampu-lampu jalan yang menambah kesan vintage. Beberapa bangunan ikonis yang bisa kamu temukan di sini antara lain Gereja Blenduk, Gedung Marba, dan berbagai bangunan tua lainnya yang kini sudah dialihfungsikan menjadi kafe, galeri, atau ruang seni.
Di sini, Lensa Jalan suka berjalan kaki menyusuri kawasan dan menikmati arsitektur kolonial yang autentik, berfoto di berbagai sudut yang instagramable, dan mampir ke kafe atau restoran yang menempati bangunan bersejarah. Rata-rata masakannya enak-enak. Jangan lupa untuk sekalian mengunjungi galeri seni atau pameran budaya yang sering diadakan di kawasan ini.
- Lokasi: Tanjung Mas, Semarang
- Operasional: Setiap hari, 24 jam. Kecuali jika kamu masuk ke tempat wisata di sekitarnya.
- Tiket Masuk: Gratis
4. Tugu Muda Semarang: Monumen Perjuangan yang Penuh Makna

Sumber: Wihandono Yogo
Di jantung kota Semarang berdiri sebuah monumen yang menjadi simbol keberanian rakyat kota ini, yaitu Tugu Muda. Monumen ini didirikan untuk memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang, sebuah pertempuran heroik yang terjadi pada Oktober 1945, di mana para pemuda Semarang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pasukan Jepang.
Tugu Muda berbentuk lilin yang menjulang dengan relief-relief di bagian dasarnya yang menggambarkan perjuangan rakyat Semarang. Lokasinya yang berada di persimpangan jalan besar membuat monumen ini mudah diakses dan sering menjadi titik awal atau titik akhir perjalanan wisata di Semarang.
Di sekitar area Tugu Muda, kamu juga bisa menemukan Museum Mandala Bhakti yang menyimpan koleksi peninggalan sejarah perjuangan militer Indonesia, jika ingin mendalami lebih lanjut cerita di balik monumen ini.
- Lokasi: Jl. Pandanaran, Mugassari, Semarang
- Operasional: Setiap hari, 24 jam. Kecuali jika kamu masuk ke tempat wisata di sekitarnya.
- Tiket Masuk: Gratis
5. Museum Ranggawarsita: Tempat Terbaik Mengenal Sejarah Jawa Tengah

Sumber: Museum Ranggawarsita
Buat kamu yang ingin mengenal sejarah dan budaya Jawa Tengah secara menyeluruh dalam satu tempat, Museum Ranggawarsita adalah jawabannya. Museum ini dikenal sebagai salah satu museum terlengkap di Jawa Tengah dengan koleksi yang sangat beragam.
Di dalam museum ini kamu bisa menemukan koleksi arkeologi, benda-benda prasejarah, koleksi geologi, hingga benda-benda budaya dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ada juga koleksi numismatik (uang kuno), benda-benda masa kolonial, dan berbagai artefak budaya lokal yang dikemas dengan cukup rapi.
Museum ini cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak sekolah, keluarga, hingga peneliti atau wisatawan yang memang tertarik pada sejarah. Lensa Jalan mengunjungi museum ini pada pagi hari, sebelum melanjutkan ke lokasi wisata lainnya.
- Lokasi: Jl. Abdulrahman Saleh No.1, Kalibanteng Kidul, Semarang
- Operasional: Senin – Kamis, jam 08.00 WIB – 15.00 WIB. Jumat – Minggu, jam 08.00 WIB – 14.00 WIB.
- Tiket Masuk: Anak-anak Rp6.000 dan Dewasa Rp10.000
6. Taman Budaya Raden Saleh (TBRS): Ruang Seni dan Sejarah yang Hidup

Sumber: Ajeng Lis Mahandini
Taman Budaya Raden Saleh atau yang lebih dikenal dengan singkatan TBRS adalah pusat kebudayaan dan seni yang sudah lama menjadi bagian penting dari kehidupan budaya Semarang. Tempat ini dinamai dari Raden Saleh, pelukis besar Indonesia yang lahir dan besar di Jawa Tengah.
TBRS bukan sekadar taman biasa. Di dalamnya terdapat panggung pertunjukan, galeri seni, area pameran, dan ruang terbuka yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya. Suasananya rindang dan nyaman, cocok untuk bersantai sekaligus menikmati sisi budaya Semarang yang masih hidup dan terus berkembang.
Kalau kamu berkunjung saat ada pertunjukan atau festival budaya, pengalamannya pasti akan jauh lebih berkesan. Sebelum datang, ada baiknya cek informasi terbaru mengenai jadwal kegiatan di TBRS agar kamu tidak melewatkan acara yang menarik.
- Lokasi: Jl. Sriwijaya No.29, Tegalsari, Semarang.
- Operasional: Setiap hari, jam 06.00 WIB – 24.00 WIB
- Tiket Masuk: Gratis, hanya bayar parkir kendaraan. Motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000.
7. Pagoda Avalokitesvara: Keindahan Arsitektur Buddhis di Selatan Semarang

Sumber: kaisu maulidinur
Daftar wisata bersejarah di Semarang yang terakhir adalah Pagoda Avalokitesvara, destinasi spiritual dan wisata budaya yang cukup unik dan berbeda dari destinasi lainnya di Semarang. Pagoda ini merupakan salah satu pagoda Buddhis yang cukup megah dan memiliki arsitektur yang indah dengan sentuhan khas Asia Timur.
Terletak di kawasan Banyumanik, di bagian selatan Semarang, pagoda ini berada di area yang lebih tenang dibandingkan pusat kota. Desain bangunannya berlantai banyak dengan ornamen-ornamen khas Buddhis yang detail dan menarik untuk diamati. Bagi pengunjung yang datang dengan niat wisata budaya, tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dan menenangkan.
Kenakan pakaian yang sopan karena ini adalah tempat ibadah aktif. Selalu jaga ketenangan dan kesopanan selama berada di dalam area pagoda. Sekalipun dijadikan tempat wisata, Pagoda Avalokitesvara tetaplah tempat ibadah yang harus di hormati, jadi jaga pakaian dan ucapan ya!
- Lokasi: Yayasan Buddhagaya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kec. Banyumanik, Semarang.
- Operasional: Setiap hari, jam 08.00 WIB – 21.00 WIB
- Tiket Masuk: Gratis, hanya bayar parkir kendaraan. Motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000.
Tips Praktis Menjelajahi Wisata Bersejarah Semarang
Supaya perjalanan wisata sejarahmu di Semarang berjalan lancar dan menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Atur rute dengan cermat. Beberapa destinasi seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Kota Lama letaknya berdekatan, jadi kamu bisa mengunjungi ketiganya dalam satu hari tanpa harus bolak-balik jauh.
- Kunjungi di pagi hari. Sebagian besar tempat bersejarah lebih nyaman dijelajahi saat pagi, sebelum cuaca terlalu panas dan sebelum keramaian datang.
- Gunakan transportasi yang fleksibel. Kamu bisa menggunakan ojek online atau menyewa kendaraan agar lebih bebas berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain sesuai rencana.
- Selalu cek informasi terbaru. Jam operasional, harga tiket, dan kondisi lokasi bisa berubah. Pastikan kamu mengecek informasi terkini sebelum berangkat, bisa lewat media sosial resmi atau situs resmi tempat wisata yang bersangkutan.
- Bawa air minum dan perlengkapan pribadi. Beberapa lokasi wisata sejarah berada di area terbuka atau membutuhkan banyak jalan kaki, jadi pastikan kamu cukup terhidrasi.
- Hormati aturan setempat. Terutama saat mengunjungi tempat yang merupakan tempat ibadah aktif seperti Sam Poo Kong dan Pagoda Avalokitesvara, patuhi aturan berpakaian dan tata krama yang berlaku.
Semarang Menunggu untuk Dijelajahi
Semarang bukan hanya kota transit atau kota bisnis. Di balik kesibukannya, kota ini menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa dan layak untuk dinikmati dengan sepenuh hati. Dari gedung kolonial yang megah, klenteng berusia ratusan tahun, kawasan bergaya Eropa, hingga monumen perjuangan, semua ada di sini.
Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat bersejarah yang sudah Lensa Jalan rangkum di atas. Setiap destinasi punya ceritanya sendiri, dan kamu tidak perlu menjadi sejarawan untuk bisa menikmatinya. Cukup datang dengan rasa ingin tahu, dan biarkan Semarang bercerita sendiri kepadamu.
Yuk, mulai rencanakan perjalananmu ke Semarang sekarang dan temukan sisi lain kota ini yang mungkin belum banyak kamu tahu!
FAQ
Beberapa tempat wisata bersejarah yang paling populer di Semarang antara lain Lawang Sewu, Kota Lama Semarang, Sam Poo Kong, Tugu Muda, dan Museum Ranggawarsita. Semuanya menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda-beda dan cocok untuk berbagai jenis wisatawan.
Lawang Sewu merupakan destinasi wisata yang dikelola secara resmi dan umumnya memerlukan tiket masuk. Namun, harga tiket dan jam operasionalnya bisa berubah, jadi disarankan untuk mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.
Untuk mengunjungi sebagian besar destinasi bersejarah di Semarang secara santai, sekitar 2 hingga 3 hari sudah cukup ideal. Kamu bisa mengelompokkan destinasi yang berdekatan untuk menghemat waktu dan tenaga.
Ya, Sam Poo Kong terbuka untuk semua kalangan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. Namun karena ini juga merupakan tempat ibadah aktif, pengunjung diharapkan menjaga kesopanan dan mengikuti aturan berpakaian yang berlaku di lokasi.
Kota Lama Semarang istimewa karena kawasan ini menyimpan banyak bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang masih terawat. Suasananya yang unik dengan arsitektur Eropa klasik menjadikan kawasan ini favorit untuk wisata sejarah sekaligus spot foto yang menarik.
