Liburan ke Bali tapi bosen dengan spot yang itu-itu aja? Tenang, Tempat Wisata di Ubud gak hanya sawah terasering atau hutan monyet. Buat kamu yang mau healing tapi gak terlalu suka tempat yang ramai dan bising, ada banyak spot rahasia di Ubud yang wajib masuk bucket list.
Gak perlu baca panjang lebar, ini dia rekomendasi tempat wisata di Ubud yang bagus, tenang, dan beberapa spot anti-mainstream yang dijamin masih buka saat ini!
Tempat Wisata Ubud Populer yang Wajib Kamu Coba!
1. Sacred Monkey Forest Sanctuary

Sumber: Arkadiusz
Kalau kamu lagi main ke Ubud, Sacred Monkey Forest Sanctuary (nama aslinya Mandala Suci Wenara Wana) wajib banget masuk list! Dengan tiket masuk sekitar Rp80.000 – Rp100.000, hutan lindung seluas 12,5 hektare ini jadi rumah buat seribuan kera ekor panjang yang super aktif. Di sini kamu bisa jalan-jalan santai di track yang adem banget sambil foto-foto estetik berlatar pohon beringin raksasa, jembatan naga kuno, dan tiga candi sakral dari abad ke 14.
Nah, tips penting buat kamu, datanglah pagi hari sekitar jam 8 atau 9 biar suasananya masih sepi dan udaranya segar. Selain itu, pastikan jaga barang bawaan kamu seperti kacamata, HP, atau anting, dan hindari membuat eye contact langsung atau menggoda monyet-monyet di sana biar mereka tetap tenang dan ramah selama kamu eksplorasi.
2. Tegallalang Rice Terrace

Sumber: Teng Sutrisno
Tempat yang cocok buat kamu yang mau cari view sawah terasering, namanya Tegallalang Rice Terrace. Terletak sekitar 20 menit berkendara ke utara dari pusat Ubud, hamparan sawah berundak-undak hijau ini menawarkan pemandangan yang indah dan instagramable. Spot foto populer di sini adalah ayunan ekstrem dan sarang burung raksasa.
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari sebelum jam 9, saat udaranya masih sejuk, pencahayaan matahari pas untuk foto, dan kamu bisa menjelajahi jalan setapak di antara pematang sawah dengan lebih tenang sebelum bus wisata berdatangan. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp25.000, tapi pastikan kamu membawa uang tunai kecil karena ada beberapa pos swadaya dari petani lokal, kalau kamu ingin trekking lebih jauh ke area sawah terdalam mereka.
Spot Anti Mainstream di Ubud yang Hidden Gems!
3. Pura Gunung Kawi Sebatu

Sumber: Leon Van De Laarschot
Kalau kamu mau kabur sejenak dari keramaian Ubud, Pura Gunung Kawi Sebatu adalah hidden gem yang pas banget. Berbeda dengan pura lainnya, tempat ini terkenal dengan suasana mistis yang damai banget. Dikelilingi taman asri, kolam air jernih yang penuh ikan koi, serta pancuran air suci kuno. Di sini, kamu bisa merasakan ritual melukat (pembersihan diri spiritual) yang lebih tenang dan sakral karena suasananya relatif sepi dari serbuan turis massal.
Cukup berkendara sekitar 30 menit ke utara Ubud dengan tiket masuk sekitar Rp30.000, kamu udah bisa eksplorasi arsitektur pura yang indah. Tapi ingat ya, wajib memakai kain sarung yang sudah disediakan di gerbang, jaga ketenangan, dan hormati area suci tempat warga lokal bersembahyang.
4. Air Terjun Tukad Cepung

Sumber: Constantine Johns
Air Terjun Tukad Cepung letaknya agak di luar pusat Ubud, tapi worth it banget. Air terjun ini tersembunyi di dalam gua. Kalau datang jam 9 sampai jam 11 pagi, kamu bakal liat cahaya matahari menembus celah gua yang bikin suasananya mirip di negeri dongeng. Tiket masuknya cuma Rp30.000 saja, dan jangan lupa bawa baju ganti ya jika berniat mau main air.
5. Jalur Sawah Kajeng (Kajeng Rice Fields Walk)

Sumber: Sasara
Buat kamu yang mau jogging pagi atau jalan santai dengan vibes Ubud masa lalu yang tenang, Jalur Sawah Kajeng (Kajeng Rice Fields Walk) adalah pilihan terbaik yang lokasinya dekat banget dari pusat kota. Aksesnya super gampang, tinggal jalan kaki dari Jalan Raya Ubud masuk ke Jalan Kajeng, lalu kamu akan disambut jalur beton unik yang dipenuhi ukiran tanda tangan dan pesan dari para turis dunia sebelum jalurnya berubah jadi pematang sawah hijau yang membentang luas.
Karena ini jalur alam terbuka milik warga lokal, tidak ada tiket masuk alias gratis, dan kamu bisa menikmati pemandangan petani yang sedang bekerja, deretan pohon kelapa, serta beberapa kafe kecil tersembunyi di sepanjang jalan. Waktu terbaik ke sini adalah jam 6 sampai 8 pagi saat udara masih super segar dan berkabut tipis, tapi pastikan tetap jalan di jalur yang ada dan hormati privasi para petani serta area subak mereka yang sakral, ya!
Pasar Lokal Ubud Buat Kamu yang Suka Belanja
6. Pasar Seni Ubud (Ubud Art Market)

Sumber: Eugene Lim
Kalau kamu mau berburu oleh-oleh khas Bali sambil menguji kemampuan menawar, Pasar Seni Ubud (Ubud Art Market) yang ada di pusat kota (tepat di seberang Puri Saren Agung) adalah tempat yang wajib dikunjungi! Pasar legendaris ini sekarang punya wajah baru setelah direvitalisasi menjadi lebih bersih dan rapi. Kamu bisa menemukan berbagai kerajinan estetik seperti tas rotan bulat, kain pantai berwarna-warni, patung kayu, hingga perhiasan perak khas Bali.
Tips dari Lensa Jalan datanglah pagi-pagi sekali sekitar jam 8 atau 9 saat pasar baru buka, karena pedagang lokal punya kepercayaan “penglaris” dan biasanya lebih mudah memberikan diskon besar untuk pembeli pertama. Jangan ragu untuk menawar harga hingga 50% atau 70% dari harga awal dengan senyuman yang ramah, dan pastikan bawa uang tunai karena sebagian besar pedagang kecil di sini belum menerima pembayaran non-tunai.
7. Pasar Organik Sayan (Sayan Sunday Market)

Sumber: Alan Wang
Tempat selanjutnya, cocok untuk kamu yang ingin merasakan vibes komunitas lokal yang sehat dan santai, yaitu Pasar Organik Sayan (Sayan Sunday Market) yang wajib banget dikunjungi hari Minggu pagi! Berlokasi di kawasan Sayan yang asri, pasar komunitas ini jadi tempat berkumpulnya para petani lokal, ekspatriat, dan turis untuk berburu sayuran organik segar, buah-buahan tropis tanpa pestisida, hingga makanan siap saji yang sehat seperti smoothie bowls, roti artisan, dan menu vegan/vegetarian yang lezat.
Selain belanja dan kulineran, daya tarik utama di sini adalah suasananya yang sangat hangat, sering kali dimeriahkan oleh live music akustik, workshop kreatif, atau sesi yoga bersama. Pasar ini buka dari sekitar jam 9 pagi sampai jam 2 siang dan tidak dipungut biaya masuk alias gratis, tapi pastikan kamu membawa tas belanja ramah lingkungan sendiri (eco bag) dan uang tunai untuk mendukung langsung para petani dan UMKM lokal di sana!
Wisata Budaya & Adat Bali di Ubud
8. Pementasan Tari Kecak & Legong di Puri Saren Agung (Ubud Palace)

Sumber: April K
Ke Ubud gak lengkap rasanya kalau gak melengkapi itineray kamu dengan menonton Pementasan Tari Kecak & Legong di Puri Saren Agung (Ubud Palace). Pertunjukan ini diadakan langsung di halaman dalam istana kerajaan Ubud yang megah, memberikan latar belakang angker sekaligus estetik berupa gerbang batu ukir kuno dan obor-obor yang menyala.
Di sini kamu bisa menyaksikan keanggunan Tari Legong dengan gerakan mata dan jemari yang presisi, disusul oleh energi Tari Kecak yang menggelegar dari suara puluhan penari pria tanpa alat musik. Pertunjukan biasanya dimulai jam 19.30 malam dengan harga tiket sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Tips dari Lensa Jalan, belilah tiket sejak sore hari di sekitar area puri dan pastikan kamu sudah datang ke lokasi 30 hingga 45 menit sebelum acara dimulai agar bisa mengamankan posisi tempat duduk paling depan!
9. Pura Taman Saraswati

Sumber: Lauren K
Tempat ini merupakan perpaduan seni arsitektur Bali yang megah dengan alam, yaitu Pura Taman Saraswati. Tempatnya tersembunyi di balik kafe dan pertokoan Jalan Raya Ubud, dan dirancang oleh arsitek legendaris Gusti Nyoman Lempad ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati (Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni). Daya tarik utamanya yang super Instagrammable adalah jembatan batu yang membelah kolam besar penuh dengan bunga teratai merah muda yang mekar indah, langsung menghadap ke gerbang pura yang penuh ukiran detail.
Pura ini bisa diakses secara gratis untuk sekadar foto-foto di area kolam teratai, kamu bisa datang kapan saja, tapi bagi Lensa Jalan, waktu yang pas adalah di malam hari, sekitar jam 19.30 WITA untuk menonton pementasan tari tradisional Bali yang keren dengan latar belakang pura yang diterangi lampu syahdu. Tiket pertunjukan hanya sekitar Rp80.000 – Rp100.000.
FAQ
Paling pas itu bulan April sampai Oktober (musim kemarau). Usahakan mulai jalan jam 07.00 pagi biar dapet udara segar dan gak kena macet di pusat Ubud.
Sewa motor adalah jalan ninja terbaik karena jalanan Ubud cenderung sempit dan sering macet. Tapi kalau bareng keluarga, sewa mobil dan supir lokal sangat direkomendasikan biar gak pusing mikir parkir.
Sebagian besar ramah anak seperti Monkey Forest. Tapi untuk spot trekking seperti Campuhan atau wisata air terjun, pastikan fisik si kecil kuat karena jalurnya yang menanjak atau perlu turun anak tangga.
Ya, wajib hukumnya pakai kain penutup dan selendang kalau kamu mau masuk ke area suci pura. Di beberapa pura besar biasanya sudah disediakan sewaan gratis atau termasuk tiket masuk, tapi gak ada salahnya kamu beli satu di Pasar Seni Ubud buat modal foto-foto selama di Bali!
Tiketnya bervariasi, biasanya berkisar antara Rp100.000 – Rp150.000 per orang tergantung jenis tarian dan lokasinya. Sangat worth it untuk mendukung para seniman lokal.
Ubud selalu punya cara buat bikin kamu kangen balik lagi. Biar liburanmu lancar jaya tanpa ribet, pastikan kendaraan dan akomodasimu sudah di booking dari jauh-jauh hari, ya!
Dari daftar di atas, spot anti-mainstream mana yang paling bikin kamu penasaran?
