Oleh: Evi Tanujaya – tim Lensa Jalan
Hainanese Chicken Rice mungkin menjadi menu wajib buat kamu kalau ke Singapura, tetapi kalau kamu ingin makan layaknya warga lokal Singapura yang sesungguhnya, maka Bak Kut Teh adalah hidangan yang gak boleh dilewatkan.
Lensa Jalan telah mencoba mampir di beberapa kedai Bak Kut Teh legendaris di Singapura. Dari pengalaman itu, Lensa Jalan menemukan beberapa hidden gem dan juga spot ikonik yang selalu menjadi titik temu warga lokal.
Mengapa Bak Kut Teh Singapura Begitu Istimewa? (Gaya Teochew vs. Hokkien)
Nah, sebelum kamu mencoba Bak Kut Teh rekomendasi dari Lensa Jalan, perlu kamu tau dulu ternyata di Negara yang ramah anak ini ada 2 jenis gaya Bak Kut Teh, yaitu:
- Gaya Singapura atau Teochew
Ciri khasnya adalah kuah bening berwarna pucat yang sangat peppery (kaya rasa lada putih). Rasa kaldu babi sangat kuat, pedas, dan menghangatkan tubuh.
- Gaya Malaysia atau Hokkien
Kuahnya lebih gelap, kaya akan rempah Tiongkok dan obat herbal. Rasanya lebih earthy dan kuat aroma rempah.
Di Singapura, gaya Teochew yang berkuah lada inilah yang menjadi ikon dan favorit warga lokal. Bak Kut Teh biasanya dinikmati bersama semangkuk nasi putih, tau pok atau tahu pong, sayuran asin, dan gak lupa dicelup dengan You Tiao (cakwe).
Kedai-kedai Bak Kut Teh otentik ini sering kali beroperasi di pusat jajanan atau Hawker Centre. Penting untuk dicatat bahwa Budaya Hawker Singapura telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan pada tahun 2020. Ini menunjukkan betapa kentalnya hidangan berkuah ini sebagai bagian dari warisan kuliner nasional Singapura.
3 Bak Kut Teh Terbaik Pilihan Saya dan Warga Lokal
Setelah membandingkan berbagai rasa, kualitas, dan suasana, berikut adalah tiga rekomendasi terbaik dari Lensa Jalan:
1. Song Fa Bak Kut Teh

Song Fa mungkin yang paling sering kamu dengar, dan ada alasan kuat kenapa kedai ini selalu ramai. Gak cuma penuh karena turis, tapi juga penuh dengan warga lokalnya.
Lensa jalan mengunjungi cabang di Clarke Quay, karena ini cabang yang paling viral. Antrean panjang memang gak terhindarkan, namun pelayanannya sangat cepat. Begitu duduk, aroma lada dari uap kuah langsung menusuk hidung.
Kuahnya sangat bening, dengan rasa lada yang clean dan kuat. Iga babi disajikan dalam porsi besar, empuk, dan mudah lepas dari tulang. Dan yang menjadi kelebihan di tempat ini adalah kuah lada yang bisa terus di refill tanpa diminta.
Song Fa Bak Kut Teh juga sering mendapat penghargaan Michelin Bib Gourmand. Jadi bisa kamu jamin kualitasnya kan? Tapi kalau kamu gak suka terburu-buru, kedai ini gak cocok buat kamu. Karena ramai, makan pun terasa harus cepat-cepat.
Song Fa Bak Kut Teh berlokasi di New Bridge Rd. Buka setiap hari dari jam 10.00 – 21.15. Kamu bisa cek menu dan cabang outletnya di official websitenya.
2. Ng Ah Sio Bak Kut Teh

Sekarang Lensa Jalan ajak kamu ke Bak Kut Teh dengan rasa lada yang paling nendang dan otentik ala Teochew kuno. Kali ini tempatnya di Ng Ah Sio. Kedai ini adalah favorit para foodie lokal sejati.
Lensa Jalan pergi ke Ng Ah Sio di kawasan Balestier. Suasananya lebih tua, dengan meja marmer kuno yang mengingatkan pada kopitiam. Pelayan di sini adalah aunty dan uncle yang tentunya sudah berpengalaman.
Sumber: Youtube @ieatandeat2054
Kuahnya sedikit lebih keruh daripada Song Fa, namun rasa ladanya jauh lebih kuat dan lebih “menggigit”. Konon, mereka menggunakan lada terbaik dari Sarawak. Rasa kaldu babi sangat kaya, tebal, dan sangat berkarakter. Ini adalah Bak Kut Teh yang akan membuat kamu berkeringat saking pedasnya.
Ng Ah Sio Dikenal sebagai Bak Kut Teh dengan kaldu lada terbaik dan paling otentik. Jangan lewatkan Braised Pig Trotters atau Kaki Babi Rebus Kecap mereka yang legendaris. Refill kuah disini gak secepat di Song Fa. Tapi buat Lensa Jalan masih oke lah.
Ng Ah Sio Bak Kut Teh berlokasi di 208 Rangoon Rd. Buka setiap hari jam 09.00 – 21.00. Kamu bisa cek menu dan harganya di official website Ng Ah Sio.
3. Ya Hua Bak Kut Teh

Ya Hua Bak Kut Teh juga gak kalah populer. Kedai ini menawarkan pengalaman unik, terutama bagi yang suka makan larut malam. Mereka juga punya menu seafood yang dijamin segar dan manis.
Lensa Jalan mengunjungi cabang utamanya di Havelock Road pada malam hari. Suasana yang ditawarkan adalah zi char (makan besar dengan banyak lauk) di pinggir jalan, sangat hidup dan ramai.
Bak Kut Teh di sini memiliki kuah lada yang kuat, mirip dengan Ng Ah Sio, tetapi dengan fokus tambahan pada menu pendamping. Mereka menonjol karena hidangan Seafood seperti udang dan cumi rebus yang berkualitas tinggi.
Ya Hua Bak Kut Teh Buka hingga larut malam. Sehingga sering dijadikan pilihan makan malam atau dini hari warga lokal. Pilihan seafood rebusnya cukup banyak, dan ini yang menjadi daya tarik Ya Hua. Daging iga yang digunakan juga sangat empuk dan fresh. Kekurangannya cuma di area parkir sulit dan suasananya mungkin terlalu ramai bagi sebagian orang.
Ya Hua Bak Kut Teh berlokasi di Havelock Road (ada juga cabang lainnya). Buka setiap hari Selasa hingga Minggu, dari jam 11.00 – 21.30. Khusus Jumat dan Sabtu buka dari jam 11.00 – 22.30. Kamu bisa cek menu, lokasi, dan harganya di official website Ya Hua Bak Kut Teh.
Tips Memesan Bak Kut Teh Seperti Warga Lokal
Sekarang Lensa Jalan mau kasih tips supaya kamu bisa menikmati Bak Kut Teh kayak warga lokak:
- Pesan You Tiao atau Cakwe
Ini adalah side dish wajib. Celupkan cakwe ke dalam kuah hingga sedikit lunak sebelum kamu santap.
- Minta Refill Kuah
Di Song Fa dan banyak kedai lainnya, refill kuah panas itu gratis. Cara mintanya, angkat mangkuk kamu atau beri isyarat pada pelayan, mereka pasti akan segera mengisi ulang.
- Wajib Pesan Teh Oolong Panas
Teh Tiongkok seperti Oolong atau Tie Guan Yin biasanya disajikan untuk memotong rasa lemak dari kaldu babi dan menyegarkan mulut.
- Racik Sambal Sendiri
Ambil piring kecil, tuang kecap asin hitam, dan campur dengan cabai rawit yang diiris. Ini adalah saus cocolan autentik untuk iga babi.
FAQ Seputar Bak Kut Teh
Q: Apa perbedaan Bak Kut Teh Singapura dan Malaysia?
A: Perbedaan utamanya terletak pada kuah. Singapura menyajikan BKT gaya Teochew dengan kuah bening kaya rasa lada putih, sementara Malaysia populer dengan BKT gaya Hokkien berkuah gelap, kental, dan kaya rempah herbal Tiongkok.
Q: Apakah Bak Kut Teh halal?
A: Secara tradisional, Bak Kut Teh dibuat menggunakan iga babi dan kaldu babi. Oleh karena itu, BKT tidak halal. Namun, ada beberapa kedai modern yang menyajikan BKT ayam (Chicken Bak Kut Teh) atau BKT seafood yang mungkin bisa menjadi alternatif.
Q: Kapan waktu terbaik untuk makan Bak Kut Teh?
A: BKT idealnya adalah hidangan sarapan atau makan siang, karena kuah lada panasnya sangat baik untuk menghangatkan tubuh dan memberikan energi. Namun, kedai seperti Ya Hua juga populer sebagai pilihan makan malam atau larut malam.
Q: Bagaimana cara makan You Tiao dengan Bak Kut Teh?
A: Ambil You Tiao (cakwe), potong kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam kuah BKT selama 3-5 detik. Biarkan cakwe menyerap kuah panas, lalu santap. Ini adalah cara lokal untuk menikmati tekstur lembut dan rasa gurih yang bercampur.
