Siapa nih yang ke Singapura dalam rangka propose pasangan, honeymoon, atau merayakan anniversary? Singapura memang sering dijadikan tempat liburan romantis karena experiencenya yang terkenal mewah dan mahal. Siapapun pasti akan merasakan momen yang gak terlupakan.
Kali ini Lensa Jalan mau bantu kamu untuk review 4 restoran romantis yang cocok untuk fine dining, baik dari segi tempat dan rasa makanan. Yuk simak!
1. The Cliff (Sentosa)

Buat kamu yang mencari tempat ideal untuk momen spesial bersama pasangan atau sekadar ingin menikmati waktu berkualitas berdua, The Cliff di Sofitel Singapore Sentosa Resort & Spa bisa jadi pilihanmu. Terletak di puncak tebing dengan pemandangan langsung ke Laut Cina Selatan, restoran Italia ini menawarkan kombinasi sempurna antara hidangan mewah dan suasana yang tak tertandingi.
Begitu tiba, Lensa Jalan langsung disambut oleh aura ketenangan dan kemewahan yang elegan. Kami memilih meja di teras alfresco, yang memang menjadi daya tarik utama The Cliff.
Saat matahari mulai terbenam, suasana berubah menjadi sangat fantastis. Langit dihiasi warna jingga, merah muda, dan ungu, menciptakan latar belakang yang dramatis di atas lautan. Cahaya lilin yang lembut di meja, suara ombak yang sayup-sayup, dan angin sepoi-sepoi dari laut membuat atmosfer terasa intim dan sangat romantis.
The Cliff menyajikan hidangan Italia otentik dengan sentuhan modern. Untuk malam spesial ini, kami memutuskan untuk memanjakan diri dengan beberapa menu andalan mereka.
Sebagai pembuka, Lensa Jalan mencoba Grilled Octopus (Gurita Panggang) yang disajikan dengan kentang dan saus salmoriglio yang segar. Tekstur gurita yang kenyal namun lembut, dengan aroma bakaran Binchotan yang khas, benar-benar memberikan pengalaman yang luar biasa.
Untuk hidangan utama Lensa Jalan memesan Spaghetti “Alla Chitarra” with Lobster yang merupakan menu andalan mereka. Pasta buatan tangan ini disajikan dengan potongan lobster yang flavourful. Rasa saus yang terbuat dari kaldu lobster sungguh sangat gurih. Sementara itu, pasangan Lensa Jalan memesan Cod Fish yang flaky dan dimasak sempurna, semua itu tampak serasi dengan anggur putih pilihan dari sommelier.
Untuk menutup malam, gak lengkap rasanya tanpa memesan dessert andalan The Cliff Tiramisu. Hidangan klasik ini disajikan dengan sentuhan ringan, tidak terlalu manis, dengan balance rasa kopi dan mascarpone yang pas. Sebuah penutup yang manis dan sempurna untuk malam yang romantis.
Tips dari Lensa Jalan agar makan romantis kamu lebih sempurna di The Cliff Sentosa Singapura adalah
- Reservasi saat sunset, sekitar jam 18.00 – 18.30. Kamu bisa menikmati Sunset Aperitivo dan pemandangan matahari terbenam yang bisa menambah suasana semakin romantis.
- Minta kursi yang berada di teras atau di area alfresco (teras luar), karena pemandangan terbaik bisa kamu lihat di sana.
- Lakukan reservasi jauh-jauh hari, tempat ini sangat terkenal dan sering full booking.
The Cliff Sentosa bukan sekadar tempat makan, tetapi panggung untuk menciptakan kenangan romantis yang indah. Kamu bisa memberikan kenangan indah dan gak terlupakan di The Cliff Sentosa Singapura.
The Cliff Sentosa Singapura buka setia hari pada jam 12.00 – 15.00, dan 18.00 – 22.30. Untuk reservasi bisa hubungi di +65 6708 8360 atau melalui official website The Cliff Sentosa. Kamu bisa cek menunya dibawah ini.
2. Claudine (Dempsey Hill)
Claudine Dempsey Hill tidak hanya memberikan makanan yang memanjakan perutmu, tetapi juga memberikan suasana magis dan sangat intim, yang memanjakan mata dan perasaanmu juga. Restoran yang menempati bekas kapel kolonial yang telah direstorasi ini menjanjikan pengalaman Prancis klasik dengan sentuhan modern.
Terletak di tengah kehijauan Dempsey Hill, bangunan kapel putih yang telah dipugar ini memancarkan aura keindahan yang menawan. Saat melangkah masuk, kamu akan disambut oleh desain interior yang megah namun hangat.
Langit-langit yang tinggi, jendela lengkung bergaya kapel, dan panel kaca patri yang cantik menciptakan efek cahaya yang lembut dan sinematik. Dipadukan dengan palet warna yang hangat dan sentuhan rustic yang elegan, suasana di Claudine terasa tenang, mewah, dan sangat mendukung keintiman. Suara bising kota seolah menghilang, digantikan oleh percakapan lembut dan musik latar yang menenangkan, sebuah setting yang sempurna untuk berbincang tenang sambil menatap mata pasangan dan bergandengan tangan.
Claudine menyajikan hidangan Prancis yang terinspirasi dari masakan rumahan klasik (konsep French Home Cooking), namun dieksekusi dengan teknik fine dining yang presisi.
Lensa Jalan memulai dengan Sourdough Bread yang disajikan bersama Iberico infused Butter. Tekstur roti yang hangat dan renyah berpadu dengan mentega asin yang kaya rasa, sungguh membuka selera.
Sebagai menu andalan, kami memesan Kampot Pepper Steak Flambé yang disajikan dengan roti panggang sumsum tulang (Bone Marrow Toast). Daging steak disajikan dengan ritual flambé di meja, menambah elemen teatrikal yang romantis. Dagingnya dimasak sempurna (medium rare yang lembut), dengan balutan saus lada Kampot yang pedas, harum, dan beraroma dalam. Sumsum tulangnya meleleh di mulut, memberikan dimensi rasa umami yang luar biasa mewah.
Untuk hidangan pendamping, kami menikmati Vol au Vent, hidangan puff pastry yang berisi veal sweetbread, cockscomb, chicken quenelle, dan morel. Tekstur pastrynya renyah sempurna, sementara isiannya kaya dengan berbagai tekstur dan rasa gurih yang masih terasa alami dari jamur morel.
Kami menutupnya dengan Crêpe Suzette klasik, yang juga dipersiapkan di meja. Rasa crêpe yang lembut dengan saus jeruk yang manis, tajam, dan sedikit karamel adalah penutup yang sempurna, disertai dengan aroma Grand Marnier yang hangat. Dan sebagai pendamping makan, yaitu minuman, kami memilih wine merah yang direkomendasikan sommelier mereka. Tentu saja minuman ini berhasil mengimbangi kekayaan rasa steak dengan sangat baik.
Tips dari Lensa Jalan kalau kamu mau makan di Claudine:
- Coba pesan Steak Flambé, selain rasanya yang lezat, prosesi penyajian flambé di meja akan menjadi pengalaman yang berkesan untuk kencan Anda.
- Waktu terbaik untuk makan romantis disini adalah malam hari, ketika cahaya lilin dan lampu interior menciptakan suasana yang paling dreamy dan intim.
- Lakukan reservasi paling tidak 1 sampai 2 bulan sebelumya. Claudine sangat populer, sehingga harus pesan dari jauh-jauh hari.
Claudine adalah tempat di mana seni kuliner Prancis bertemu dengan keindahan arsitektur, menciptakan kanvas yang sempurna untuk merajut kisah cinta yang tak terlupakan.
Claudine Dempsey Hill buka setiap hari pada jam 11.45 – 15.00 dan 18.00 – 22.00. Kamu bisa lakukan reservasi dengan menghubungi di nomor +6580319935 atau melalui official website Claudine.
Menu Claudine
3. Sushisamba Singapore (Level 52, Capital Tower)
Nah, kalau kamu atau pasanganmu lebih suka makanan Jepang, maka pergilah ke Sushisamba. Terletak megah di Level 52 Capital Tower, restoran ini menawarkan perpaduan unik antara cita rasa Jepang, Brasil, dan Peru, disajikan dengan latar belakang panorama 360 derajat kota Singapura yang berkilauan.
Saat lift membuka pintunya di lantai 52, Anda akan langsung diserap dalam atmosfer yang mewah dan up scale. Sushisamba bukanlah tempat untuk makan malam yang hening dan tenang ya. Bisa dibilang lebih “ramai” daripada restoran fine dining lainnya.
Desain interiornya memukau, dengan sentuhan bambu 3D, tanaman hijau, dan pencahayaan hangat yang menciptakan nuansa tropis yang elegan. Bintang utamanya adalah pemandangan skyline yang tak terbatas melalui jendela-jendela tinggi dari lantai ke langit-langit.
Lensa Jalan memilih duduk di dekat jendela saat kota mulai bermandikan cahaya malam. Pemandangan lampu kota yang memukau memberikan latar belakang yang sangat indah dan romantis. Musik Afro House dan Latin yang buzzy menambah semangat, menjadikan suasana terasa hidup dan meriah. Daripada fine dining, lebih berasa seperti fun dining.
Lensa Jalan memulai dengan menu pembuka Crispy Taquitos yang berisi yellowtail dan disajikan dengan aji amarillo atau cabai kuning Peru yang lembut. Taquitos yang renyah di luar dan isian ikan yang lembut terasa segar, dengan sentuhan pedas manis yang elegan.
Sebagai hidangan utama, kami mencoba Samba Singapore Roll, yaitu sushi roll eksklusif dengan Maine lobster, mangga, alpukat, dan aji honey truffle. Rasa truffle yang kaya berpadu harmonis dengan kesegaran lobster dan mangga yang manis, menjadikannya hidangan sangat mewah, flavourful, dan unik.
Gak ketinggalan, kami juga memesan Black Cod yang dipanggang di robata grill dengan miso putih. Ikan ini sangat lembut, dengan flaky sempurna. Rasa miso yang manis umami membuatnya meleleh di mulut, ini merupakan salah satu hidangan terbaik Sushisamba.
Untuk minuman, Lensa Jalan mencoba koktail khas Sushisamba, yaitu Samba Corcovado (berbasis mezcal dengan yuzu dan rempah-rempah). Rasanya pedas, smoky, dan citrusy, sangat cocok untuk dipasangkan dengan hidangan fusion yang kaya.
Tips makan malam di Sushisamba dari Lensa Jalan:
- Pesan meja di dekat jendela saat booking untuk pemandangan terbaik.
- Datang saat sunset, sekitar jam 18.00. waktu ini adalah yang paling mengesankan. Kamu bisa melihat pergantian warna langit sebelum lampu kota menyala penuh.
- Kalau kamu bingung mau pesan menu yang mana, cobalah menu Omakase mereka, dan cicipi kreasi chef terbaik.
- Ada pertunjukan tarian Samba disini, kamu bisa tanyakan jadwal penampilan penari Samba yang biasanya di malam akhir pekan, untuk menambah experience.
Sushisamba buka dari hari Senin – Sabtu, jam 11.30 – 14.30, dan jam 18.00 – 23.00. Khusus Rabu – Kamis Sushisamba tutup jam 24.00 dan Jumat – Sabtu, tutup jam 01.00. Kamu bisa lakukan reservasi dengan menghubungi nomor +65 6550 2290 atau melalui official website Sushisamba.
Menu Sushisamba Singapura
4. Marguerite (Flower Dome, Gardens by the Bay)
Restoran fine dining terakhir yang Lensa Jalan rekomendasikan adalah Marguerite. Terletak di jantung Flower Dome yang megah di Gardens by the Bay, restoran ini punya konsep modern European. Menawarkan suasana yang tak tertandingi, seolah makan malam di dalam sebuah rumah kaca mewah yang penuh bunga.
Pengalaman di Marguerite dimulai bahkan sebelum Lensa Jalan duduk. Berada di dalam Flower Dome, kemudian disambut oleh aroma bunga yang lembut dan sejuknya udara yang dikontrol.
Interiornya menampilkan nuansa kayu dan batu alam yang hangat, namun yang paling memikat adalah pemandangan sekelilingnya. Ada ribuan bunga eksotis dan tanaman hijau subur yang mengelilingi ruang makan.
Saat malam tiba, pencahayaan di dalam kubah dan di restoran menciptakan atmosfer yang menakjubkan dan tenang. Suasana yang intimate dan jauh dari keramaian menjadikan Marguerite lokasi yang ideal untuk berbincang yang intim, dari hati ke hati.
Marguerite menawarkan menu degustation musiman yang fokus pada bahan-bahan segar terbaik. Filosofi plant based mereka sering kali menghasilkan hidangan yang indah secara visual dan kaya rasa.
Kami memesan menu Tasting Merguerite, dan salah satu menu yang paling berkesan adalah Tomato Tartlet sebagai hidangan pembuka. Tartlet mini ini disajikan dengan tomat heirloom yang sangat manis, dipadukan dengan burrata krim dan basil oil yang harum. Rasanya segar dan ringan, rasa alami dari bahan masih tertinggal.
Hidangan utama yang Lensa Jalan pesan adalah Aged Duck, disajikan dengan beetroot dan ceri. Bebeknya dimasak pink sempurna, kulitnya renyah. Dagingnya lembut dan kaya rasa, dipasangkan dengan saus ceri yang memberikan keseimbangan rasa manis dan asam yang sempurna.
Untuk hidangan penutup, Marguerite menyajikan Dessert Trolley yang penuh dengan hidangan manis dan menarik dipandang. Lensa Jalan memilih kreasi lemon dan pistachio. Rasa lemon yang tajam dan menyegarkan berpadu dengan pistachio yang nutty menghasilkan akhir yang memuaskan.
Kami memilih non alcoholic pairing yang direkomendasikan sommelier. Minuman-minuman unik yang dibuat dari ekstrak buah dan rempah terasa kompleks dan mendampingi hidangan dengan sangat baik, tanpa menghilangkan fokus pada rasa makanan.
Tips Lensa Jalan untuk makan di Marguerite:
- Nikmati dinner disini, suasananya jauh lebih romantis daripad di siang hari.
- Datanglah lebih awal dan nikmati berjalan-jalan sebentar di dalam Flower Dome sebelum reservasi untuk mengatur menciptakan suasana yang lebih romantis.
- Pakaian yang cocok disini adalah smart casual.
Marguerite buka dari hari Rabu – Minggu jam 12.00 – 15.00 dan jam 18.00 – 22.30. Di hari rabu mereka hanya buka di jam 18.00 – 22.30. Kamu bisa reservasi di Marguerite dengan menghubungi nomor +65 9862 3306 atau melalui official website Marguerite.
Menu Marguerite
FAQ
Q: Apakah restoran romantis di Singapura mahal?
Ya, kebanyakan memang mahal.
Q: Kapan waktu terbaik untuk reservasi?
Idealnya di hari kerja, seperti Senin – Kamis agar lebih tenang dan mungkin mendapat promo. Tapi kalau kamu mau fine dining di akhir pekan, lakukan reservasi setidaknya 2 sampai 3 minggu lebih awal.
Q: Apakah memakai dress-code?
Restoran tidak mengharuskan, namun sebaiknya menggunakan pakaian smart casual. Jangan memakai pakaian terlalu santai seperti kaos oblong dan sandal jepit agar tidak mengganggu mood.
Q: Apakah wajib menyebut acara spesial saat reservasi?
Ya, kalau kamu merayakan sesuatu seperti, anniversary, lamaran, atau ulang tahun, infokan saja ke restoran saat reservasi. Banyak tempat akan menyiapkan detail ekstra seperti lilin atau dessert spesial.
Singapura memang punya banyak pilihan restoran romantis, dari yang ultra-mewah dengan view kota, hingga taman kaca yang tenang. Dari pengalaman Lensa Jalan, keempat tempat di atas menghadirkan kombinasi suasana, rasa, dan pengalaman yang menakjubkan.
Hayo, sudah siap melamar atau surprise pasanganmu di restoran yang mana nih?
