Little India selalu menawarkan pengalaman yang membuat Lensa Jalan kembali lagi dan lagi. Setiap sudutnya seperti kisah yang bergerak: aroma bunga melati yang bercampur dengan wangi masala, percakapan Tamil yang mengalir cepat, lampu-lampu toko emas yang tak pernah padam, dan bangunan heritage yang penuh warna seperti palet lukisan hidup. Tidak peduli berapa kali Lensa Jalan datang ke Singapura, Little India adalah tempat yang tidak pernah gagal memikat hati.
Menurut Singapore Tourism Board (2024), Little India termasuk dalam lima distrik heritage paling banyak dikunjungi turis mancanegara, dengan lebih dari 3 juta pengunjung setiap tahun. Dan inilah lima aktivitas yang menurut Lensa Jalan paling layak kamu coba minimal sekali seumur hidup.
1. Menyusuri Serangoon Road, Jantung Kehidupan Little India
Lensa Jalan selalu memulai perjalanan dari Serangoon Road karena inilah pusat denyut kehidupan Little India. Begitu keluar dari MRT dan menjejakkan kaki di trotoar, suasana langsung pecah dengan cara yang penuh energi. Toko emas dengan etalase yang berkilauan seperti cahaya matahari pagi selalu tampak ramai, sementara pasar bunga tradisional menebar aroma melati yang mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak mencium keharumannya.
Saat berjalan pelan, Lensa Jalan mendengar suara musik Bollywood dari toko-toko CD lama yang masih tetap bertahan di era digital. Sementara itu, pedagang kain sari menata gulungan kain berwarna zamrud, safir, dan emas dengan rapi di etalase, seolah sedang memamerkan budaya India yang kaya dan elegan. Serangoon Road benar-benar hidup sepanjang hari. Ia adalah pusat aktivitas, pusat interaksi, dan pusat identitas warga Tamil Singapura. Menurut data STB, lebih dari 70% aktivitas wisata di kawasan ini terjadi di sepanjang Serangoon Road, yang menjadikannya tempat terbaik untuk merasakan Little India secara utuh. Siapa pun yang pernah berjalan menyusuri Serangoon Road pasti mengingatnya sebagai pengalaman multisensori yang kaya dan sulit dibandingkan dengan area lain di Singapura.
Alamat: Serangoon Road, Singapura 218274
Jam terbaik untuk berkunjung: 09.00 – 21.00 (jalan selalu buka karena area publik)
Transportasi: MRT Little India (DT12/NE7)
2. Menyelami Surga Kuliner India di Tekka Centre

Sumber: Tekka Centre in Singapore – Little India’s Colourful Hawker Market – Go Guides
Tekka Centre selalu menjadi persinggahan wajib bagi Lensa Jalan, terutama saat rasa lapar datang setelah berjalan jauh. Begitu memasuki area hawker-nya, aroma kari yang pekat langsung mengisi udara, sementara suara dentingan panci besar dan percikan minyak dari masakan roti prata memberi ritme tersendiri. Tekka Centre bukan hanya pasar makanan, ini adalah jantung kuliner India di Singapura.
Menurut Channel News Asia (2023), Tekka Centre adalah hawker dengan pilihan masakan India terbesar di Singapura. Lensa Jalan selalu kembali untuk menikmati chicken biryani yang harum dengan nasi basmati panjang yang dimasak sempurna. Rasanya kuat, rempahnya tebal, dan porsinya besar, sebuah hidangan yang memberikan kenyamanan sekaligus kelezatan. Teh tarik hangat yang ditarik tinggi oleh sang penjual menjadi pelengkap yang membuat pengalaman makan semakin lengkap.
Tidak hanya makanannya, suasana di Tekka Centre membuat Lensa Jalan merasa seperti sedang berada di pasar India yang sesungguhnya. Ada keluarga lokal yang bersantai sambil menikmati dosai, turis yang baru pertama kali mencoba kari pedas sambil tertawa, hingga warga lansia yang menyesap teh sambil membaca koran. Semuanya menciptakan atmosfer yang hangat dan hidup, menjadikan Tekka Centre tempat yang sempurna untuk memahami budaya India melalui makanan.
Alamat: 665 Buffalo Road, Singapore 210665
Jam Buka: 06.30 – 21.00
Transportasi: MRT Little India Exit C (paling dekat)
3. Menyerap Ketenangan di Sri Veeramakaliamman Temple
Tidak jauh dari keramaian Serangoon Road, Sri Veeramakaliamman Temple berdiri sebagai salah satu simbol spiritual paling penting di Little India. Dari kejauhan, Lensa Jalan sudah bisa melihat ribuan patung dewa dan dewi kecil yang menghiasi fasad kuil ini, membuatnya tampak megah sekaligus penuh detail artistik. Dibangun pada tahun 1881, kuil ini didedikasikan untuk Dewi Kali, pelindung dan simbol kekuatan dalam kepercayaan Hindu. Begitu melangkah masuk, suasana berubah drastis. Hiruk-pikuk luar perlahan lenyap dan digantikan dengan kedamaian yang lembut. Aroma dupa memenuhi udara, sementara lantunan doa dari para pemuja menciptakan nuansa spiritual yang dalam. Menurut National Heritage Board, kuil ini adalah salah satu bangunan religi tertua dan paling penting bagi komunitas Tamil di Singapura.
Melihat ritual puja di pagi hari selalu memberi Lensa Jalan rasa syukur. Ada keheningan yang menyentuh hati, meski berada di tengah kota modern yang tak pernah berhenti bergerak. Itulah sebabnya Lensa Jalan selalu memasukkan kuil ini sebagai destinasi wajib setiap kali datang ke Little India, karena ia memberikan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga emosional dan spiritual.
Alamat: 141 Serangoon Road, Singapore 218042
Jam Buka: 08.00 – 12.30 & 16.00 – 20.30
Catatan: Wajib melepas sepatu sebelum masuk
4. Menikmati Pengalaman Belanja 24 Jam di Mustafa Centre

Sumber: Mustafa Centre Singapore – Singapore Shopping Complex – Go Guides
Bagi Lensa Jalan, Mustafa Centre adalah tempat yang dirancang khusus untuk para pecinta belanja yang tidak mengenal waktu. Bayangkan sebuah department store raksasa yang buka 24 jam, dipenuhi lorong-lorong barang yang seolah tidak ada habisnya. Dari elektronik, parfume original, perhiasan, cokelat, obat-obatan, hingga pakaian sari India, semuanya tersedia di sini dalam jumlah yang luar biasa banyak.
Menurut Singapore Business Review (2022), Mustafa Centre memiliki lebih dari 300.000 produk, menjadikannya salah satu pusat belanja paling lengkap di Asia Tenggara. Setiap kali masuk, Lensa Jalan selalu berakhir membeli sesuatu yang tidak direncanakan. Lorongnya yang rapat dan penuh barang membuat Mustafa seperti labirin kecil yang menyenangkan.
Berbelanja di Mustafa pada tengah malam adalah pengalaman yang unik. Meski jam menunjukkan pukul dua dini hari, toko ini tetap hidup dengan pembeli dari berbagai negara. Keluar dari pusat belanja pada saat jalanan mulai sepi memberi sensasi yang jarang ditemukan di Singapura, seolah-olah kota ini memiliki sisi yang tidak diketahui banyak orang.
Alamat: 145 Syed Alwi Road, Singapore 207704
Jam Buka: 24 jam setiap hari
Transportasi: MRT Farrer Park (10 menit berjalan kaki)
5. Berburu Foto di House of Tan Teng Niah, Rumah Terwarna-warni di Little India
Di antara semua bangunan yang ada di Little India, House of Tan Teng Niah adalah yang paling sering membuat Lensa Jalan berhenti tanpa sadar. Rumah kecil ini, dengan fasad penuh warna cerah, terlihat seperti potongan dunia fantasi yang tiba-tiba muncul di tengah kota. Dibangun oleh pengusaha Tionghoa pada awal 1900-an, rumah ini merupakan salah satu peninggalan arsitektur Cina terakhir di Little India, menjadikannya sangat berharga dalam catatan sejarah Singapura.
Warna merah, hijau, kuning, biru, dan ungu saling bertemu dengan cara yang tampak harmonis, meski seharusnya terlihat bertabrakan. Lensa Jalan selalu datang di pagi atau sore hari karena cahaya matahari yang jatuh miring ke dinding rumah membuat setiap foto terlihat jauh lebih dramatis. Tidak peduli sudah berapa kali Lensa Jalan memotretnya, rumah ini selalu terlihat menarik dari sudut mana pun.
Tempat ini juga sangat populer di kalangan turis, fotografer profesional, hingga influencer Instagram. Namun, meskipun ramai, suasananya tetap terasa hangat. Anak-anak sering berlari di halaman, sementara para wisatawan tersenyum ketika menemukan sudut foto yang sempurna. House of Tan Teng Niah adalah bukti bagaimana multikulturalisme Singapura tercipta bukan karena kebetulan, melainkan karena sejarah yang panjang dan saling menyatu.
Little India adalah tempat yang selalu memberi kejutan. Setiap kunjungan menghadirkan cerita baru. Mulai dari Serangoon Road yang hidup sepanjang hari, Tekka Centre yang memanjakan lidah, kuil bersejarah yang menenangkan hati, pusat belanja 24 jam yang menggoda, hingga rumah warna-warni yang selalu berhasil membuat siapa pun tersenyum, semuanya menyatu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Bagi Lensa Jalan, Little India bukan hanya sekadar destinasi wisata. Ia adalah ruang untuk merasakan kehidupan yang sebenarnya: penuh warna, penuh rasa, dan penuh cerita. Jika kamu sedang merencanakan perjalanan ke Singapura, biarkan kawasan ini menjadi salah satu alasan mengapa perjalananmu akan selalu terkenang.
Alamat: 37 Kerbau Road, Singapore 219168
Jam Buka: 09.00 – 17.00 (halaman bisa diakses sepanjang hari)
Akses: 5 menit berjalan dari Tekka Centre
FAQ
- Apa hotel terbaik yang dekat dengan Universal Studio Singapore?
Hotel terbaik dan paling dekat adalah Hard Rock Hotel Singapore, Hotel Michael, dan Village Hotel Sentosa. Ketiganya berlokasi di dalam kawasan Resorts World Sentosa dan hanya beberapa menit berjalan kaki dari pintu masuk USS. - Berapa kisaran harga hotel dekat Universal Studio pada tahun 2025?
Berdasarkan data terbaru dari Agoda dan Booking.com, hotel bintang empat di sekitar USS berada pada kisaran SGD 180–250 per malam, sedangkan hotel bintang lima bisa mencapai SGD 300–450 per malam. - Berapa lama perjalanan dari Little India ke Universal Studio Singapore?
Perjalanan MRT memakan waktu sekitar 23–25 menit. Kamu cukup naik MRT dari Little India menuju HarbourFront (North-East Line), lalu melanjutkan perjalanan dengan Sentosa Express menuju Waterfront Station. - Apakah ada pilihan hotel budget yang dekat dengan Universal Studio?
Sentosa terkenal dengan hotel-hotel premium, tetapi kamu bisa mencari opsi budget di sekitar HarbourFront, Telok Blangah, dan Outram. Akses ke USS dari area tersebut sangat mudah dan cepat. - Apa area terbaik untuk menginap jika ingin dekat dengan Universal Studio tetapi tetap dekat kota?
Little India, Clarke Quay, dan Bugis menjadi pilihan bagus karena memiliki banyak hotel budget dan mid-range. Selain itu, akses transportasi ke USS sangat efisien via MRT.
