Misi Kuliner Berburu Laksa Paling Otentik di Singapura!
Setiap Lensa Jalan main-main ke Singapura, Lensa Jalan selalu menyempatkan untuk mencoba salah satu kuliner legendaris Negara Singa ini, yaitu Laksa. Rasanya belum lengkap ke ya, kalau kamu kesini tapi gak menyempatkan sekali saja makan kuliner dengan kuah berwarna oranye ini.
Menurut National Heritage Board (NHB) Singapura, Laksa Peranakan atau Katong Laksa adalah salah satu dari 23 elemen yang masuk daftar nominasi UNESCO Intangible Cultural Heritage of Humanity Singapura. Ini menunjukkan bahwa Laksa bukan hanya sekadar makanan, tapi warisan budaya yang diakui secara nasional.
Jadi, dengan kamu makan Laksa di Singapura, kamu turut melestarikan budaya peranakan disana loh! Dan yang menggiurkan, harga Laksa tidaklah mahal dan termasuk backpacker friendly.
Dan ini dia 3 kedai makan Laksa di Singapura yang Lensa Jalan pernah coba, dan kamu harus kesana juga!
1. 328 Katong Laksa (51 East Coast Rd, Singapura)
Siapa pun yang mencari Laksa otentik di Singapura pasti akan diarahkan ke satu tempat, yaitu 328 Katong Laksa di 51 East Coast Road. Lensa Jalan sudah sering mendengar reputasinya yang melegenda, bahkan pernah mengalahkan Chef Gordon Ramsay dalam sebuah tantangan. Tentu saja, rasa penasaran membawa Lensa Jalan langsung ke sini.
Laksa di 328 Katong ini memiliki karakter yang sangat kuat. Begitu suapan pertama masuk, lidah langsung dimanjakan oleh kuah santan yang lemak (kental) dan creamy sempurna. Rasanya sangat kaya, perpaduan pas antara gurih, pedas, dan sedikit manis dari santan kelapa. Aroma udang kering dan rempah-rempah yang meresap sempurna membuat kuahnya begitu aromatik dan hangat di perut.
Uniknya, mie bihun tebalnya disajikan dengan dipotong pendek-pendek. Ini adalah ciri khas Laksa Katong, yang membuat kamu bisa menikmatinya hanya dengan menggunakan sendok. Kamu jadi bisa makan mie sekaligus menyeruput kuahnya yang gurih.
Isiannya melimpah dengan irisan kue ikan, udang segar, dan yang terpenting, hum (kerang) yang kenyal dan gurih.
Untuk pecinta pedas, jangan lewatkan sambal merah yang disediakan terpisah. Tambahkan sambal ini ke dalam kuah, dan sensasi pedasnya akan semakin ‘menggigit’, sehingga meningkatkan kekayaan rasa santan tersebut.
Laksa di sini bukan hanya sekadar mi kuah, tapi simfoni rasa yang kompleks, comfort food terbaik yang pernah saya coba.
Lokasi 328 Katong Laksa di East Coast Road ini terasa khas warung makan lokal Singapura. Tempatnya tidak mewah, melainkan sederhana. Kamu akan melihat meja-meja sederhana yang terkadang harus berbagi dengan pengunjung lain, memberikan suasana hawker yang otentik.
Tempat ini memiliki aura khusus berkat dinding yang dipenuhi foto-foto selebriti dan tokoh terkenal yang pernah singgah. Foto-foto tersebut menjadi bukti bisu betapa legendarisnya kedai Laksa ini. Pelayanannya cepat dan efisien, sesuai dengan namanya sebagai tempat makan yang populer dan padat pengunjung.

Tips dari Lensa Jalan saat makan di 328 Katong Laksa:
- Selain Laksa, cobalah memesan Otah-Otah mereka. Otah-Otah adalah pepes ikan bakar yang dibungkus daun kelapa, memiliki rasa ikan yang gurih, sedikit pedas, dan cocok sekali disantap berbarengan dengan kuah Laksa yang kaya. Di Indonesia disebut dengan otak-otak.
- Laksa dari 328 Katong Laksa tersedia dalam ukuran kecil dengan harga SGD 7.80 dan besarĀ SGD 9.80. Kalau kamu tidak terlalu lapar atau ingin menyisakan ruang untuk mencoba makanan lain di area Katong yang terkenal, ukuran kecil sudah cukup memuaskan.
- Untuk menyeimbangkan rasa kuah yang creamy dan hangat, pesan minuman asam segar seperti Es Jeruk Nipis (Lime Juice) atau Jus Luo Han Guo (Luohan Longan).
328 Katong Laksa berlokasi di 51 East Coast Road. Buka setiap hari dari jam 09.30 – 21.30.
2. 928 Yishun Laksa (Yishun Central 1)

Sumber: https://sethlui.com/
Meskipun letaknya jauh di kawasan utara Singapura, 928 Yishun Laksa adalah kedai yang wajib didatangi oleh setiap pencinta Laksa sejati. Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, warung tanpa nama resmi ini telah menjadi favorit warga lokal selama bertahun-tahun, dan antrean panjangnya adalah bukti terbaik dari reputasinya.
Lensa Jalan sengaja datang ke Yishun untuk mencicipi kelezatan yang sering jadi bahan perbincangan. Rupanya perjalanan jauh ini terbayar lunas dengan semangkuk mie Laksa.
Laksa di 928 Yishun memiliki rasa yang menonjol dan sangat tradisional. Kuahnya sungguh kental dan creamy. Bisa dipastikan mereka tidak pelit dalam menggunakan santan. Tetapi yang membuatnya istimewa adalah keseimbangan antara rasa manis alami santan, gurihnya udang kering (hei bi), dan aroma rempah-rempah yang hangat. Benar-benar comfort food, apalagi kalau sedang hujan rintik-rintik.
Dibandingkan dengan Laksa Katong, kuah 928 Yishun terasa lebih lembut dan menenangkan, tidak terlalu berminyak, namun tetap kaya rasa. Rasanya seperti pelukan hangat di perut.
Mereka menggunakan bihun tebal yang kenyal. Kamu bisa memilih untuk disajikan utuh atau dipotong pendek. Lensa Jalan sarankan kamu untuk coba versi utuh, dan dapatkan pengalaman menyeruput mie yang setiap helainya dilumuri kuah yang punya rasa kuat.
Setiap mangkuk diisi dengan irisan tau pok atau tahu pong yang telah menyerap kuah dari Laksa. Ada juga irisan kue ikan, telur rebus, tauge yang renyah, dan yang paling dinantikan, kerang darah (hum) yang gemuk. Mereka juga menyajikan sedikit crab stick sebagai garnish unik.
Jangan pernah makan Laksa di sini tanpa mencampur sedikit sambalnya. Sambal mereka kaya akan cita rasa udang kering yang kuat, memberikan rasa gurih asin yang dalam dan meningkatkan rasa pedas kuah secara keseluruhan.
Harga Laksa mereka yang sangat terjangkau, tidak sampai SGD 5. Murah dan enak, perpaduan yang tepat untuk kita jemput masuk ke dalam perut.
Untuk suasana tempatnya terlihat sangat sederhana, khas warung makan lokal di Singapura. Saat jam makan siang, bersiaplah untuk antrean panjang yang berkelok-kelok. Tapi, jangan khawatir, staf di sini sangat efisien dan ramah, membuat antrean bergerak cukup cepat.
Suasananya penuh dengan aktivitas warga lokal. Kamu bisa melihat para pekerja, pensiunan, dan ibu-ibu rumah tangga duduk bersama menikmati Laksa. Ini membuat pengalaman makan kamu seperti menjelma menjadi warga lokal.
Tips dari Lensa Jalan Saat Makan di 928 Yishun Laksa
- Sebaiknya siapkan uang tunai, karena pembayaran di warung hawker tradisional seperti ini sering kali hanya menerima uang tunai.
- Kalau kamu gak sabar mengantre sampai 30 menit, hindari jam makan siang puncak, sekitar jam 12.00 – 14.00. Datanglah lebih awal di pagi hari atau sore menjelang tutup.
- Kedai kopi ini juga memiliki warung-warung lain yang menarik. Cobalah es dingin (cold dessert) yang ada di dekatnya setelah kamu selesai menyantap Laksa yang pedas dan hangat. Ada juga penjual Popiah (lumpia basah) yang sering menjadi pasangan sempurna untuk Laksa.
928 Yishun Laksa berlokasi di Block 928 HDB Yishun. Buka dari Senin sampai Sabtu, jam 08.30 – 18.00.
3. Depot Road Zhen Shan Mei Claypot Laksa (Alexandra Village Food Centre, Singapura)

Sumber: https://eatbook.sg/
Saat berbicara tentang Laksa, kebanyakan orang membayangkan semangkuk mie kuah seperti pada umumnya. Tapi di Depot Road Zhen Shan Mei Claypot Laksa mie Laksa disajikan dalam mangkuk tanah liat (claypot) yang panas membara. Reputasi kedai ini sebagai pemenang Bib Gourmand Michelin berulang kali sudah cukup menjadi alasan Lensa Jalan harus datang untuk makan di sini.
Dan benar saja, keunikan sajian ini memberikan pengalaman makan yang gak bisa ditiru oleh kedai Laksa lain.
Hal pertama yang mencuri perhatian adalah kuahnya. Kuah Laksanya sangat berlemak dan kental. Tekstur ini diperoleh dari proses memasak yang lama dengan campuran rempah yang kaya seperti cabai padi, lengkuas biru, kunyit, terasi (belachan), dan serai, ditambah dengan santan segar yang berlimpah.
Faktor pembedanya adalah efek claypot itu sendiri. Karena Laksa disajikan mendidih, kuahnya tetap panas hingga suapan terakhir. Proses ini membuat rempah-rempah dan minyak santan terus mengeluarkan aroma sedap, dan menciptakan sensasi hangat dan aromatik yang intens di setiap suapan.
Tau pok (tahu goreng kembung) yang digunakan di sini benar-benar menjadi bintang kedua, menyerap kuah Laksa yang kaya rasa sehingga ketika digigit, ledakan rasa gurih dan pedas langsung memenuhi mulut.
Tentu saja, Laksa ini dilengkapi dengan bihun tebal yang kenyal, tauge yang renyah, irisan kue ikan, dan kerang darah (hum) yang gemuk. Semua topping terasa lebih tender dan beraroma karena dimasak dan dihangatkan dalam claypot.
Secara keseluruhan, rasa Laksa ini adalah perpaduan yang bold, creamy, dan sangat memuaskan. Keunggulan utama ada pada penyajian yang memastikan setiap suapan selalu panas mengepul..
Antrean di kedai ini seringkali cukup panjang, membuktikan status mereka sebagai salah satu Laksa terbaik. Meskipun tempatnya sederhana, duduk di area terbuka hawker centre sambil menikmati Laksa panas yang berasap memberikan nuansa komunitas yang menyenangkan. Kamu akan melihat banyak orang lokal menikmati hidangan mereka, menambah keaslian pengalaman makan di Singapura.
Tips dari Lensa Jalan Saat Makan di Depot Road Zhen Shan Mei Claypot Laksa
- Karena disajikan mendidih, mangkuk tanah liatnya sangat panas! Jangan pernah menyentuh claypot secara langsung dan pastikan kamu meletakkannya di tempat yang aman.
- Laksa yang disajikan panas ini pasti akan membuat kamu berkeringat, apalagi kalau kamu tambahkan sambal. Bawa tisu atau siapkan minuman dingin untuk menyeimbangkan hawa panas dari claypot.
- Depot Road Zhen Shan Mei Claypot sering tutup lebih awal, kalau stocknya habis. Datanglah sebelum jam makan siang untuk menghindari antrean.
Depot Road Zhen Shan Mei Claypot Laksa berlokasi di Alexandra Village Food Centre. Setiap hari Senin – Selasa dan Kamis – Sabtu jam 09.00 sampai jam 15.00.
FAQ
Q: Apa bedanya Laksa Katong dan Laksa Biasa? (Penting untuk Pencarian)
A: Laksa Katong mengacu pada gaya penyajian yang mienya dipotong pendek-pendek, sehingga kamu bisa menyantapnya hanya dengan sendok. Kuahnya cenderung lebih kental dan creamy karena menggunakan lebih banyak santan. Laksa biasa bisa disajikan dengan mie panjang dan topping yang lebih variatif.
Q: Apakah Laksa aman untuk yang alergi Seafood?
A: Tidak. Laksa secara fundamental mengandung kerang (cockles) dan kuahnya dibuat dengan bumbu udang kering (hae bi hiam) atau pasta udang. Kamu harus sangat berhati-hati dan menginformasikannya ke penjual, namun lebih baik memilih menu lain.
Q: Bagaimana cara menentukan penjual Laksa yang enak di Hawker Center?
A: Cari dua hal ini, antrean panjang dari warga lokal (bukan turis) dan panci besar berisi kuah yang dimasak di atas api kecil (bukan dihangatkan) di area depan. Ini menjamin kuah yang selalu segar dan fresh.
Itulah 3 rekomendasi tempat makan Laksa di Singapura yang Lensa Jalan pernah coba dan cocok dengan lidah kami. Tapi selera orang beda-beda ya. Kamu punya rekomendasi lain? Infokan ke kami ya!
