Singapura menjadi salah satu destinasi wisata yang ramah bagi perjalanan pertama. Selain dekat dari Indonesia, untuk ke Negara 1000 aturan ini tidak perlu visa, yang artinya kamu gak perlu mengeluarkan biaya lebih. Biaya tiketnya pun murah, terlebih saat ini banyak travel fair yang menawarkan tiket PP Indonesia Singapura dengan harga terjangkau.
Karena alasan-alasan itulah banyak backpacker Indonesia yang memilih Singapura sebagai destinasi favoritnya. Mahal? Kata siapa? Kamu harus tau tips hematnya ala Lensa Jalan!
Mengapa Singapura layak untuk backpacker?

Meskipun sering dianggap Negara mahal, nyatanya Singapura masih menjadi Negara tujuan bagi para turis, termasuk Backpacker. Menurut data dari Singapore Tourism Board, turis yang masuk ke Singapura pada tahun 2024 mengalami kenaikan hingga 21% dibandingkan tahun 2023.
Selain itu, Singapura punya transportasi publik yang sangat efisien dan murah. Kamu yang baru pertama kali ke Negara Singa ini akan cepat memahaminya. Mereka punya MRT, LRT, dan bus untuk membantu akomodasi kamu selama berada disana.
Untuk makan sehari-hari, banyak penginapan yang menyediakan sarapan pagi. Ada juga Hawker Center, sejenis food court yang menjual berbagai macam makanan dengan harga dibawah SGD 10 dengan porsi yang tentu mengenyangkan.
Singapura juga menyediakan tempat wisata dengan harga terjangkau bahkan gratis loh! Iya, seramah itu mereka dengan kaum backpacker. Ini artinya, Singapura termasuk Negara yang “ramah” di kantong buat para backpacker selama kamu tau trik dan tipsnya. Yuk simak!
1. Persiapan sebelum keberangkatan
1.1 Visa, dokumen & waktu terbaik
- Beruntungnya, kita warga Indonesia mendapatkan bebas visa ke Singapura selama 30 hari tinggal. Siapkan saja paspormu, dan pastikan masa berlakunya masih lebih dari 6 bulan.
- Singapura punya 2 musim, sama seperti Indonesia. Ini membuat Negara dengan ikon patung Merlion cocok dikunjungi kapan saja. Tapi menurut Lensa Jalan, musim terbaik adalah saat bulan Februari – April, dimana kelembapan udara rendah. Tapi kalau kamu lebih suka suhu lebih dingin, pergi bulan November – Februari. Namu siap-siap dengan resiko hujan yang menjadi musuh utama para backpacker.
- Kalau kamu gak suka terlalu ramai, hindari pergi saat musim liburan, yaitu di bulan Juni – Juli, dan Desember – Januari. Cek juga apakah ada event dunia seperti F1 dan lainnya. Karena itu akan meningkatkan jumlah turis yang tentu saja bisa sangat ramai.
1.2 Buat anggaran harian & strategi hemat

- Sebaiknya siapkan anggaran harian untuk bisa memantau pengeluaranmu. Setidaknya minimal SGD 50 untuk makan berat, nyemil, dan menikmati atraksi. Sarapan pagi bisa di penginapan jika disediakan, jika tidak cari kedai sarapan pagi yang banyak di kunjungi warga lokal, biasanya harga yang ditawarkan terjangkau. Untuk makan siang dan malam, kamu bisa cari Hawker Center. Mereka punya berbagai jenis makanan yang disediakan, dijamin gak akan bosan.
- Nah untuk penginapan, kamu bisa bermalam di Hostel. Ya, hostel menjadi andalan bagi backpacker untuk beristirahat. Harganya murah, bisa dibawah Rp500.000 per malam. Kamu akan dapat loker untuk menyimpan barang berharga. Kekurangannya, kamu harus berbagi kamar dengan backpacker lainnya. Namun gak usah khawatir, kamu bisa memilih kalau mau 1 kamar dengan sesama jenis. Kamar mandinya sharing, tapi pihak hostel akan sering membersihkannya. Sarapan pagi yang ditawarkan ringan, seperti roti bakar dengan selai dan mie instan.
- Tips dari Lensa Jalan, sisihkan sedikit dari anggaran harianmu untuk pengeluaran tidak terduga.
1.3 Tips mendapatkan hostel terjangkau

- Cari hostel atau dorm di area Chinatown, Little India atau Geylang. Daerah sana lebih murah karena bisa dibilang “jauh” dari pusat kota.
- Pesan lebih awal supaya dapat harga lebih rendah, dan pilih yang punya fasilitas dapur atau free laundry, jadi kamu bisa menghemat banyak.
- Berikut beberapa hostel rekomendasi Lensa Jalan dengan harga maksimal Rp800.000an permalam:
2. Transportasi
2.1 Sistem transportasi umum yang efisien
- Singapura punya jaringan MRT dan bus yang bersih, tepat waktu, dan menghubungkan banyak destinasi utama. Kamu tidak perlu rental kendaraan yang harganya pasti jauh lebih tinggi daripada transportasi umum.
- Tips dari Lensa Jalan, beli Ez Link atau gunakan kartu debit atau kartu kredit untuk tap di kendaraan umum.
2.2 Strategi hemat transportasi
- Kalau itinerary kamu sering berpindah lokasi dengan menggunakan transportasi umum, maka beli Singapore Tourist Pass bisa lebih hemat. Tapi, jika kamu memutuskan untuk menikmati suatu tempat dalam waktu lama, atau memilih berjalan kaki untuk mengitari Singapura, cukup pakai Ez-link dan kartu bankmu.
- Pilih hostel yang dekat dengan stasiun MRT atau halte bus agar bisa berjalan ke banyak tempat, menghemat biaya transportasi.
- Jam akhir MRT adalah jam 11 malam, dan bus pada jam 12 malam. Pulanglah ke hostel sebelum jam ini, kecuali kamu kuat berjalan kaki. Sebab, kalau kamu naik taksi online biayanya pasti lebih mahal.
- Download peta atau map MRT untuk memudahkan jalanmu supaya bisa lebih efisien.
3. Makan & minum hemat tapi tetap nikmat
3.1 Kuliner jalanan & hawker centre
Menurut berita dari The Wall Street Journal, makanan di hawker centre yang sangat terjangkau bisa dimulai dari SGD 4 dan hingga sekarang tetap menjadi bagian penting budaya kuliner Singapura.
Makanya hawker centre menjadi sahabat baik buat kita para backpacker Singapura untuk menjaga agar perut tetap kenyang. Kamu bisa menemukannya setiap area, terutama di sekitaran pusat perbelanjaan.
3.2 Tips makan hemat ala Lensajalan
Kunjungi Hawker Centre ini:
- Maxwell Food Centre di Tanjong Pagar
- Old Airport Road Food Centre di dekat MRT Dakota
- Amoy Street Food Centre di zona Downtown core
- Lau Pa Sat Hawker Centre di Raffles Quay
- Tiong Bahru Market Hawker Centre di dekat MRT Tiong Bahru
- Kamu bisa menekan biaya makan dengan cara sarapan pagi di hotel, atau jika kamu memilih sarapan pagi diluar, pilihlah yang ringan seperti roti kaya dengan teh kisaran harga SGD 3, dilanjutkan dengan makan siang dan malam masing-masing kisaran harga SGD 7. Maka dalam sehari kamu bisa makan 3 kali dengan harga SGD 17 saja.
- Bawa tumblr atau botol biasa juga boleh, untuk memanfaatkan fasilitas air isi ulang yang tersebar di berbagai penjuru Singapura secara gratis.
- Oh ya, kalau saat kamu makan dan Hawker Centre sedang ramai, kamu bisa meletakkan tisu di atas meja sebagai tanda bahwa meja tersebut ada pemiliknya. Dan kamu bebas berkeliling atau antri makananmu. Jangan lupa untuk membersihkan sisa makan, dan kembalikan tray serta peralatan makanmu di tempat yang disediakan.
4. Apa yang bisa dilakukan gratis dan hemat di Singapura?
Ada banyak aktivitas gratis dan terjangkau di Singapura. Berikut daftarnya:
- Jalan-jalan di bagian luar Supertrees Gardens by The Bay
- Pertunjukan air pada malam hari di Marina Bay Sands
- Bermain di pasar lokal murah Chinatown, Bugis Street, dan Tekka Centre
- Menjelajah jalan lokal di Little India dan Kampong Glam
- Menikmati pantai di Sentosa Island
- Berofoto di area Universal Studio
- Jalan-jalan di Singapore Botanical Garden
- Keliling Singapura, melihat Singapura dari mata warga lokal dengan naik bus 48
5. Hal-hal yang harus diwaspadai & etika lokal
5.1 Biaya diluar perkiraan
Singapura memang bisa lebih mahal daripada negara tetangga Asia Tenggara. Jadi jangan kaget dengan akomodasi yang mungkin terlihat “murah” untuk ukuran Singapura, tapi jika dibandingkan dengan Negara lain termasuk mahal, ekspektasi harus realistis.
5.2 Aturan dan etika lokal yang penting untuk backpacker
- Ada banyak aturan ketat yang diterapkan di Singapura. Seperti jangan makan dan minum di kendaraan umum, tidak boleh konsumsi permen karet, dan vape ilegal.
- Jangan duduk di meja yang telah diberi tisu di Hawker Centre, tisu menandakan bahwa meja itu sudah ada pemiliknya.
- Jangan membuat keributan di transportasi umum, dan berikan kursimu kepada warga prioritas, seperti wanita hamil, lansia, orang yang membawa anak, dan penumpang disabilitas.
6. Itinerary hemat 3 hari untuk backpacker

Hari pertama
- Pagi: Tiba di Changi Airport, naik MRT ke hostel di Chinatown atau Little India.
- Siang: Makan di hawker centre (contoh: Maxwell Food Centre) dan lanjutkan berjalan-jalan di Chinatown.
- Sore: Kunjungi Gardens by the Bay (bagian luar gratis), lalu naik MRT ke Marina Bay untuk foto skyline malam.
- Malam: Makan malam hawker atau street food, kemudian jalan-jalan di Clarke Quay atau balik ke hostel.
Hari 2
- Pagi: Sarapan murah di hawker, lanjutkan naik MRT ke Singapore Botanic Gardens (UNESCO site), berjalan sambil menikmati tumbuhan yang rindang.
- Siang: Makan di hawker atau food court lokal, lalu naik bus ke timur kota (contoh: East Coast Park) untuk santai pantai atau piknik.
- Sore: Jelajah Little India & Kampong Glam (Arab Street) untuk shopping murah dan fotografi budaya.
- Malam: Makan di hawker centre lokal, kamu bisa coba makan satay di Lau Pa Sat.
Hari 3
- Pagi: Pergi ke Bukit Timah Nature Reserve atau Southern Ridges (jika ingin keluar kota), transport mungkin sedikit lebih mahal. Jika tidak, berjalan-jalannya di area Orchard.
- Siang: Makan di Hawker Centre, kemudian kamu bisa cek hostel/hostel mates untuk berbagi transport atau aktivitas. Biasanya sesama Backpacker suka bertualang bersama.
- Sore: Beli oleh-oleh khas Singapura di Mustafa Centre atau Bugis Street.
- Malam: Makan malam di Hawker Centre dan pulang hostel lebih awal untuk persiapan pulang ke Indonesia.
Itinerary ini dibuat dengan budget seminim mungkin dan banyak berjalan kaki, makan di hawker Centre, menginap di hostel atau dorm, dan menggunakan transportasi publik. Jika kamu punya anggaran sedikit lebih besar, bisa ditambah atraksi berbayar pilihan seperti masuk Universal Studio, naik bianglala, masuk di dalam Garden by The Bay, dan aktivitas seru lainnya.
Untuk membantumu, kamu bisa download list dibawah ini:
Backpacking ke Singapura bukan hanya untuk traveler kantong tebal. Menurut catperku@gmail.com Dengan strategi yang tepat seperti memilih hostel yang hemat, makan di hawker centre, memakai transportasi publik, dan memilih aktivitas gratis atau murah, kamu bisa menikmati Singapura seru tanpa takut menguras kantong.
Secara realistis, jika dibandingkan dengan Negara di Asia lainnya, tentu Singapura bisa dibilang yang termahal. Jadi siapkan anggaran dan jangan berekspetasi terlalu esktrim ya. Dengan panduan ini, Lensa Jalan berharap cocok buat kalian para backpacker Indonesia, khususnya yang baru mau ke Singapura.
Nah sekarang kamu mau ke Singapura sendirian atau bareng siapa nih? Selamat menikmati backpacker hemat di Singapura, Negara singa dengan 1000 peraturan!
