Singapura dulu dikenal sebagai surganya street food. Orang-orang datang untuk hawker center, makan enak dengan harga yang terasa “masih masuk akal”. Tapi beberapa tahun terakhir, kota kecil ini berubah sangat cepat, bukan cuma jadi destinasi wisata kuliner, tapi menjadi salah satu pusat fine dining paling serius di Asia.
Hari ini, ketika kamu bicara tentang restoran paling mahal di Singapura, kamu sedang bicara tentang tempat-tempat yang harganya bisa menyaingi restoran elite dunia. Ada pengalaman makan malam yang bisa membuat tagihan kamu berada di rentang S$300 sampai S$800+ per orang, bahkan sebelum minuman. Dan menariknya, harga itu bukan sekadar “mahal karena gaya”, tapi karena banyak restoran di sini memang bermain di level tertinggi.
Dalam MICHELIN Guide Singapore 2025, total restoran berbintang Michelin di Singapura mencapai 42 restoran, terdiri dari 3 restoran bintang tiga, 7 restoran bintang dua, dan 32 restoran bintang satu. Di level tertinggi, ada tiga restoran yang mempertahankan status 3 Michelin Stars: Les Amis, Odette, dan Zén.
Kalau kamu bertanya, “kenapa bisa selevel itu?” jawabannya ada pada detail. Di restoran ultra-luxury, kamu tidak cuma makan makanan yang enak. Kamu masuk ke pengalaman yang disusun dari awal sampai akhir, ruang makan yang elegan, plating yang seperti karya seni, service yang membuat kamu merasa diperhatikan tanpa diganggu, dan menu yang dibuat seolah-olah chef sedang menceritakan sesuatu lewat rasa. Dan menariknya… perubahan Singapura menjadi “kekuatan kuliner global” punya satu titik penting. Perubahan itu terasa semakin cepat sejak MICHELIN Guide resmi masuk ke Singapura pada tahun 2016, sebuah momen yang membuat banyak restoran lokal berlomba menaikkan standar dan menyempurnakan identitas mereka. Sejak itu, Singapura seperti berubah menjadi arena kompetisi elit, tempat chef-chef dunia mendirikan restoran flagship, dan hanya yang benar-benar luar biasa yang bisa bertahan.
Kenapa Restoran Ultra-Mewah di Singapura Bisa Sangat Mahal?
Alasan utama kenapa restoran paling mahal di Singapura punya harga setinggi itu bukan hanya karena bahan premium, tapi karena paket lengkap pengalaman yang kamu beli.
Pertama, banyak restoran top-tier di Singapura mendatangkan bahan terbaik dari berbagai negara. Seafood segar dari Jepang, produk musiman dari Eropa, hingga bahan langka seperti oscietra caviar, black truffle, dan daging premium yang dipilih langsung dengan standar tinggi. Semua ini membuat biaya produksi jauh lebih besar dibanding restoran biasa.
Kedua, hampir semua restoran mahal di Singapura menawarkan tasting menu multi-course. Ini bukan “menu panjang supaya kelihatan mewah”, tapi cara chef menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan storytelling lewat rasa.
Ketiga, service di restoran seperti ini tidak sekadar “ramah”. Mereka bekerja dengan standar yang membuat kamu merasa kebutuhan kamu sudah dipahami bahkan sebelum kamu bicara. Dari ritme penyajian, cara staff menjelaskan, sampai gesture kecil, semuanya dibuat untuk menjaga suasana tetap elegan. Dan terakhir, faktor eksklusivitas. Banyak restoran termahal punya jumlah kursi terbatas. Itu berarti semakin sedikit orang yang bisa masuk, semakin tinggi nilai pengalaman yang dirasakan.
Elite 3 Michelin Stars: 3 Restoran Paling Prestisius di Singapura
Bintang tiga Michelin adalah pencapaian tertinggi dalam dunia fine dining. Michelin sendiri menyebut restoran bintang tiga sebagai tempat yang “worth a special journey”, restoran yang pantas kamu datangi bahkan kalau harus terbang jauh hanya untuk satu makan malam. Di Singapura, ada tiga restoran yang memegang status ini dan mempertahankannya pada 2025: Odette, Les Amis, dan Zén. Dan ketiganya berada di level harga yang bisa melewati S$500 per orang sebelum minuman.
- Odette – Keanggunan French Fine Dining di National Gallery
Odette adalah definisi restoran yang bukan sekadar mahal, tapi punya aura “ikon”. Banyak orang datang ke Singapura dan menjadikan Odette sebagai bucket list. Dan begitu kamu masuk, kamu akan paham kenapa. Odette berada di National Gallery Singapore, sebuah lokasi yang dari awal sudah terasa prestisius. Kamu tidak hanya datang ke restoran, kamu seperti sedang masuk ke ruang makan elegan di tengah museum yang tenang dan artistik. Karena itu, vibe-nya terasa sangat berbeda: elegan, lembut, dan romantis dalam cara yang halus.
Chef Julien Royer membangun Odette sebagai tempat yang memadukan teknik Prancis dengan sentuhan rasa yang lebih modern. Menu tasting mereka biasanya berada di kisaran S$380–S$480 per orang (tergantung pilihan). Di sini, signature dish yang terkenal termasuk rosemary smoked organic egg with caviar dan kampot pepper crusted pigeon, hidangan yang membuktikan bahwa Odette tidak bermain di rasa yang “keras”, tapi rasa yang presisi dan refined.
Yang membuat Odette spesial adalah kemampuannya menghadirkan makanan yang mewah tapi tidak berat. Seafood-nya clean, sausnya halus dan tidak membuat kamu cepat eneg, dan dessert-nya terasa elegan, bukan “pukulan gula”. Plating-nya juga bukan gaya yang heboh, tetapi cukup membuat kamu diam sejenak dan berpikir: “kok bisa ya orang menyusun makanan seindah ini?”
2) Les Amis – Kuil French Haute Cuisine Paling Klasik di Singapore
Les Amis adalah salah satu restoran paling “serius” dalam kategori French haute cuisine. Kalau Odette terasa lembut dan romantis, Les Amis terasa seperti “old money”, tenang, formal, dan percaya diri. Restoran ini sudah lama menjadi salah satu standar tertinggi fine dining di Singapura dan mempertahankan status 3 Michelin Stars. Chef Sébastien Lepinoy menjaga restoran ini tetap relevan dengan pendekatan klasik yang refined, bukan trend-driven.
Harga tasting menu di Les Amis biasanya berada di rentang S$400–S$500+ per orang, dan di sinilah kamu akan melihat permainan bahan premium tingkat tinggi. Salah satu signature mereka yang sangat terkenal adalah kegani crab dengan oscietra caviar dan black truffle angel hair pasta, hidangan yang menunjukkan kenapa Les Amis punya reputasi besar.
Yang membuat Les Amis jadi pilihan utama untuk fine dining formal adalah atmosfernya. Interiornya elegan dan intimate, service-nya impeccably polite, dan wine cellar mereka dikenal sebagai salah satu yang paling kuat di Asia, terutama Burgundy dan Bordeaux. Bagi pecinta wine, Les Amis bisa menjadi pengalaman yang membuat total bill naik jauh lebih tinggi, tapi tetap terasa worth untuk momen tertentu.
3) Zén – Inovasi Nordic yang Dibuat Seperti “Cerita”
Zén adalah restoran yang paling “unik” dibanding dua lainnya. Kalau kamu mencari fine dining yang terasa seperti pengalaman bercerita, Zén punya konsep yang membuat kamu merasa sedang ikut sebuah perjalanan.
Chef Björn Frantzén membawa ide Nordic fine dining ke Singapura melalui Zén, restoran dengan konsep tiga lantai. Ini bukan sekadar desain unik, tapi bagian dari pengalaman. Makan di Zén sering kali melibatkan perpindahan ruang, interaksi, dan ritme yang terasa seperti babak demi babak.
Harga dinner fixed menu Zén dikenal sekitar S$580++, sedangkan lunch menu sekitar S$395++ (sebelum pajak dan service). Dan mereka menyarankan kamu menyiapkan 3,5 jam untuk menikmati experience. restaurantzen.com
Zén menekankan bahan musiman dan teknik modern yang membuat rasa terasa “unexpected”, namun tetap clean. Di sini, fine dining bukan hanya tentang rasa enak, tapi tentang bagaimana rasa itu dibangun, dipresentasikan, dan diceritakan.
Tier Michelin 2 Stars: Premium Fine Dining yang Hampir Menyamai 3 Stars
Restoran bintang dua Michelin biasanya berada satu tingkat di bawah 3 Stars, tapi sering kali memberikan pengalaman yang tidak kalah memukau. Harga mereka umumnya di rentang S$250–S$450 per orang, dan sering menjadi pilihan untuk kamu yang ingin pengalaman ultra-luxury tapi tidak selalu ingin “harga tertinggi”.
- Waku Ghin – Japanese-European Degustation Eksklusif di Marina Bay Sands
Waku Ghin adalah salah satu restoran yang membuat kamu merasa masuk ke ruang eksklusif. Berlokasi di Marina Bay Sands, restoran ini menawarkan pengalaman degustation sekitar 10-course, dengan konsep yang intimate dan seating terbatas.
Chef Tetsuya Wakuda dikenal sebagai chef yang memadukan teknik Jepang dengan sentuhan Eropa. Menu mereka berkisar S$350–S$450 per orang, dan signature-nya termasuk Ohmi wagyu steak, botan shrimp, dan fresh sea urchin.
Yang membuat Waku Ghin mahal bukan hanya bahan, tapi kombinasi bahan premium, teknik yang menjaga tekstur tetap lembut tapi punya “structure”, dan finishing yang sangat rapi. Semua terasa elegan dan “well-designed”.
2. JAAN by Kirk Westaway – British Cuisine di Ketinggian (Swissotel The Stamford)
Kalau kamu suka makan malam dengan view, JAAN adalah salah satu tempat yang bisa memberi pengalaman terbaik. Berada di lantai 70 Swissotel The Stamford, kamu akan mendapatkan panorama skyline Singapore yang luar biasa, terutama saat sunset.
Chef Kirk Westaway punya konsep “Reinventing British” dengan tasting menu sekitar S$300–S$400 per orang. Kombinasi fine dining dan view membuat pengalaman terasa lebih premium, apalagi kalau kamu datang untuk momen spesial.
3. Shoukouwa – Edomae Sushi Omakase yang Sangat Autentik
Kalau kamu pecinta sushi dan ingin pengalaman Edomae yang autentik, Shoukouwa adalah salah satu restoran omakase premium terbaik. Harga omakase di sini bisa berada di rentang S$350–S$500 per orang, dengan seafood premium yang diterbangkan dari Jepang.
Yang bikin Shoukouwa spesial adalah fokusnya pada teknik tradisional dan filosofi musim. Menu berubah mengikuti bahan terbaik yang tersedia, dan kamu akan merasakan pengalaman sushi counter yang edukatif sekaligus intimate.
Apa yang Membuat Restoran Ini Worth It Selain Makanannya?
Harga ekstrem di restoran ultra-luxury bukan cuma soal bahan mahal. Ada beberapa hal yang membuat kamu merasa “ini memang kelas atas”:
- Michelin recognition: jaminan kualitas dan konsistensi bertahun-tahun.
- Chef kelas dunia: pengalaman, filosofi, dan kreativitas yang jarang bisa ditiru.
- Service standar tinggi: rasio staf, training, dan detail yang membuat kamu merasa dilayani dengan elegan.
- Lokasi eksklusif: museum, Marina Bay Sands, atau tempat dengan view skyline.
- Seating terbatas: membuat experience terasa personal dan “scarce”.
Cara Booking Restoran Termahal di Singapore

Kalau kamu ingin makan di restoran paling mahal di Singapore, kamu perlu strategi.
Kebanyakan restoran fine dining membutuhkan reservasi 2–3 bulan lebih awal, terutama untuk Friday dan Saturday night. Untuk menghemat dan lebih mudah dapat slot, banyak restoran juga menawarkan lunch menu yang lebih terjangkau dibanding dinner.
Beberapa restoran meminta deposit atau prepayment, dan cancellation policy mereka bisa ketat (24–48 jam). Tips cepat:
- incar weekday dinner atau weekend lunch
- cek pembukaan reservasi bulanan (contoh Zén)
- gunakan concierge hotel kalau kamu menginap di hotel premium
Restoran ultra-luxury di Singapore bukan tempat untuk “sekadar kenyang”. Ini tempat untuk merasakan pengalaman fine dining yang dibuat seperti seni.
Kalau kamu ingin yang paling ikonik dan romantis: Odette
Kalau kamu ingin fine dining klasik formal: Les Amis
Kalau kamu ingin experience storytelling yang paling unik: Zén
Kalau kamu ingin Japanese-exclusive di Marina Bay Sands: Waku Ghin
FAQ
1) Apa restoran paling mahal di Singapore?
Untuk pengalaman Michelin 3 stars, Zén, Odette, dan Les Amis termasuk kategori paling premium dan mahal.
2) Berapa biaya fine dining di restoran termahal Singapore?
Umumnya fine dining premium berada di range S$300–S$800+ per orang, tergantung tasting menu dan pairing. Zén dinner disebutkan sekitar S$580 dan lunch sekitar S$395.
3) Apakah Odette benar-benar berada di National Gallery Singapore?
Ya. Odette berlokasi di National Gallery Singapore, Supreme Court Wing.
4) Restoran Michelin 3 stars apa saja yang ada di Singapore?
Michelin Guide menampilkan beberapa restoran dengan 3 Michelin Stars, termasuk Zén, Odette, dan Les Amis.
5) Kapan waktu terbaik untuk reservasi fine dining di Singapore? Kalau kamu mau weekend dinner atau high-demand restoran, lakukan reservasi minimal 2–4 minggu sebelumnya, atau lebih cepat lagi untuk 3 Michelin stars.
