Liburan ke Arab Saudi sekarang bukan cuma soal umrah atau mengunjungi tempat-tempat religi. Negara ini punya banyak destinasi menarik, mulai dari gedung pencakar langit di Riyadh, kawasan bersejarah Jeddah, sampai pemandangan gurun dan situs kuno di AlUla. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum menjadikannya tujuan liburan pertama.
Masalahnya, banyak wisatawan terlalu fokus mencari tiket pesawat murah dan hotel nyaman, tetapi lupa mengecek detail kecil yang justru menentukan kelancaran perjalanan. Mulai dari jenis visa yang sesuai, aturan berpakaian, jam operasional tempat wisata, sampai transportasi antarkota yang ternyata tidak sesederhana kelihatannya.
Bayangkan sudah menyusun itinerary untuk mengunjungi museum terkenal, tetapi ternyata museum tersebut tutup pada hari kedatanganmu. Atau, kamu sudah membeli tiket dan memesan hotel secara terpisah, padahal jenis visa yang dibutuhkan mengharuskan pembelian paket perjalanan tertentu. Situasi seperti ini tentu bisa membuat liburan menjadi lebih mahal dan melelahkan.
Supaya perjalanan pertamamu lebih lancar, kamu harus pelajari dahulu panduan ke Arab Saudi untuk pemula, dan sekarang Lensa Jalan merangkum 10 hal penting yang sering dilupakan wisatawan saat liburan ke Arab Saudi, lengkap dengan tips praktis, rekomendasi destinasi, alamat, dan informasi jam kunjungannya.
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Liburan ke Arab Saudi?
Sebelum membahas satu per satu, ada beberapa kebutuhan dasar yang harus kamu siapkan untuk perjalanan wisata ke Arab Saudi. Persiapan utamanya mencakup paspor yang memenuhi masa berlaku minimum, visa sesuai tujuan perjalanan, tiket dan akomodasi yang memenuhi persyaratan visa, asuransi perjalanan sesuai ketentuan, serta dana yang cukup selama berada di Arab Saudi.
Namun, persiapan perjalanan tidak berhenti pada dokumen. Kamu juga perlu memahami perbedaan iklim, budaya setempat, moda transportasi, dan jam operasional tempat wisata.
Bagi wisatawan Indonesia, ada satu hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus: jalur pengajuan visa wisata Arab Saudi tidak selalu sama dengan negara yang memperoleh akses eVisa reguler secara langsung. Karena itu, sebaiknya tentukan jalur visa yang memenuhi persyaratan sebelum mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan.
10 Hal Penting yang Sering Dilupakan Saat Liburan ke Arab Saudi
1. Tidak Mengecek Jenis Visa yang Benar untuk Paspor Indonesia
Salah satu kesalahan paling berisiko adalah menganggap semua wisatawan bisa langsung mengajukan eVisa Arab Saudi dengan cara yang sama. Arab Saudi memang memiliki fasilitas visa wisata elektronik. Namun, akses eVisa reguler bergantung pada kewarganegaraan dan persyaratan lainnya.
Pada 2026, pemegang paspor Indonesia termasuk dalam negara yang memperoleh akses program Visa by Package, yaitu visa wisata elektronik melalui pembelian paket perjalanan lengkap dari penyedia yang disetujui Kementerian Pariwisata Arab Saudi.
Paket tersebut harus memenuhi persyaratan berikut:
- Tiket penerbangan pulang-pergi yang sudah dikonfirmasi.
- Akomodasi di hotel berlisensi dengan klasifikasi minimal bintang empat.
- Pemesanan melalui penyedia perjalanan resmi dalam program.
- Nilai minimum paket SAR 4.000 per orang dewasa untuk dua hari pertama, dengan tambahan SAR 1.000 untuk setiap hari berikutnya.
Nilai minimum paket bukan harga visa saja. Jadi, wisatawan yang menemukan tiket pesawat dan hotel murah secara terpisah tidak boleh langsung menganggap pembelian tersebut memenuhi syarat program. Untuk pemegang paspor Indonesia yang memenuhi persyaratan visa lain, misalnya berdasarkan visa atau izin tinggal tertentu, jalur pengajuannya dapat berbeda.
Tips Lensa Jalan, periksa pilihan visa melalui Visit Saudi Visa Packages sebelum membayar tiket. Pastikan nama di paspor, reservasi, dan visa konsisten untuk menghindari masalah ketika check-in maupun pemeriksaan imigrasi. Untuk penjelasan lebih detail, baca juga Panduan Liburan ke Arab Saudi untuk Pemula: Syarat eVisa, Aturan Berpakaian, hingga Estimasi Biaya.
2. Salah Memilih Musim dan Meremehkan Cuaca Arab Saudi
Arab Saudi sering dibayangkan sebagai negara yang selalu panas. Padahal, kondisi cuacanya berubah cukup besar berdasarkan musim, kota, dan waktu dalam sehari. Pada musim panas, suhu di wilayah seperti Riyadh dapat meningkat hingga lebih dari 40°C. Berjalan di luar ruangan selama beberapa jam tentu terasa berbeda dibandingkan menjelajahi kota-kota wisata di Indonesia.
Sebaliknya, saat musim dingin, wilayah gurun dan dataran tinggi bisa terasa sangat sejuk, terutama pada malam hari. Kalau hanya membawa kaus tipis karena menganggap Arab Saudi selalu panas, kamu mungkin justru merasa kedinginan ketika mengikuti aktivitas malam di gurun.
Secara umum, November hingga Maret menjadi periode yang menarik untuk aktivitas outdoor di berbagai kawasan Arab Saudi. Namun, pilihan waktu terbaik tetap bergantung pada kota tujuan. Jika ingin mengunjungi AlUla, misalnya, sebaiknya prioritaskan aktivitas luar ruangan pada pagi atau sore. Sementara itu, ketika berada di Riyadh pada musim panas, museum dan atraksi indoor lebih nyaman dikunjungi pada siang hari.
Tips praktisnya adalah memeriksa suhu maksimum dan minimum setiap kota beberapa hari sebelum berangkat. Jangan hanya melihat rata-rata suhu Arab Saudi secara nasional.
3. Menganggap Semua Kota Wisata Arab Saudi Berdekatan
Kesalahan berikutnya adalah membuat itinerary terlalu padat tanpa menghitung jarak antarkota. Di peta, Riyadh, Jeddah, Madinah, dan AlUla mungkin terlihat masih berada dalam satu negara. Namun, wilayah Arab Saudi sangat luas dan perjalanan antarkota membutuhkan perencanaan tersendiri.
Sebagai gambaran, jarak perjalanan darat Riyadh – Jeddah mencapai sekitar 950 kilometer atau lebih, bergantung rute. Perjalanan menggunakan mobil bisa memakan waktu sekitar 9 – 11 jam, belum termasuk berhenti untuk istirahat.
Jika ingin berpindah dari Riyadh ke Jeddah, penerbangan domestik sering lebih efisien. Sementara itu, beberapa rute seperti Jeddah – Madinah bisa memanfaatkan Haramain High Speed Railway. Untuk pemula, lebih baik menjelajahi satu atau dua kota dengan santai daripada memaksakan empat kota dalam lima hari.
Contoh pembagian itinerary yang lebih realistis:
| Lama perjalanan | Rekomendasi |
|---|---|
| 3 – 4 hari | Fokus Riyadh atau Jeddah |
| 5 – 6 hari | Riyadh dan Jeddah |
| 7 – 8 hari | Riyadh dan Jeddah dengan aktivitas lebih santai |
| 9 – 10 hari | Riyadh, Jeddah, dan AlUla |
Pembagian tersebut merupakan rekomendasi perencanaan, bukan durasi wajib. Sesuaikan juga dengan penerbangan, jadwal tur, dan ketentuan visa.
4. Mengabaikan Aturan Berpakaian dan Etika di Tempat Umum
Banyak wisatawan perempuan mengira bahwa mereka wajib memakai abaya hitam dan hijab sepanjang waktu ketika liburan ke Arab Saudi. Padahal, wisatawan perempuan tidak diwajibkan memakai abaya atau menutup rambut saat beraktivitas di tempat wisata umum. Meski begitu, aturan setempat tetap mengharuskan pengunjung mengenakan pakaian yang sopan.
Pakaian seperti maxi dress longgar, tunik berlengan panjang, kemeja, dan celana panjang merupakan pilihan praktis. Untuk laki-laki, kaus atau kemeja dengan celana panjang juga cocok digunakan ketika menjelajahi kota. Yang perlu diperhatikan adalah perbedaan aturan antarjenis tempat. Lokasi ibadah memiliki ketentuan lebih khusus dibandingkan pusat perbelanjaan atau kawasan wisata umum.
Selain pakaian, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihormati, termasuk meminta izin sebelum memotret orang, menjaga perilaku di tempat umum, serta menghindari tindakan yang dianggap tidak sopan. Tips Lensa Jalan, bawa satu outer atau scarf di dalam tas. Selain berguna ketika udara dingin, perlengkapan tersebut juga membantu menyesuaikan pakaian ketika mengunjungi tempat yang lebih konservatif.
5. Tidak Memeriksa Hari Libur dan Jam Buka Tempat Wisata
Ini salah satu hal kecil yang paling mudah merusak itinerary. Tidak semua museum dan tempat wisata Arab Saudi buka setiap hari. Beberapa destinasi juga memiliki jadwal berbeda pada hari Jumat, bulan Ramadan, atau hari libur nasional. Contohnya adalah Saudi National Museum di Riyadh.
Museum ini menawarkan pengalaman mengenal sejarah Semenanjung Arab, mulai dari masa prasejarah hingga perkembangan Kerajaan Arab Saudi. Koleksinya mencakup artefak sejarah, instalasi visual, dan sejumlah ruang pamer tematik. Lokasinya berada di kawasan King Abdulaziz Historical Center, sehingga cocok dikombinasikan dengan aktivitas wisata budaya di pusat Riyadh.
Namun, museum ini memiliki jadwal operasional yang perlu diperhatikan. Museum berhenti menerima pengunjung baru satu jam sebelum tutup. Jadi, datang pukul 18.45 pada hari yang tutup pukul 19.00 bukan pilihan yang tepat. Selalu periksa situs resmi tempat wisata, bukan hanya jam operasional yang tercantum di aplikasi peta. Jadwal dapat berubah selama Ramadan, Idulfitri, atau penyelenggaraan acara tertentu.
6. Tidak Menyiapkan Internet, Navigasi, dan Transportasi Lokal
Di kota besar Arab Saudi, memiliki akses internet bukan sekadar kebutuhan untuk mengunggah foto liburan. Internet membantu kamu memesan taksi online, membuka peta, menerjemahkan informasi, mengecek tiket digital, hingga menghubungi hotel.
Kesalahan yang sering dilakukan wisatawan adalah baru memikirkan kartu SIM setelah tiba di bandara, padahal mereka sudah membutuhkan internet untuk mencari titik penjemputan. Sebelum berangkat, periksa apakah ponsel mendukung eSIM dan bandingkan paket roaming dengan SIM lokal. Kamu juga bisa mengunduh peta offline untuk kota yang akan dikunjungi.
Aplikasi navigasi dan transportasi akan sangat membantu, terutama ketika alamat ditulis dengan transliterasi Arab yang berbeda-beda. Di Riyadh dan Jeddah, transportasi online tersedia, tetapi tidak semua tempat wisata mempunyai titik penjemputan yang sama. Pada kawasan besar seperti bandara atau pusat perbelanjaan, lokasi penjemputan bisa berada cukup jauh dari pintu keluar utama.
Lebih baik, kamu juga impan alamat hotel dalam bahasa Inggris dan Arab jika tersedia, kemudian ambil screenshot halaman reservasi. Langkah sederhana ini memudahkan komunikasi dengan pengemudi ketika koneksi internet sedang bermasalah.
7. Tidak Menghitung Biaya Tambahan di Luar Tiket dan Hotel
Banyak wisatawan membuat budget liburan hanya berdasarkan tiket pesawat dan harga kamar hotel. Padahal, masih ada biaya lain yang sering tidak diperhitungkan, mulai dari transportasi bandara, makan, paket internet, tiket atraksi, hingga perjalanan domestik.
Jika menggunakan Visa by Package, jangan lupa bahwa paket harus memenuhi ketentuan nilai minimum yang berlaku. Untuk membantu menghitung pengeluaran harian, berikut contoh estimasi biaya di luar komponen yang sudah termasuk paket.
| Kebutuhan | Estimasi pengeluaran |
|---|---|
| Makan per hari | SAR 50 – 120 |
| Transportasi lokal per hari | SAR 30 – 100 |
| Paket data | SAR 40 – 120 |
| Tiket atraksi | SAR 0 – 150+ per tempat |
| Dana darurat | 10 – 15% dari anggaran |
Angka merupakan ilustrasi perencanaan, bukan harga resmi atau penawaran paket wisata. Selain pengeluaran harian, pastikan kamu mengetahui apakah hotel menerapkan biaya tambahan untuk sarapan, layanan kamar, atau kebutuhan lain.
Untuk wisatawan yang ingin menghemat pengeluaran, pilih hotel dengan lokasi strategis dan rencanakan beberapa aktivitas dalam kawasan yang sama. Contohnya, jika ingin menjelajahi Historic Jeddah atau Al Balad, sebaiknya sisihkan satu sore khusus untuk kawasan tersebut daripada bolak-balik dari hotel beberapa kali.
8. Mengira Semua Tempat Wisata Bisa Dikunjungi Tanpa Reservasi
Tidak semua destinasi di Arab Saudi bisa dikunjungi dengan cara datang langsung, membeli tiket di pintu masuk, lalu bebas menjelajahi seluruh area. Salah satu contohnya adalah Hegra, situs arkeologi yang menjadi salah satu destinasi unggulan AlUla.
Hegra merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang dikenal dengan makam-makam monumental dari peradaban Nabataean. Bangunan tersebut dipahat langsung pada formasi batu pasir dan menciptakan lanskap yang sangat khas.
Namun, ada aturan penting yang perlu diketahui. Pengunjung harus mengikuti jalur dan ketentuan kunjungan yang ditetapkan. Kamu tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri untuk menjelajahi situs utama secara bebas atau masuk ke makam yang dilindungi.
Tur resmi biasanya menggunakan kendaraan bersama atau kendaraan privat dengan pendamping. Jumlah tur per hari terbatas sehingga pemesanan lebih awal sangat disarankan.
Perlu diperhatikan bahwa informasi pusat pengunjung Hegra pada halaman resmi Experience AlUla belum sepenuhnya konsisten. Ada halaman yang mencantumkan jam 06.30 – 18.00 dan halaman lain yang menyebut penutupan sementara. Karena itu, konfirmasikan titik pertemuan dan status operasional pada tiket tur, bukan mengandalkan jam pusat pengunjung saja.
9. Melewatkan Wisata Lokal karena Terlalu Fokus pada Destinasi Terkenal
Arab Saudi memang mempunyai landmark terkenal, tetapi pengalaman wisatanya tidak berhenti pada tempat-tempat ikonik. Salah satu hal yang membuat perjalanan lebih berkesan adalah meluangkan waktu untuk mengenal kawasan bersejarah, pasar tradisional, makanan lokal, dan suasana kehidupan masyarakat.
Contohnya adalah Historic Jeddah (Al Balad). Di kawasan ini, kamu akan menemukan bangunan tua dengan jendela kayu berukir khas Hijaz yang disebut rawasheen. Jalanan di sekitarnya memiliki pertokoan tradisional, gerai rempah-rempah, parfum, dan tempat makan.
Daripada hanya berfoto selama 15 menit, coba luangkan waktu untuk menjelajahi kawasan dengan berjalan kaki. Perhatikan detail bangunan dan mampirlah ke toko lokal yang menarik. Jangan lupa mencoba makanan khas Arab Saudi seperti kabsa, jareesh, atau mutabbaq jika menemukannya di restoran lokal.
Pengalaman kuliner juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal budaya Saudi. Sebagian hidangan disajikan dalam porsi besar untuk dimakan bersama, sehingga ada baiknya menanyakan ukuran porsi sebelum memesan.
10. Tidak Menyisakan Waktu Cadangan dalam Itinerary
Kesalahan terakhir yang sering dianggap sepele adalah membuat itinerary terlalu ketat. Bayangkan kamu tiba di Riyadh pada pagi hari, langsung berencana mengunjungi tiga tempat wisata, kemudian melanjutkan penerbangan domestik pada malamnya. Di atas kertas mungkin terlihat efisien, tetapi perjalanan seperti ini menyisakan sedikit ruang untuk keterlambatan penerbangan, kemacetan, antrean imigrasi, atau kelelahan.
Untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Arab Saudi, sebaiknya hindari menyusun perjalanan dengan terlalu banyak perpindahan dalam satu hari. Kalau tiba setelah penerbangan panjang dari Indonesia, gunakan hari pertama untuk check-in, beristirahat, menukar uang bila diperlukan, dan mengenal lingkungan hotel.
Ketika menjadwalkan tur atau penerbangan domestik, pertimbangkan waktu menuju bandara, proses keamanan, serta batas waktu check-in. Hal ini terutama penting jika kamu berencana mengikuti tur Hegra atau atraksi lain yang mempunyai jadwal keberangkatan tertentu. Terlambat datang bisa berarti kehilangan kesempatan mengikuti tur yang sudah dipesan.
Contoh Itinerary Arab Saudi 7 Hari untuk Wisatawan Pemula
Berikut contoh jadwal perjalanan yang dapat disesuaikan dengan penerbangan, paket visa, dan preferensi wisata.
| Hari | Lokasi | Aktivitas |
|---|---|---|
| 1 | Riyadh | Tiba, check-in, dan istirahat |
| 2 | Riyadh | Saudi National Museum dan wisata sejarah |
| 3 | Riyadh | Wisata kota modern dan kuliner |
| 4 | Riyadh – Jeddah | Penerbangan domestik, lalu santai di hotel |
| 5 | Jeddah | Menjelajahi Historic Jeddah (Al Balad) |
| 6 | Jeddah | Jeddah Waterfront dan wisata kuliner |
| 7 | Jeddah | Belanja oleh-oleh dan penerbangan pulang |
Jadwal ini sengaja tidak memasukkan terlalu banyak tempat dalam satu hari. Tujuannya agar kamu mempunyai kesempatan menikmati suasana setiap kota sekaligus mengurangi risiko kelelahan. Jika berencana berlibur saat Ramadan atau musim haji, periksa kembali jadwal atraksi dan pembatasan perjalanan yang mungkin berlaku.
Checklist Persiapan Liburan ke Arab Saudi Sebelum Berangkat
Gunakan checklist interaktif berikut agar tidak ada persiapan penting yang terlewat.
Checklist Keberangkatan
[ ] Paspor masih berlaku minimal enam bulan saat masuk
[ ] Jalur visa sudah dipastikan sesuai paspor dan dokumen
[ ] Tiket penerbangan dan hotel sesuai persyaratan visa
[ ] Asuransi dan dokumen perjalanan sudah diperiksa
[ ] Cuaca dan pilihan pakaian sudah disesuaikan
[ ] Internet atau eSIM serta peta offline sudah disiapkan
[ ] Transportasi bandara dan antarkota sudah direncanakan
[ ] Jam buka dan reservasi destinasi sudah dicek
[ ] Budget tambahan dan dana darurat sudah tersedia
[ ] Salinan dokumen penting tersimpan secara offline
Checklist ini bisa kamu gunakan kembali ketika menyiapkan perjalanan ke berbagai negara, dengan menyesuaikan persyaratan visa, aturan masuk, dan kebutuhan khusus destinasi.
FAQ:
Wisatawan perlu menyiapkan paspor, visa yang sesuai, tiket pesawat, akomodasi, asuransi sesuai ketentuan, dana perjalanan, pakaian sopan, serta akses internet. Pastikan pula jadwal tempat wisata dan transportasi sudah diperiksa sebelum berangkat.
Bisa. Arab Saudi menerima perjalanan untuk tujuan wisata umum. Pemegang paspor Indonesia perlu menggunakan jalur visa yang sesuai, termasuk program Visa by Package apabila memenuhi persyaratan.
Arab Saudi memiliki fasilitas pariwisata modern di berbagai destinasi, tetapi wisatawan tetap harus memperhatikan keselamatan pribadi, hukum setempat, dan informasi keamanan terkini. Gunakan transportasi tepercaya dan hindari bepergian tanpa persiapan ke wilayah terpencil.
Biaya bergantung pada jenis visa dan paket perjalanan. Untuk Visa by Package, nilai minimum paket tujuh hari adalah SAR 9.000 per orang dewasa berdasarkan ketentuan yang diperiksa. Pengeluaran di luar cakupan paket perlu dihitung terpisah. Visit Saudi Official Website
Wisatawan perempuan dewasa dapat melakukan perjalanan wisata secara mandiri sesuai persyaratan visa dan peraturan yang berlaku. Tetap disarankan menyiapkan akomodasi, transportasi, dan informasi kontak darurat sebelum keberangkatan.
Tidak untuk aktivitas wisata umum. Namun, seluruh wisatawan perlu berpakaian sopan. Ketika mengunjungi lokasi ibadah atau tempat dengan ketentuan khusus, ikuti aturan berpakaian setempat.
Kesimpulan: Liburan ke Arab Saudi Lebih Nyaman dengan Persiapan yang Tepat
Liburan ke Arab Saudi untuk pertama kali bisa menjadi pengalaman menarik, terutama jika kamu ingin menjelajahi destinasi yang memadukan sejarah, budaya, kota modern, dan lanskap gurun.
Namun, perjalanan yang menyenangkan bukan hanya soal memilih tempat wisata populer. Hal-hal seperti ketentuan visa, cuaca, aturan berpakaian, jarak antarkota, serta jam operasional destinasi sering menentukan apakah perjalanan berjalan lancar atau justru merepotkan.
Dari sepuluh hal yang sudah dibahas, ada tiga prioritas yang sebaiknya kamu selesaikan lebih dulu: pastikan visa sesuai dengan paspor, susun itinerary berdasarkan jarak antarkota, dan periksa jadwal serta reservasi atraksi sebelum berangkat. Setelah itu, kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan, mulai dari menjelajahi jalanan bersejarah Al Balad, mengenal masa lalu Arab Saudi di museum Riyadh, sampai mengagumi formasi bebatuan kuno di AlUla.
Mau liburan ke Arab Saudi tanpa bingung mulai dari mana?
Sebelum membeli tiket, baca panduan lengkap liburan ke Arab Saudi untuk pemula yang membahas syarat visa, aturan berpakaian, estimasi biaya, dan rekomendasi itinerary secara lebih mendalam.
Jangan lupa simpan dan bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang sedang merencanakan perjalanan ke Arab Saudi. Kamu juga bisa menemukan lebih banyak inspirasi dan tips liburan di Lensa Jalan agar setiap perjalanan terasa lebih mudah direncanakan.