Liburan ke Manila rasanya kurang lengkap kalau belum mencoba kuliner khas Filipina. Masalahnya, bagi wisatawan Indonesia yang baru pertama kali datang, mencari tempat makan khas Filipina di Manila bisa cukup membingungkan. Pilihannya banyak, tetapi belum tentu semua restoran menyajikan masakan tradisional yang ingin kamu coba.
Apalagi, beberapa nama makanan seperti sisig, kare-kare, dan sinigang mungkin masih terdengar asing. Salah pilih menu bisa membuat pengalaman kuliner pertama terasa kurang menyenangkan. Belum lagi kalau kamu harus mencari alamat restoran, mengecek jam buka, dan memastikan pilihan makanannya sesuai dengan kebutuhan diet.
Untungnya, Manila punya banyak restoran yang menawarkan cita rasa Filipina, mulai dari rumah makan legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun hingga restoran modern yang menyajikan resep tradisional dengan sentuhan kreatif.
Dalam panduan ini, Lensa Jalan merangkum delapan rekomendasi tempat makan khas Filipina di Manila dan Metro Manila, lengkap dengan menu andalan, alamat, jam operasional, serta tips memilih makanan yang cocok untuk lidah Indonesia.
Kenapa Wisata Kuliner di Manila Wajib Masuk Itinerary?
Manila merupakan salah satu kota yang menarik untuk mengenal kekayaan kuliner Filipina. Di sini, kamu bisa menemukan masakan rumahan, hidangan khas daerah, hingga resep yang mendapat pengaruh budaya Spanyol dan China. Kalau terbiasa dengan makanan Indonesia, beberapa cita rasa Filipina mungkin terasa cukup familiar. Ada hidangan berbahan nasi, ayam panggang, sup asam, tumisan sayur, dan berbagai olahan daging.
Namun, ada juga perbedaannya. Masakan Filipina banyak menggunakan cuka, kecap asin, bawang putih, serta buah-buahan asam seperti sampalok atau asam jawa. Perpaduan ini menghasilkan rasa gurih dan asam yang cukup menonjol. Contohnya, adobo dimasak menggunakan cuka, kecap asin, bawang putih, dan rempah. Sementara itu, sinigang merupakan sup berkuah asam dengan pilihan isi daging, ikan, atau udang.
Yang membuat wisata kuliner Manila menarik bukan hanya makanannya, tetapi juga sejarah di baliknya. Beberapa restoran masih mempertahankan resep keluarga, sedangkan restoran lain berusaha memperkenalkan masakan tradisional kepada generasi baru. Tentunya, kalau ingin memahami Filipina lebih dekat, mencicipi makanan lokal menjadi salah satu cara yang menyenangkan.
8 Rekomendasi Tempat Makan Khas Filipina di Manila
1. The Aristocrat Restaurant – Restoran Legendaris Sejak 1936

Kalau ingin mencoba makanan khas Filipina di restoran yang punya sejarah panjang, The Aristocrat Restaurant layak masuk daftar pertama. Restoran ini berawal dari usaha keluarga Engracia Cruz-Reyes atau Lola Asiang pada 1936. Seiring waktu, Aristocrat berkembang menjadi salah satu nama yang dikenal dalam dunia kuliner Manila.
Cabang Roxas Boulevard di kawasan Malate menjadi pilihan menarik bagi wisatawan karena lokasinya dekat dengan Manila Bay. Suasananya lebih menyerupai restoran keluarga daripada restoran mewah. Meja-meja disiapkan untuk makan bersama, dengan menu yang cocok dinikmati secara sharing.
Salah satu hidangan paling terkenal adalah Chicken Barbecue yang biasanya disajikan bersama Java Rice dan saus khas restoran. Ayam panggangnya menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih, sementara nasi berwarna kekuningan membuat tampilannya berbeda dari nasi putih biasa. Selain itu, tersedia hidangan Filipina seperti adobo, pancit, dan lumpiang Shanghai.
Kalau mengunjungi Manila Bay menjelang sunset, kamu bisa menjadwalkan makan malam di Aristocrat setelahnya. Perhatikan bahwa sejumlah menu favoritnya mengandung babi.

Menu yang direkomendasikan:
- Chicken Barbecue with Java Rice
- Pork Barbecue
- Lumpiang Shanghai
- Chicken and Pork Adobo
Informasi restoran:
- Alamat: 432 San Andres Street, sudut Roxas Boulevard, Malate, Manila, Filipina
- Jam buka: Setiap hari, 24 jam
- Kisaran harga: Menengah
- Cocok untuk: Keluarga, rombongan, dan wisatawan yang ingin mencoba kuliner klasik
2. Barbara’s Heritage Restaurant – Makan Sambil Menikmati Budaya Filipina

Berwisata ke Intramuros tanpa mencoba kuliner lokal rasanya ada yang kurang. Apalagi kawasan bersejarah ini punya salah satu restoran yang menawarkan pengalaman makan berbeda, yaitu Barbara’s Heritage Restaurant.
Restoran ini berada di Plaza San Luis Complex, di tengah kawasan kota tua Intramuros. Begitu melihat konsep interiornya, daya tarik Barbara’s bukan hanya terletak pada makanan. Restoran ini menghadirkan nuansa klasik yang terinspirasi dari Manila pada masa kolonial Spanyol.
Furnitur kayu, dekorasi tradisional, dan bangunan bergaya heritage memberikan suasana yang cocok untuk menikmati makan siang atau makan malam setelah berkeliling Intramuros. Salah satu pengalaman unggulannya adalah buffet yang dipadukan dengan pertunjukan budaya Filipina.
Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan sambil menyaksikan pertunjukan musik dan tarian tradisional sesuai jadwal yang tersedia. Buat wisatawan yang ingin mengenal budaya Filipina melalui makanan dan hiburan, konsep seperti ini tentu lebih menarik dibandingkan hanya makan di restoran biasa.
Reservasi lebih dulu jika ingin mengikuti cultural show. Pilih sesi makan malam kalau ingin menjadikan pengalaman kuliner sebagai agenda utama setelah menjelajahi Intramuros. Restoran ini menjadi tempat andalan pasangan yang sedang honeymoon, maupun tempat makan yang family friendly.

Sumber: Jan L
Hidangan yang patut dicari dalam pilihan menu atau buffet:
- Kare-kare
- Lechon kawali
- Hidangan tradisional Filipina-Spanyol
- Leche flan sebagai dessert
Pilihan menu buffet bisa berubah sehingga sebaiknya dikonfirmasi saat reservasi.
Informasi restoran:
- Alamat: Plaza San Luis Complex, General Luna Street, Intramuros, Manila, Filipina
- Jam operasional terdaftar: Setiap hari, 09.00 – 21.00
- Sesi buffet: Makan siang mulai 11.30 dan makan malam mulai 18.30
- Kisaran harga: Premium, paket buffet dengan pertunjukan tercantum sekitar ₱1.650 per orang
- Cocok untuk: Pasangan, keluarga, dan pencinta wisata budaya
3. Manam Comfort Filipino – Tempat Mencoba Masakan Filipina dengan Sentuhan Modern

Sumber: GOLFandTRAVEL
Buat kamu yang penasaran dengan masakan Filipina tetapi ingin memulai dari restoran yang suasananya lebih modern, Manam Comfort Filipino bisa menjadi pilihan. Manam dikenal dengan konsep Filipino classics and twists, yaitu menyajikan hidangan tradisional bersama variasi yang lebih kreatif.
Salah satu menu yang paling menarik untuk dicoba adalah Sinigang na Beef Short Rib & Watermelon. Sinigang biasanya dikenal sebagai sup asam dengan bahan seperti asam jawa, daging, ikan, atau udang. Namun, versi Manam menggunakan semangka untuk memberikan sentuhan rasa manis yang menyeimbangkan kuah asamnya.
Kombinasi tersebut mungkin terdengar tidak biasa, tetapi justru menjadi alasan banyak pencinta kuliner penasaran dengan menu ini. Selain sinigang, ada House Crispy Sisig yang terkenal dengan tekstur renyah dan rasa gurih. Meski begitu, sisig pada umumnya menggunakan daging babi, sehingga wisatawan Muslim perlu lebih berhati-hati.
Manam memiliki beberapa cabang di Metro Manila. Jika menginap di sekitar Ermita atau Malate, cabang Robinsons Place Manila bisa menjadi pilihan praktis. Manam menyediakan hidangan dengan berbagai ukuran porsi. Kalau datang berdua atau bersama teman, pesan beberapa menu dalam porsi kecil supaya bisa mencicipi lebih banyak makanan.

Sumber: Gabriel Angeles
Menu yang direkomendasikan:
- Sinigang na Beef Short Rib & Watermelon
- House Crispy Sisig
- Crispy Pancit Palabok
- Kare-kare
Informasi restoran:
- Alamat: Main Mall, SM Mall of Asia, J.W. Diokno Blvd, Pasay City, 1300 Metro Manila, Philippines
- Jam buka: Setiap hari, 10.00 – 22.00
- Kisaran harga: Menengah
- Cocok untuk: Wisatawan yang baru pertama kali mencoba makanan Filipina dan pencinta kuliner modern
4. Café Adriatico – Restoran Klasik dengan Suasana Old Manila

Sumber: Jaime Almora Jr.
Di kawasan Malate, ada restoran yang menarik bagi wisatawan yang menyukai suasana klasik, yaitu Café Adriatico. Restoran ini berada di sekitar Remedios Circle, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner di Manila.
Café Adriatico memiliki karakter berbeda dari restoran Filipina pada umumnya. Menunya menggabungkan masakan lokal, hidangan Eropa, dan pengaruh kuliner Spanyol. Interiornya menawarkan suasana kafe klasik yang cocok untuk makan santai, mengobrol, atau beristirahat setelah menjelajahi kota.
Salah satu menu yang patut dicoba adalah adobo yang disajikan dengan pan de sal, roti khas Filipina. Hidangan ini menarik karena menggabungkan cita rasa masakan rumahan dengan format sajian kafe. Untuk pencinta makanan manis, Café Adriatico juga dikenal dengan Chocolate Eh, minuman cokelat kental bergaya tradisional Filipina.
Kalau ingin mencoba dessert lokal, kamu bisa mencari Halo-Halo Special yang tersedia dalam menunya. Café Adriatico cocok dikunjungi untuk sarapan santai atau coffee break. Karena menu yang disajikan cukup beragam, pastikan memilih hidangan Filipina jika tujuan utamamu adalah wisata kuliner lokal.

Sumber: Keenan Jones
Menu yang direkomendasikan:
- Adobo on Pan de Sal
- Chocolate Eh
- Halo-Halo Special
- Berbagai dessert klasik
Informasi restoran:
- Alamat: 1790 M. Adriatico Street, Remedios Circle, Malate, Manila, Filipina
- Jam buka menurut situs grup restoran: Setiap hari, 07.00 – 00.00
- Kisaran harga: Menengah
- Cocok untuk: Pasangan, wisatawan solo, dan pencinta suasana restoran klasik
5. Cabel Restaurant – Mengenal Kuliner Tradisional dari Berbagai Daerah Filipina

Sumber: Jhoanne Queri
Kalau ingin mencoba makanan khas Filipina yang tidak hanya berasal dari kawasan Manila, Cabel Restaurant menawarkan pilihan yang menarik. Restoran ini berada di kawasan San Miguel, dekat area Malacañang, dan menempati bangunan bersejarah dari era 1930an.
Konsepnya menampilkan kuliner dari berbagai wilayah Filipina, termasuk masakan yang terinspirasi dari Mindanao di bagian selatan negara tersebut. Cabel juga tercantum dalam MICHELIN Guide untuk Manila. Hal ini menjadikannya salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi kekayaan masakan regional Filipina.
Salah satu hidangan yang menarik adalah Piyanggang Manok, masakan ayam yang identik dengan tradisi kuliner Tausug di Filipina selatan. Hidangan tersebut dikenal dengan penggunaan kelapa yang dibakar atau disangrai hingga gelap bersama rempah-rempah, menghasilkan rasa khas yang berbeda dari ayam panggang biasa.
Ada juga ukoy, gorengan renyah yang umumnya dibuat dengan udang dan sayuran. Selain makanannya, suasana bangunan tua dengan taman dan kolam ikan menjadi daya tarik tambahan. Jangan hanya memesan hidangan yang sudah populer seperti adobo. Cobalah satu menu dari daerah lain di Filipina untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang lebih beragam.

Sumber: A Sy
Menu yang direkomendasikan:
- Piyanggang Manok
- Ukoy
- Hidangan regional Filipina yang tersedia saat kunjungan
Informasi restoran:
- Alamat: 1147 Jose Laurel St, San Miguel, Manila, Metro Manila, Philippines
- Jam buka: Senin – Kamis, jam 09.00 – 22.00 dan Jumat – Minggu , jam 10.00 – 22.00
- Kisaran harga: Menengah hingga premium
- Cocok untuk: Pencinta kuliner tradisional dan wisatawan yang ingin mengenal masakan regional Filipina
6. Sarsá Kitchen & Bar – Kuliner Filipina dengan Cita Rasa Visayas

Sumber: Tim Lavado
Kalau ingin mengenal kekayaan kuliner Filipina lebih jauh, Sarsá Kitchen & Bar di Makati layak dipertimbangkan. Restoran ini dikenal dengan pendekatan modern terhadap masakan khas Filipina, terutama cita rasa yang terinspirasi dari wilayah Visayas seperti Negros dan Iloilo.
Dibandingkan dengan restoran yang hanya menyajikan masakan rumahan populer, Sarsá memberikan kesempatan untuk mencoba variasi makanan regional. Salah satu hidangan yang bisa dicari adalah chicken inasal, ayam panggang yang dikenal sebagai salah satu masakan khas Bacolod.
Ciri khas chicken inasal terletak pada bumbunya yang biasanya menggunakan campuran cuka, jeruk calamansi, bawang putih, dan rempah-rempah. Ayam kemudian dipanggang sehingga menghasilkan aroma smoky dan rasa gurih yang cocok disantap bersama nasi.
Buat wisatawan Indonesia, chicken inasal bisa menjadi pilihan yang cukup mudah diterima karena sekilas mirip ayam bakar, meskipun karakter bumbunya berbeda. Jika belum familiar dengan makanan Filipina, pilih satu hidangan ayam atau seafood terlebih dahulu, lalu tanyakan rekomendasi menu regional kepada staf restoran.

Sumber: A NON
Menu yang patut dicari:
- Chicken inasal
- Hidangan khas Negros dan Iloilo
- Olahan seafood dan comfort food Filipina sesuai menu terbaru
Informasi restoran:
- Alamat: The Frabella 1, 109 Rada Street, Legazpi Village, Makati City, Metro Manila
- Jam buka: Minggu – Kamis 11.00 – 22.00, Jumat – Sabtu 11.00 – 23.00
- Kisaran harga: Menengah
- Cocok untuk: Pencinta kuliner regional dan wisatawan yang menginap di Makati
7. Abé Restaurant – Tempat Makan Khas Kapampangan di BGC

Sumber: Jose VENTAYEN
Kalau rencana wisata kamu mencakup Bonifacio Global City atau BGC, jangan lewatkan kesempatan mencoba makanan Filipina di Abé Restaurant. Restoran ini merupakan bagian dari LJC Restaurants dan terinspirasi oleh sosok Emilio “Abe” Aguilar Cruz, seorang seniman, penulis, sekaligus pencinta kuliner.
Abé terkenal dengan hidangan Filipina, terutama resep dari Pampanga yang sering disebut sebagai salah satu wilayah penting dalam tradisi kuliner negara tersebut. Di sini kamu bisa menjumpai makanan dengan karakter berbeda dari restoran Filipina modern yang lebih banyak bereksperimen dengan rasa.
Salah satu hidangan yang menarik adalah Sinigang na Boneless Bangus Fillet with Ripe Guava, yaitu sup asam menggunakan ikan bandeng dan jambu biji matang. Ada juga Bamboo Rice, nasi yang disajikan dengan konsep khas restoran, serta Biringhe yang merupakan hidangan nasi khas Kapampangan.
Untuk wisatawan yang ingin mencoba masakan lokal dalam suasana restoran yang nyaman, Abé menjadi pilihan menarik. Karena banyak menu Abé disajikan untuk makan bersama, sebaiknya pesan beberapa hidangan berbeda jika datang bersama rombongan. Perhatikan pula bahan daging dan saus sebelum memesan.

Sumber: Maddox Le Cardie
Menu yang direkomendasikan:
- Sinigang na Boneless Bangus Fillet with Ripe Guava
- Bamboo Rice
- Klassik Kare-kare
- Biringhe
Informasi restoran:
- Alamat: Ground Floor, Serendra Retail Area, Bonifacio Global City, Taguig, Metro Manila
- Jam buka: Senin – Jumat 10.00 – 21.00, Sabtu – Minggu 10.00 – 22.00
- Kisaran harga: Menengah hingga premium
- Cocok untuk: Keluarga, pasangan, dan wisatawan yang ingin mencoba masakan Kapampangan
8. MESA Filipino Moderne – Masakan Tradisional dengan Penyajian Modern

Sumber: ARBN
Rekomendasi terakhir adalah MESA Filipino Moderne, restoran yang menyajikan berbagai hidangan khas Filipina dalam konsep modern. Salah satu cabangnya berada di Greenbelt 5, Makati, sehingga cukup praktis untuk wisatawan yang berencana berbelanja atau menjelajahi kawasan bisnis tersebut.
MESA menawarkan banyak hidangan yang cocok dipesan bersama. Konsep ini sesuai dengan kebiasaan makan masyarakat Filipina yang sering menghidangkan beberapa lauk untuk dinikmati satu meja. Salah satu menu yang menarik adalah Tinapa Rolls. Hidangan ini menggunakan ikan asap yang dibungkus dan digoreng hingga renyah.
Ada pula Crispy Boneless Patatim, olahan kaki babi yang dimasak dan disajikan dengan tekstur renyah serta saus. Untuk wisatawan yang ingin mengenal kuliner Filipina melalui beberapa hidangan sekaligus, MESA bisa menjadi pilihan karena tersedia beragam lauk, sayuran, dan makanan pembuka.
Pesan beberapa menu untuk dibagi bersama. Jika tidak mengonsumsi babi, tanyakan terlebih dahulu komposisi saus, kaldu, dan lauk yang digunakan.

Sumber: Kevin Gopaul
Menu yang direkomendasikan:
- Tinapa Rolls
- Crispy Boneless Patatim
- Berbagai pilihan seafood dan hidangan sayur Filipina
Informasi restoran:
- Alamat: SM Mall of Asia, Seaside Blvd, Pasay City, Metro Manila, Philippines
- Jam buka: Setiap hari, 10.00 – 22.00
- Kisaran harga: Menengah
- Cocok untuk: Keluarga, rombongan, dan wisatawan yang mencari restoran Filipina di Makati
Makanan Khas Filipina yang Wajib Dicoba Saat di Manila
Setelah mengetahui restoran yang bisa dikunjungi, pertanyaan berikutnya adalah makanan apa yang sebaiknya dipesan? Buat wisatawan Indonesia yang belum familiar dengan kuliner Filipina, lima hidangan berikut bisa menjadi titik awal.
1. Adobo – Masakan Gurih dengan Rasa Asam Khas

Sumber: Panlasang Pinoy
Adobo merupakan salah satu makanan Filipina yang paling terkenal. Hidangan ini umumnya menggunakan ayam atau babi yang dimasak bersama cuka, kecap asin, bawang putih, dan rempah. Rasanya gurih, sedikit asam, dan cocok disantap bersama nasi putih.
Kalau baru pertama kali mencoba, chicken adobo bisa menjadi pilihan yang lebih familiar. Namun, tetap periksa bahan dan proses memasaknya jika kamu memiliki kebutuhan makanan halal.
2. Sinigang – Sup Asam yang Menyegarkan

Sumber: Flavo The Globe
Sinigang adalah sup tradisional Filipina yang dikenal dengan rasa asamnya. Kuahnya biasanya menggunakan asam jawa atau bahan asam lain, dengan isian seperti daging, ikan, udang, dan sayuran. Buat pencinta sayur asem, sinigang mungkin terasa cukup familiar, meskipun bumbu dan isiannya berbeda. Kalau ingin mencoba versi yang lebih modern, Sinigang na Beef Short Rib & Watermelon di Manam menjadi salah satu pilihan menarik.
3. Sisig – Hidangan Gurih dengan Sensasi Renyah

Sumber: Wikipedia
Sisig adalah hidangan khas Filipina yang berasal dari Pampanga dan dikenal dengan perpaduan tekstur serta rasanya yang kuat. Versi tradisional umumnya menggunakan bagian kepala atau jeroan babi yang dicincang, kemudian dibumbui dengan calamansi, bawang, dan cabai.
Di Manila, kamu bisa menemukan variasi sisig yang disajikan di atas hot plate atau dibuat lebih renyah. Karena kebanyakan sisig menggunakan babi, wisatawan Muslim sebaiknya memilih alternatif dengan bahan yang jelas dan memastikan seluruh proses pengolahannya sesuai kebutuhan.
4. Kare-kare – Hidangan dengan Saus Kacang yang Kental

Sumber: The Kitchnn
Sekilas, kare-kare mungkin mengingatkan wisatawan Indonesia pada makanan berbumbu kacang. Namun, kare-kare berbeda dari gado-gado atau sate. Hidangan ini biasanya terdiri dari daging dan sayuran yang dimasak dalam saus kacang kental.
Kare-kare sering disajikan bersama bagoong, yaitu pasta udang fermentasi yang memberikan rasa asin dan umami. Bagi yang baru pertama kali mencoba, campurkan bagoong sedikit demi sedikit agar rasanya tidak terlalu kuat.
5. Halo-halo – Dessert Segar Khas Filipina

Sumber: Food&Wine
Setelah menikmati makanan gurih, jangan lupa mencoba halo-halo. Dessert ini berisi campuran es serut, susu, berbagai bahan manis, jeli, kacang, buah, dan sering kali es krim atau ube. Sekilas tampilannya mengingatkan pada es campur Indonesia, tetapi kombinasi isian dan rasanya memiliki karakter tersendiri. Halo-halo cocok dinikmati setelah makan siang, terutama saat cuaca Manila sedang panas.
Apakah Ada Tempat Makan Halal di Manila?
Ini salah satu pertanyaan penting bagi wisatawan Indonesia, terutama yang beragama Islam. Manila memang memiliki restoran yang menyajikan makanan halal, tetapi jangan menganggap semua restoran Filipina otomatis halal.
Banyak hidangan tradisional Filipina menggunakan babi, lemak babi, kaldu berbahan babi, atau bahan tambahan yang tidak sesuai dengan kebutuhan makanan halal. Beberapa menu juga bisa menggunakan minuman beralkohol dalam proses memasak.
Kalau ingin makan dengan lebih tenang, cari restoran yang secara jelas menyatakan menyediakan makanan halal dan, jika diperlukan, memiliki sertifikasi halal yang dapat diverifikasi. Kamu juga bisa mempertimbangkan kawasan Quiapo yang dikenal memiliki komunitas Muslim dan pilihan kuliner dari berbagai tradisi.
Sebelum memesan, tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah restoran memiliki sertifikasi halal?
- Apakah makanan mengandung babi, lemak babi, atau alkohol?
- Apakah alat memasak digunakan bersama makanan nonhalal?
- Apakah kaldu, saus, dan bumbu yang digunakan sesuai dengan kebutuhan halal?
Penting untuk dipahami bahwa menu ayam, ikan, atau sayur tidak otomatis halal hanya karena bahan utamanya bukan babi. Delapan restoran dalam rekomendasi utama artikel ini dipilih karena masakan Filipinanya, bukan karena status halal. Jangan menjadikan daftar tersebut sebagai rekomendasi restoran halal tanpa verifikasi tambahan.
Tips Wisata Kuliner Manila agar Nggak Salah Pilih
Supaya pengalaman kuliner di Manila lebih menyenangkan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.
Pertama, cek lokasi cabang yang benar. Banyak restoran Filipina memiliki beberapa cabang dengan alamat dan jam operasional berbeda. Jangan sampai salah menuju lokasi hanya karena nama restorannya sama.
Kedua, tanyakan rekomendasi menu jika baru pertama kali datang. Staf restoran biasanya dapat membantu menjelaskan bahan utama dan ukuran porsi, terutama untuk hidangan yang kurang familiar.
Ketiga, jangan terlalu banyak memesan makanan sekaligus. Sejumlah restoran menyajikan menu untuk dibagi bersama, sehingga satu porsi hidangan bisa cukup besar.
Keempat, perhatikan kebutuhan diet. Jika menghindari babi, alkohol, makanan laut, atau bahan tertentu karena alergi, pastikan komposisinya secara langsung.
Kelima, periksa jam buka sebelum berangkat. Restoran yang berada di pusat perbelanjaan biasanya mengikuti jam operasional mal, sedangkan restoran heritage dapat memiliki jadwal khusus untuk layanan buffet atau pertunjukan.
Dengan persiapan sederhana tersebut, kamu bisa lebih fokus menikmati makanan daripada menghabiskan waktu mencari restoran yang ternyata tutup atau tidak sesuai kebutuhan.
FAQ
Beberapa tempat makan khas Filipina yang terkenal di Manila adalah The Aristocrat Restaurant, Barbara’s Heritage Restaurant, Manam Comfort Filipino, dan Café Adriatico. Restoran-restoran ini menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari masakan keluarga tradisional hingga kuliner modern.
Makanan khas Filipina yang populer antara lain adobo, sinigang, sisig, kare-kare, chicken inasal, dan halo-halo. Untuk wisatawan Indonesia yang baru pertama kali mencoba, chicken adobo dan sinigang bisa menjadi pilihan awal karena karakter rasanya relatif familiar.
Banyak makanan Filipina memiliki cita rasa yang cukup mudah diterima lidah Indonesia karena menggunakan nasi, bawang putih, kecap, dan berbagai bumbu gurih. Namun, makanan Filipina sering memiliki karakter asam yang lebih kuat, terutama pada hidangan seperti adobo dan sinigang.
Sebagai perkiraan, makan di restoran casual Manila bisa menghabiskan sekitar ₱300–600 per orang. Restoran menengah dan premium dapat membutuhkan budget lebih besar, tergantung menu dan jumlah hidangan yang dipesan.
Tidak semuanya. Beberapa makanan khas Filipina menggunakan babi, alkohol, atau bahan turunan nonhalal. Wisatawan Muslim perlu memastikan bahan, proses pengolahan, dan status halal restoran sebelum memesan.
Ada. Barbara’s Heritage Restaurant berada di dalam kawasan Intramuros, tepatnya di Plaza San Luis Complex. Restoran ini menawarkan hidangan Filipina dan pengalaman budaya melalui buffet serta pertunjukan tradisional.
Manam Comfort Filipino dan The Aristocrat Restaurant bisa menjadi pilihan awal. Manam menawarkan hidangan tradisional dengan variasi modern, sedangkan Aristocrat dikenal dengan chicken barbecue, Java rice, dan masakan keluarga Filipina.
Banyak restoran menengah, restoran premium, dan restoran di pusat perbelanjaan menerima kartu pembayaran. Namun, sebaiknya tetap membawa uang tunai dalam peso Filipina untuk berjaga-jaga, terutama saat membeli makanan di tempat yang lebih sederhana.
Siap Berburu Kuliner Khas Filipina di Manila?
Menjelajahi Manila bukan cuma soal melihat bangunan bersejarah, menikmati pemandangan Manila Bay, atau mengunjungi pusat perbelanjaan. Kota ini juga punya kekayaan kuliner yang menarik untuk dikenal lebih dekat. Dari Chicken Barbecue legendaris di The Aristocrat, pengalaman makan bernuansa budaya di Barbara’s Heritage Restaurant, hingga kreasi sinigang di Manam, setiap tempat menawarkan pengalaman berbeda.
Kalau baru pertama kali datang, pilih dua atau tiga restoran yang lokasinya searah dengan itinerary wisata. Dengan begitu, kamu bisa mencicipi lebih banyak makanan khas Filipina tanpa membuang waktu terlalu lama di perjalanan.
Sudah menentukan restoran pertama yang ingin kamu kunjungi?
Simpan panduan ini sebagai referensi wisata kuliner Manila, lalu temukan inspirasi destinasi, rekomendasi makanan lokal, dan tips liburan Filipina lainnya di Lensa Jalan.
Karena terkadang, cerita perjalanan yang paling berkesan justru dimulai dari makanan yang baru pertama kali kamu coba!
