Infografis kuliner malam Semarang yang wajib dicoba berisi 6 rekomendasi makanan dan minuman, yaitu Nasi Ayam Bu Wido, Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok, Tahu Gimbal Pak H. Edy, Pisang Plenet Pak Subandi, Bebek Goreng Pak Thori, dan Es Pankuk Pak Yono.

Hunting Kuliner Malam Semarang: Dari Nasi Ayam hingga Es Pankuk yang Bikin Nagih

Semarang kalau malam hari itu bukannya sepi, malah makin hidup lewat aroma wangi kulinernya yang menggoda di setiap sudut jalan. Buat kamu yang suka lapar tengah malam atau pengen meresapi syahdunya Semarang sambil lesehan, maka kuliner malam harus masuk itinerary kamu.

Yuk, kita hunting kuliner malam Semarang dari hidangan berat seperti Nasi Ayam sampai pencuci mulut legendaris Es Pankuk yang siap bikin kamu nagih!

Kenapa Kuliner Malam Semarang Punya Daya Tarik Tersendiri?

Suasana malam di Semarang, terutama di sekitar area Kota Lama, Simpang Lima, hingga kawasan Pecinan (Semawis), menawarkan suasana tersendiri yang bikin kangen. Menikmati makanan dengan konsep lesehan di pinggir jalan ditemani semilir angin malam dan alunan musik musisi jalanan menciptakan kehangatan yang pas. Menariknya lagi, banyak kuliner malam di sini yang mempertahankan resep autentik puluhan tahun, sehingga setiap gigitannya seperti membawa kita bernostalgia ke masa lalu.

1. Nasi Ayam Bu Wido

Nasi Ayam Bu Wido diatas meja oranye dan sebotol teh

Sumber: Fadhel M

Kalau Solo punya nasi liwet, Semarang punya Nasi Ayam Bu Wido yang legendaris dan selalu ramai antrean sejak sore. Kuliner malam Semarang ini menyajikan nasi gurih berkuah opor kuning encer, berpadu dengan suwiran ayam kampung, sayur labu siam pedas manis, tahu, dan telur pindang yang cokelat pekat. Suasana makannya sangat hangat karena menggunakan bangku-bangku kayu sederhana, dan kamu bisa menambah aneka sate-satean seperti sate usus atau sate uritan sebagai pelengkap yang mantap.

2. Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok

foto Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok dengan telur dadar

Sumber: Jihan N

Bagi pencinta kuliner pedas gurih, Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang berlokasi di dekat Jembatan Mberok ini adalah destinasi kuliner malam Semarang yang wajib dikunjungi. Ciri khasnya terletak pada penggunaan babat dan gongso (bumbu tumis) yang super empuk, tidak amis, dan meresap sempurna karena dimasak menggunakan tungku arang tradisional. Wangi asap khas arang (smoky) berpadu dengan kecap manis khas Jawa Tengah dijamin bikin lidah kamu bergoyang dan ketagihan sejak suapan pertama.

3. Tahu Gimbal Pak H. Edy

foto Tahu Gimbal Pak H. Edy dengan 2 es teh manis di atas meja

Sumber: Elgana Septiana

Belum ke Semarang namanya kalau belum mencicipi perpaduan rasa mengesankan dari seporsi Tahu Gimbal Pak H. Edy yang berlokasi di sekitar kawasan kuliner Jalan Pahlawan. Kuliner malam Semarang yang satu ini berisi potongan tahu goreng, kol mentah, tauge, lontong, telur goreng, dan bintang utamanya yaitu “gimbal” (bakwan udang garing yang lebar).

Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang bertekstur kasar yang diulek bersama petis udang khas pesisir, menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, sedap, dan sedikit pedas yang bikin nagih.

4. Pisang Plenet Pak Subandi

foto seorang bapak berjualan dengan gerobak Pisang Plenet Pak Subandi

Sumber: Othniel Philip

Kalau kamu mencari camilan manis pengganjal lapar setelah puas keliling Kota Lama, Pisang Plenet Pak Subandi adalah opsi kuliner malam Semarang yang super pas. “Plenet” dalam bahasa Jawa berarti dipipihkan; jadi pisang kepok kuning dibakar di atas arang, lalu diplenet menggunakan papan kayu kecil hingga berbentuk ceper, kemudian dibakar lagi sampai wangi. Setelah matang, pisang berlapis ini diberi aneka topping melimpah seperti cokelat meises, keju serut, mentega, hingga selai nanas tradisional yang rasanya manis-legit bercampur aroma gosong arang yang khas.

5. Bebek Goreng Pak Thori

foto Bebek Goreng Pak Thori

Sumber: Otto Habe

Bagi pencinta olahan unggas, melipir agak ke atas menuju kawasan Gunungpati untuk menikmati Bebek Goreng Pak Thori dijamin nggak bakal bikin kamu menyesal. Warung kuliner malam Semarang ini sangat viral karena berhasil menyajikan bebek goreng dengan tekstur daging yang super empuk, juicy, dan sama sekali nggak alot ataupun berbau amis.

Rahasianya ada pada proses ungkep bumbu rempah yang lama, yang kemudian digoreng kering di bagian luar lalu disajikan bersama dua jenis sambal andalan mereka, yaitu sambal korek super pedas dan sambal ijo yang gurih segar.

6. Es Pankuk Pak Yono

foto Es Pankuk Pak Yono dengan 3 rasa es

Sumber: Yunita Sari Budiarso

Kalau lagi keliling Kuliner Semarang dan butuh yang seger-seger, Es Pankuk Pak Yono ini wajib banget masuk daftar hunting kamu. Kuliner legendaris yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu ini punya keunikan yang jarang ditemui di tempat lain, yaitu perpaduan antara pancake (pankuk) tipis yang lembut dengan beberapa scoop es krim jadul homemade beraneka rasa, seperti cokelat, vanila, durian, hingga kopyor.

Disajikan di atas piring kecil dengan tambahan topping roti tawar atau meses, tiap suapannya menghadirkan kombinasi rasa manis yang pas, tekstur yang unik, dan sensasi nostalgia yang bikin nagih. Pas banget dinikmati di tengah cuaca kota Semarang yang terik!

Tips Nyaman Wisata Kuliner Malam di Kota Semarang

Biar perburuan kulinermu berjalan mulus, ada baiknya kamu menyiapkan kendaraan roda dua karena beberapa spot kuliner malam Semarang yang ramai seringkali minim lahan parkir untuk mobil. Selalu tanyakan dan pastikan harga menu atau sate-satean tambahan di awal jika tidak ada daftar harga tertulis agar budget makanmu tetap aman. Selain itu, karena konsepnya banyak yang kaki lima outdoor, jangan lupa sedia payung kecil di dalam bagasi untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba turun hujan.

Jangan biarkan malammu di Semarang berlalu begitu saja dengan berdiam diri di kamar hotel. Yuk, langsung pakai jaketmu, ajak teman atau pasangan, dan mulailah petualangan hunting kuliner malam Semarang malam ini juga! Selamat mencoba dan siap-siap timbangan kanan kiri bergeser demi makanan yang bikin nagih ini, ya!

FAQ

Apa perbedaan Nasi Ayam Semarang dengan Nasi Liwet Solo?

Meskipun sama-sama menggunakan nasi gurih dan kuah opor, Nasi Ayam Semarang kuah opornya cenderung lebih encer, berwarna kuning (menggunakan kunyit), dan disajikan dengan tambahan sayur labu siam serta krecek. Sedangkan Nasi Liwet Solo kuahnya lebih kental keputihan (areh santan).

Di mana kawasan kuliner malam Semarang yang konsepnya pasar malam?

Kamu bisa datang ke Pasar Semawis (Pecinan Semarang) yang buka setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu malam. Di sepanjang jalan tersebut bertabur ratusan stan makanan mulai dari kuliner jadul, oriental, hingga jajanan kekinian.

Apakah kuliner malam seperti Es Pankuk Pak Jhon cepat habis?

Ya, es krim jadul ini dibuat dalam slot terbatas setiap harinya. Jika kamu datang terlalu larut malam (di atas jam 21.00 WIB), biasanya beberapa varian rasa favorit seperti durian atau kopyor sudah ludes terjual.

Apa itu “gimbal” yang ada pada kuliner Tahu Gimbal Semarang?

Gimbal bukanlah rambut, melainkan sebutan lokal masyarakat Semarang untuk bakwan goreng yang diberi topping udang utuh di atasnya. Teksturnya renyah dan gurih, menjadi pelengkap wajib yang dipotong-potong di atas tahu dan lontong.

Apakah kawasan kuliner malam di sekitar Simpang Lima Semarang buka setiap hari?

Ya, pusat kuliner lesehan di sekeliling Lapangan Simpang Lima buka setiap hari mulai sore sekitar jam 17.00 WIB hingga dini hari. Di sana kamu bisa menemukan berderet tenda yang menjual nasi ayam, tahu gimbal, hingga sego pecel.

Apakah kawasan kuliner malam di sekitar Simpang Lima Semarang buka setiap hari?

Ya, pusat kuliner lesehan di sekeliling Lapangan Simpang Lima buka setiap hari mulai sore sekitar jam 17.00 WIB hingga dini hari. Di sana kamu bisa menemukan berderet tenda yang menjual nasi ayam, tahu gimbal, hingga sego pecel.

Di mana tempat nongkrong malam di Semarang yang menyediakan wedangan hangat?

Kamu bisa mengunjungi angkringan modern atau yang biasa disebut “Kucingan” di Semarang. Salah satu yang paling terkenal adalah Kucingan Pak Gie yang menyajikan wedang jahe rempah hangat, aneka sate, dan nasi kucing untuk menemani obrolan malammu.

About the author

Dulunya suka travelling backpacker, sekrang suka liburan bersama keluarga

Leave a Reply

Proceed Booking