Semarang tidak cuma identik dengan Kota Lama atau Lawang Sewu, ada kawasan lereng Gunung Ungaran yang tidak pernah kehabisan daya tarik, salah satunya adalah kemegahan kompleks Candi Gedong Songo. Menawarkan perpaduan wisata sejarah Hindu, arsitektur kuno, dan lanskap alam yang diselimuti kabut tipis, tempat ini menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah Bandungan, Kabupaten Semarang.
Supaya petualanganmu berjalan mulus dan berkesan, yuk simak panduan lengkap penjelajahan mulai dari rute terbaik, rincian biaya, hingga titik foto paling estetik berikut ini!
Rute Menuju Candi Gedong Songo Bandungan

Akses menuju kompleks percandian ini terbilang cukup mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan kondisi jalanan menanjak yang sudah teraspal mulus. Jika kamu berangkat dari pusat Kota Semarang, kamu bisa mengambil rute menuju arah selatan melewati Ungaran, lalu berbelok ke kanan menuju kawasan wisata Bandungan setelah melewati pom bensin Lemah Abang.
Jalur alternatif lainnya adalah melalui Ambarawa, di mana kamu tinggal mengikuti papan petunjuk jalan yang jelas menuju arah lereng gunung. Wisatawan sangat disarankan untuk memastikan kondisi rem kendaraan dalam keadaan prima karena jalur mendekati lokasi wisata memiliki kecuraman yang cukup menantang, terutama saat kabut tebal mulai turun di sore hari.
Estimasi Biaya Wisata Candi Gedong Songo
| Keterangan Biaya | Biaya |
| Tiket masuk | Rp15.000 – Rp20.000 |
| Parkir: | |
| Roda 2 | Rp5.000 |
| Roda 4 | Rp10.000 |
| Sewa Kuda | Rp50.000 – Rp150.000 |
| Kuliner | Rp20.000 |
Menikmati keindahan sejarah di atas awan ini ternyata sangat ramah di kantong dan tidak akan membuat dompetmu menipis. Untuk memasuki area wisata, kamu hanya perlu menyiapkan biaya tiket masuk sekitar Rp15.000 untuk wisatawan domestik pada hari biasa, dan sekitar Rp20.000 pada akhir pekan, di luar biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp5.000 atau roda empat sebesar Rp10.000.
Bagi kamu yang ingin menghemat tenaga untuk mengitari kesembilan candi yang lokasinya menanjak, tersedia jasa sewa kuda berpemandu dengan tarif berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 tergantung pada jarak rute candi yang kamu pilih. Jangan lupa sisihkan juga anggaran sekitar Rp20.000 untuk menikmati kehangatan kuliner Semarang sate kelinci atau wedang ronde yang banyak dijajakan oleh warga lokal di sekitar area istirahat.
Spot Foto Terbaik di Candi Gedong Songo yang Instagramable

Sumber: heni kurnia
Kompleks ini menyediakan hamparan latar belakang visual yang sangat megah, menggabungkan unsur mistis bangunan kuno dengan keindahan alam pegunungan yang asri. Salah satu spot foto paling favorit dan wajib kamu abadikan adalah di area Candi Gedong III yang posisinya sangat ikonik, di mana kamu bisa mengambil sudut foto dari bawah dengan latar belakang bangunan candi berlatar langit biru atau gulungan kabut putih yang dramatis.
Titik estetik lainnya berada di jembatan kayu di sekitar kawasan sumber mata air panas (belerang) yang terletak di antara Candi Gedong III dan IV, menyuguhkan efek asap putih alami yang memberikan kesan misterius sekaligus puitis untuk feeds Instagram-mu. Jika beruntung dan cuaca sedang cerah, area puncak di dekat Candi Gedong V menawarkan panorama lanskap Gunung Merbabu dan Gunung Merapi dari kejauhan yang sangat memukau.
Sejarah Candi Gedong Songo dan Daya Tarik Budayanya

Sumber: Henry Saputra
Situs purbakala ini merupakan kompleks candi peninggalan budaya Wangsa Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun sekitar abad ke 9 masehi sebagai tempat pemujaan para dewa. Nama “Gedong Songo” sendiri berasal dari bahasa Jawa, di mana gedong berarti rumah atau bangunan, dan songo berarti sembilan, yang merujuk pada keberadaan sembilan kelompok bangunan candi yang tersebar di sepanjang lereng gunung.
Daya tarik budaya dan sejarahnya yang kuat terletak pada tata letak candi yang dibangun secara berundak mengikuti aturan kosmologi Hindu kuno, menciptakan harmoni yang magis antara arsitektur buatan manusia dengan kesucian alam pegunungan di sekitarnya.
FAQ
Kompleks ini aman dikunjungi, namun jalurnya merupakan jalur treking menanjak yang cukup menguras fisik. Bagi lansia atau anak kecil, sangat disarankan untuk memanfaatkan jasa sewa kuda lokal yang tersedia di area depan untuk kenyamanan dan keamanan selama mengitari candi.
Candi Gedong Songo buka setiap hari mulai jam 07.00 hingga 16.00 WIB. Waktu kunjungan terbaik adalah di pagi hari sekitar jam 07.30 WIB saat udara masih sangat bersih dan matahari belum terlalu terik, atau sore hari jam 14.30 WIB untuk berburu momen kabut syahdu.
Ya, pengelola telah menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, termasuk toilet umum bersih dan musala kecil yang tersebar di beberapa titik pemberhentian di antara kompleks candi, jadi kamu tidak perlu khawatir saat menjelajah
Mau Tahu Tips Liburan Seru dan Hidden Gems Menarik Lainnya di Semarang? Jangan sampai petualanganmu terhambat karena kurang persiapan! Dapatkan panduan travel terlengkap, rekomendasi kuliner lokal, hingga rute perjalanan bebas macet hanya di Lensa Jalan. Yuk, klik dan rencanakan liburan impianmu bersama kami sekarang juga!
