Sawasdee khrap! Thailand selalu jadi top of mind kalau kita lagi butuh healing murah tapi dapet paket lengkap. Dari kuil-kuilnya yang detailnya di luar pikiran, surga belanja yang ramah di kantong, sampai street food yang pedas asamnya bikin nagih. Gak heran Thailand selalu ramah buat yang baru pertama ke Negeri Gajah ini!
Biar liburan kamu makin matang, yuk cari tau rangkuman tempat wisata di Thailand yang ikonik sepanjang tahun 2026!
Di Mana Saja Tempat Wisata di Thailand yang Ikonik Tahun 2026 Ini?
1. Wat Arun – Bangkok

Sumber: Dr. Mansi Zaveri
Kuil ini awalnya bernama Wat Jaeng, kemudian berganti nama menjadi Wat Arun Ratchawararam di masa Raja Rama II. Nama “Arun” diambil dari Aruna, yaitu nama Dewa Fajar dalam mitologi Hindu. Daya tarik utamanya adalah Central Prang (menara utama) setinggi sekitar 70 meter hingga 82 meter dengan arsitektur gaya Khmer.
Menariknya, seluruh permukaan menara ini dilapisi oleh potongan piring porcelen dan keramik China kuno yang dulunya dibawa oleh kapal dagang asing sebagai pemberat muatan. Tempat ini dianggap suci oleh masayarakat setempat, jadi kamu wajib berpakaian sopan dan tertutup. Tapi jika kamu terlanjur menggunakan pakaian agak terbuka, kamu bisa sewa kain untuk menutupi area tubuhmu yang “terbuka”.
Di sekitar area luar kuil, banyak ruko yang menyewakan baju adat Thailand lengkap dengan aksesorisnya seharga 300 – 600 THB. Kamu wajib coba dan dapatkan pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidupmu!
Operasional Wat Arun Bangkok
- Lokasi: 158 Thanon Wang Doem, Wat Arun, Bangkok Yai, Bangkok 10600, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, dari jam 08.00 – 18.00 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: 100 THB – 200 THB (Sekitar Rp54.000 – Rp108.000 kurs Juli 2026)
2. Wat Rong Khun – Chiang Rai

Sumber: Johanna
Wat Rong Khun didesain dan dibangun oleh seniman terkenal Thailand, Chalermchai Kositpipat, pada tahun 1997. Kuil ini dibangun kembali dari reruntuhan kuil lama yang terbengkalai menggunakan dana pribadi sang seniman. Warna putih total pada seluruh bangunan melambangkan kesucian Buddha, sementara kaca-kaca kecil yang memantulkan cahaya melambangkan kebijaksanaan Buddha yang menyinari alam semesta. Desain kuil ini sarat akan filosofi Buddha tentang siklus kehidupan, kematian, karma, serta perjalanan menuju surga.
Saat masuk, kamu akan melewati jembatan di atas “neraka” yang dipenuhi ratusan patung tangan menjulur (melambangkan hasrat manusia dan penderitaan). Ingat, di jembatan ini kamu hanya boleh berjalan maju secara satu arah dan tidak boleh berhenti atau berbalik arah untuk berfoto agar arus pengunjung tidak macet.
Di dalam bangunan utama, jangan lewatkan lukisan dinding yang sangat kontemporer. Alih-alih hanya gambar religius klasik, sang seniman memasukkan ikon pop modern seperti Matrix, Superman, Kung Fu Panda, hingga isu global sebagai simbol pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Pengunjung dilarang mengambil foto di dalam ruangan ini.
Jangan terkecoh, bangunan megah berwarna emas mencolok di area kuil ini sebenarnya adalah fasilitas toilet umum. Ini sengaja dibuat kontras oleh sang seniman untuk melambangkan bahwa uang dan kemewahan duniawi pada akhirnya hanyalah tempat pembuangan kotoran.
Operasional Wat Rong Khun Chiang Rai
- Lokasi: Pa O Don Chai, Mueang Chiang Rai District, Chiang Rai 57000, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, dari jam 08.00 – 17.00 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: 200 THB (Sekitar Rp108.000 kurs Juli 2026), anak-anak di bawah 120 Cm dan pengunjung usia 70 tahun ke atas gratis.
3. Grand Palace – Bangkok

Sumber: Golden Screen
Grand Palace adalah destinasi utama yang tidak boleh dilewatkan. Kompleks istana raja yang super megah ini merupakan jantung sejarah, budaya, dan spiritual kerajaan Thailand yang paling sakral. Dibangun pada tahun 1782 oleh Raja Rama I, pendiri Dinasti Chakri, kompleks ini menjadi kediaman resmi Raja-Raja Thailand selama lebih dari 150 tahun.
Kompleks seluas lebih dari 218.000 meter persegi ini terbagi menjadi area istana kerajaan dan kuil suci. Di dalamnya terdapat Wat Phra Kaew (Temple of the Emerald Buddha), tempat bersemayamnya patung Buddha Zamrud yang paling disucikan di seluruh Thailand. Arsitekturnya memadukan gaya tradisional Thailand yang kaya detail emas dengan sentuhan Eropa klasik pada beberapa bangunan luar.
Grand Palace menerapkan dress code paling ketat di Thailand. Wajib memakai baju lengan panjang atau kaos menutup bahu dan celana panjang semata kaki (bukan celana 3/4 atau kulot menggantung). Rok harus panjang di bawah betis. Celana ketat atau pakaian robek-robek dilarang keras. Jika salah kostum, kamu harus membeli pakaian yang sesuai di toko-toko depan gerbang istana.
Waspada penipuan ya, jika ada supir tuk-tuk atau orang lokal di sekitar luar tembok istana yang memberi tahu bahwa Grand Palace sedang tutup karena ada upacara keagamaan, dan menawarkan mengantar ke tempat lain, jangan percaya! Itu adalah modus penipuan lama untuk membawa turis ke toko permata atau penjahit mahal. Langsung saja berjalan menuju gerbang utama.
Operasional Grand Palace Bangkok
- Lokasi: Phra Borom Maha Ratchawang, Phra Nakhon, Bangkok 10200, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, dari jam 08.30 – 15.30 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: 500 THB (Sekitar Rp270.000 kurs Juli 2026)
4. Railay Beach – Krabi

Sumber: Veeram V
Bosan dengan wisata kuil dan ingin menikmati keindahan alam pesisir Thailand? Railay Beach di Krabi adalah surga tropis yang wajib masuk dalam daftar liburanmu. Uniknya, meskipun berada di daratan utama Semenanjung Malaya, area ini sepenuhnya terisolasi oleh tebing-tebing batu kapur raksasa, membuatnya terasa seperti sebuah pulau terpencil yang eksklusif.
Sebelum menjadi destinasi wisata dunia, Railay awalnya hanyalah sebuah perkampungan nelayan kecil yang sunyi. Lanskap geografisnya yang dikelilingi tebing tinggi dan hutan karst tebal membuat akses jalan darat dari pusat Krabi mustahil dibangun. Isolasi alami inilah yang justru menyelamatkan keindahan Railay dari polusi kendaraan bermotor. Mulai tahun 1980an, para pencinta alam dan pemanjat tebing internasional “menemukan” tempat ini, hingga akhirnya Railay bertransformasi menjadi salah satu destinasi panjat tebing alami paling terkenal di dunia dengan ratusan rute pemanjatan.
Karena terisolasi tebing, satu-satunya cara untuk ke Railay Beach adalah dengan naik kapal terusan (Longtail Boat). Kamu bisa membeli tiket kapal longtail di loket resmi seharga sekitar 100 THB per orang untuk satu kali jalan. Waktu tempuh di laut hanya sekitar 15 menit dan kapal akan bersandar di Railay West.
Pahami Perbedaan Wilayah, Railay terbagi menjadi dua area utama yang saling terhubung lewat jalan setapak. Pertama, Railay West, area pantai berpasir putih halus yang luas, sangat cocok untuk berenang, berjemur, dan melihat sunset. Kedua, Railay East, area hutan bakau yang tidak cocok untuk berenang karena pasang surut yang ekstrem, tetapi merupakan pusat penginapan ekonomis, bar, dan akses menuju Phra Nang Cave serta jalur trekking.
Kalau kamu berencana menjelajahi Diamond Cave (Gua Phra Nang Nai) atau melakukan trekking menantang menuju Railay Viewpoint & Secret Lagoon, pastikan memakai sepatu olahraga atau sepatu gunung yang tidak licin karena medannya berupa tanah merah dan batuan terjal.
Operasional Railay Beach Krabi
- Lokasi: Ao Nang, Krabi, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, 24 jam.
- Harga Tiket Masuk: Gratis
5. Chiang Mai Old City – Chiang Mai

Sumber: Herve C.
Jika Krabi punya pantai dan Bangkok punya kemegahan istana, Chiang Mai menawarkan suasana budaya yang tenang dan santai. Pusat dari seluruh pesona tersebut ada di Old City (Kota Tua Chiang Mai), sebuah kawasan berbentuk kotak sempurna yang dikelilingi oleh sisa-sisa benteng pertahanan kuno dan parit air bersejarah.
Didirikan pada tahun 1296 oleh Raja Mengrai, kawasan ini dulunya merupakan ibu kota dari Kerajaan Lanna yang megah. Untuk melindungi kota dari serangan luar, dibangunlah parit air dan tembok bata merah yang kokoh di keempat sisinya. Meskipun sebagian besar temboknya sudah runtuh dimakan zaman, beberapa gerbang utama seperti Tha Phae Gate (Gerbang Timur) berhasil dipugar dan kini menjadi ikon paling populer. Di dalam kawasan seluas sekitar 1,5 kilometer persegi ini, berdiri lebih dari 30 kuil Buddha kuno bergaya arsitektur Lanna yang masih aktif digunakan hingga sekarang.
Cara paling seru dan murah keliling kawasan ini adalah dengan naik Songthaew Merah (truk bak terbuka khas Chiang Mai). Cukup lambaikan tangan, sebutkan tujuanmu, dan bayar tarif flat sekitar 30 THB per orang untuk rute di dalam kota. Kamu juga bisa menyewa sepeda kayuh, sekitar 50 THB per hari, atau sepeda motor, sekitar 200 – 250 THB per hari.
Jika jadwal liburanmu pas, pastikan berada di sini pada hari Minggu sore. Jalan utama di dalam Kota Tua (Rachadamnoen Road) akan ditutup total untuk kendaraan dan berubah menjadi pasar malam raksasa yang menjual kerajinan tangan lokal, pakaian etnik, hingga street food khas Thailand Utara yang lezat.
Operasional Chiang Mai Old City Chiang Mai
- Lokasi: Mueang Chiang Mai District, Chiang Mai, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, 24 Jam
- Harga Tiket Masuk: Gratis, kecuali jika kamu masuk dalam kuil-kuil di sekitar.
6. Phi Phi Islands – Krabi

Sumber: Marcio Frota
Phi Phi Islands adalah kepulauan legendaris yang keindahan alamnya sudah diakui dunia. Terkenal dengan formasi tebing karst yang menjulang tinggi dari laut, air jernih sewarna kristal, dan kehidupan bawah laut yang kaya. Nama “Phi Phi” diyakini berasal dari bahasa Melayu, yaitu “Pulau Piapi”, yang merujuk pada pohon bakau api-api yang banyak tumbuh di pulau ini.
Kepulauan ini terdiri dari enam pulau kecil, dengan dua pulau utama yaitu Phi Phi Don (pulau berpenghuni dengan fasilitas lengkap) dan Phi Phi Leh (pulau tak berpenghuni yang sangat alami). Nama kepulauan ini meroket secara global setelah Maya Bay, sebuah teluk tersembunyi yang dikelilingi tebing tinggi di Phi Phi Leh, dijadikan lokasi syuting film Hollywood terkenal “The Beach” yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio pada tahun 2000.
Kepulauan ini terletak di Laut Andaman, tepat di antara wilayah Krabi dan Phuket. Karena berada di tengah laut, satu-satunya akses ke sini adalah menggunakan jalur laut.
- Dari Krabi: kamu bisa naik kapal feri besar, sekitar 2 jam perjalanan atau speedboat sekitar 45 – 60 menit perjalanan, menuju Dermaga Tonsai di Phi Phi Don. Tarif feri mulai dari 400 – 500 THB sekali jalan.
- Dari Phuket: tersedia layanan feri dan speedboat harian dengan waktu tempuh dan tarif yang serupa dengan rute dari Krabi.
Demi menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang yang sempat rusak, wisatawan dilarang keras untuk berenang di area air teluk Maya Bay. Kamu hanya diperbolehkan berjalan di jembatan kayu pemandangan, berfoto di tepi pantai berpasir, atau merendam kaki sebatas lutut.
Operasional Phi Phi Islands Krabi
- Lokasi: Mueang Krabi District, Krabi, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, jam 09.00 – 18.00 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: Dewasa 400 TBH (sekitar Rp216.000 kurs Juli 2026) dan anak-anak 200 THB (sekitar Rp108.000 kurs Juli 2026)
7. Ayutthaya Historical Park – Ayutthaya

Sumber: Ravi Shinde
Yutthaya Historical Park adalah situs warisan dunia UNESCO yang menyimpan reruntuhan kompleks istana dan kuil batu bata merah yang megah, dan berjarak sekitar 80 km di sebelah utara Bangkok. Didirikan pada tahun 1350, Ayutthaya merupakan ibu kota kedua Kerajaan Siam setelah Sukhothai. Kota ini tumbuh menjadi salah satu kosmopolitan terbesar dan pusat perdagangan internasional di dunia pada abad ke 14 hingga ke 18.
Namun, masa kejayaannya berakhir tragis pada tahun 1767 ketika tentara Burma menginvasi, menjarah, dan membakar kota ini hampir rata dengan tanah. Patung-patung Buddha dipenggal kepalanya, dan bangunan-bangunan megah dihancurkan. Reruntuhan yang eksotis dan sarat sejarah inilah yang kini dilindungi dan bisa kamu saksikan langsung.
Berikut cara ke Ayutthaya Historical Park dari Bangkok:
- Via Kereta Api : Naik kereta dari stasiun Krung Thep Aphiwat (Bangkok Grand Station) menuju Stasiun Ayutthaya. Waktu tempuh sekitar 1 hingga 1,5 jam. Tiket kelas 3 (tanpa AC) sangat murah, hanya sekitar 11 – 20 THB.
- Setibanya di Stasiun Ayutthaya: Kamu bisa menyewa sepeda (sekitar 50 THB per hari), menyewa motor (sekitar 200 – 300 THB per hari), atau menyewa tuk-tuk lokal berbentuk unik (berkepala bulat) dengan tarif borongan sekitar 200 – 300 THB per jam untuk keliling kompleks.
Saat berfoto di depan kepala Buddha yang terlilit akar pohon, posisi kepala kamu harus lebih rendah dari kepala Buddha. Kamu wajib berlutut atau jongkok sebagai bentuk penghormatan. Petugas penjaga akan menegur dengan tegas jika kamu berfoto sambil berdiri. Pastikan menggunakan pakaian sopan dan tertutup, mengingat ini adalah area Kuil.
Operasional Ayutthaya Historical Park Ayutthaya
- Lokasi: 196 หมู่ที่ 4 Khlong Tho Rd, Pratu Chai Sub-district, Phra Nakhon Si Ayutthaya District, Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Senin – Jumat, jam 08.30 – 17.30 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: Per Kuil 50 THB (sekitar Rp27.000 kurs Juli 2026), dan tiket terusan 200 THB (sekitar Rp108.000 kurs Juli 2026)
8. Sukhothai Historical Park – Sukhothai

Sumber: Songsak Chalardpongpun
Sukhothai Historical Park adalah tempat wisata yang akan membawa kamu jauh lebih mundur ke masa lalu, ke abad 13, tempat di mana fondasi peradaban, bahasa, dan seni budaya Thailand pertama kali lahir. Situs warisan dunia UNESCO ini menawarkan suasana yang jauh lebih tenang, dan asri dibandingkan taman sejarah lainnya.
Sukhothai, yang berarti “Fajar Kebahagiaan”, adalah ibu kota pertama Kerajaan Siam (Thailand) yang berdiri dari tahun 1238 hingga 1438. Masa keemasannya terjadi di bawah pemerintahan Raja Ramkhamhaeng yang Agung, yang juga menciptakan alfabet asli Thailand. Kawasan ini menjadi pusat perkembangan seni arsitektur gaya Sukhothai yang khas, yang ditandai dengan pilar-pilar batu tinggi, stupa berbentuk kuncup bunga teratai, serta patung Buddha dengan postur tubuh yang luwes dan anggun.
Cara menuju ke Sukhothai Historical Park adalah sebagai berikut:
- Dari Bangkok: Naik bus antarkota dari Terminal Bus Mochit Bangkok (sekitar 6 – 7 jam) atau naik pesawat menuju Bandara Sukhothai (SUK) via Bangkok Airways.
- Dari Kota Baru Sukhothai ke Taman Sejarah: Naik Songthaew (angkot kayu khas setempat) dari pusat kota baru menuju gerbang taman sejarah dengan tarif sekitar 30 THB.
Area ini merupakan situs suci dan tempat ibadah aktif bagi sebagian umat Buddha, jadi kamu wajib mengenakan pakaian yang menutup bahu serta celana atau rok di bawah lutut. Jangan lewatkan untuk berofto di Wat Mahathat, Wat Si Cum, dan Wat Sa Si.
Operasional Sukhothai Historical Park Sukhothai
- Lokasi: 498 12, Mueang Kao, Mueang Sukhothai District, Sukhothai 64210, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, jam 06.30 – 19.30 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: Per Kuil 100 THB (sekitar Rp54.000 kurs Juli 2026).
9. Erawan Falls – Kanchanaburi

Sumber: Violeticezz
Erawan Falls di Kanchanaburi adalah destinasi alam yang terkenal dengan air terjun 7 tingkatnya, tempat ini menawarkan kolam alami berwarna hijau toska jernih yang dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang rimbun. Erawan Falls berada di dalam kawasan Taman Nasional Erawan yang diresmikan pada tahun 1975 sebagai taman nasional ke 12 di Thailand.
Nama “Erawan” diambil dari nama gajah putih berkepala tiga dalam mitologi Hindu (Airavata). Hal ini dikarenakan formasi batuan kapur dan aliran air pada tingkat ke 7 (tingkat paling atas) dari air terjun ini dianggap memiliki bentuk yang menyerupai kepala gajah raksasa tersebut. Karena merupakan kawasan karst (batu kapur), air di sini kaya akan kalsium karbonat yang membuat warnanya terlihat hijau tosca saat terkena sinar matahari.
Untuk ke sini dengan trasnportasi umum, dari Terminal Bus Kanchanaburi, naik Bus Lokal No. 8170 (bus non AC warna orange) tujuan Erawan National Park. Bus berangkat setiap jam mulai pukul 08.00 pagi dengan tarif sekitar 50 – 60 THB sekali jalan, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Demi mencegah sampah, petugas di pos pengecekan (biasanya di tingkat 2 atau 3) akan mendata botol plastik yang kamu bawa dan kamu wajib membayar deposit sekitar 20 THB per botol. Uang ini akan dikembalikan utuh saat kamu turun dan menunjukkan botol plastik tersebut kembali.
Semua kolam alami di Erawan Falls dipenuhi oleh ikan Kani Fish (sejenis ikan dokter). Saat kamu merendam kaki atau berenang, ikan-ikan ini akan langsung mendekat dan menggigit sel kulit mati di kulitmu. Sensasinya akan terasa sedikit geli bagi yang belum terbiasa.
Operasional Erawan Falls Kanchanaburi
- Lokasi: Tha Kradan, Si Sawat District, Kanchanaburi 71250, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, jam 08.00 – 15.30 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: Dewasa 300 TBH (sekitar Rp162.000 kurs Juli 2026) dan anak-anak 150 THB (sekitar Rp81.000 kurs Juli 2026)
10. Khao Sok National Park – Surat Thani

Sumber: Ronny Weißenborn
Khao Sok National Park di Surat Thani adalah taman nasional yang menyimpan salah satu hutan hujan tropis tertua di dunia, bahkan lebih tua dari hutan Amazon. Ada juga Danau Cheow Lan yang ikonik dengan menara-menara batu kapur menjulang dari dalam air bak pemandangan di film Avatar.
Diresmikan sebagai taman nasional ke 22 di Thailand pada tahun 1980, Khao Sok memiliki luas wilayah mencapai 739 kilometer persegi. Pada tahun 1982 ketika Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (EGAT) membangun Bendungan Rajjaprabha, yang kemudian membanjiri kawasan lembah dan menciptakan Danau Cheow Lan seluas 165 kilometer persegi.
Banjir buatan ini menenggelamkan dasar bukit-bukit kapur, menyisakan puncak-puncak tebing karst yang kini mencuat gagah dari permukaan air danau yang berwarna hijau pekat. Hutan purba ini juga menjadi rumah bagi flora langka Rafflesia Kerrii (salah satu bunga terbesar di dunia) serta satwa liar dilindungi seperti gajah Asia, harimau, dan beruang madu.
Untuk ke sini, kamu bisa terbang menuju Bandara Surat Thani (URT) atau Bandara Phuket (HKT). Dari kedua bandara ini, tersedia layanan minivan publik atau mobil travel privat yang langsung menuju ke Khao Sok Village (pusat informasi utama taman nasional).
Saat menyusuri Danau Cheow Lan dengan kapal longtail, pastikan bersiap di depan kapal saat melewati Khao Sam Roei (Tiga Saudara). Ini adalah formasi tiga batu kapur raksasa paling ikonik yang sering disebut sebagai “Guilinnya Thailand”. Kamu juga bisa menginap minimal 1 malam di dalam floating bungalow di tengah Danau Cheow Lan. Rasakan sensasi bangun pagi dikelilingi kabut alam, langsung melompat berenang ke danau dari depan pintu kamar, atau bermain kayak gratis.
Operasional Khao Sok National Park Surat Thani:
- Lokasi: Surat Thani, Thailand
- Hari dan Jam Buka: Setiap hari, jam 08.00 – 17.00 waktu setempat
- Harga Tiket Masuk: Dewasa 200 TBH (sekitar Rp108.000 kurs Juli 2026) dan anak-anak 3 hingga 14 tahun 100 THB (sekitar Rp54.000 kurs Juli 2026)
Apa Saja Syarat Masuk Thailand Terbaru Tahun 2026?
Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke Thailand masih bebas Visa sampai 60 hari. Kamu hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen berikut:
- Paspor dengan masa berlaku lebih dari 6 bulan.
- Mengisi TDAC paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan.
- Bukti tiket pulang pergi.
- Bukti booking penginapan selama di Thailand.
- Uang tunai kurang lebih 10.000 TBH atau Rp5.400.000 dengan kurs Rp540 per Juli 2026.
Berapa Estimasi Biaya Liburan ke Thailand?
Berapa sih budget aman untuk liburan 4 hari 3 malam di Thailand?
- Biaya tiket pesawat PP Jakarta – Bangkok sekitar Rp2.500.000 – Rp3.500.000 juta tergantung musim.
- Akomodasi hotel bintang 3 berkisar antara Rp350.000 – Rp600.000 per malam.
- Makan street food serta transportasi lokal seperti Tuk-Tuk atau BTS Skytrain berkisar Rp250.000 per hari.
Jadi, dengan modal bersih sekitar Rp5.000.000 – Rp6.500.000, kamu sudah bisa keliling Bangkok dengan sangat nyaman. Harga tersebut belum termasuk oleh-oleh dan belanja lainnya.
Apa Saja Bahasa Thailand Umum yang Bisa Digunakan Selama Liburan ke Thailand?

Sebelum masuk ke daftar kosakata, ada satu aturan penting dalam bahasa Thailand yang wajib kamu ketahui
- Jika kamu seorang pria, akhiri kalimat Anda dengan kata “Khrub” (atau Khrap).
- Jika kamu seorang wanita, akhiri kalimat Anda dengan kata “Kha”.
1. Salam dan Sapaan Dasar
Mengucapkan salam dengan senyuman (Wai) adalah cara terbaik untuk membuka percakapan dengan warga lokal.
- Halo / Selamat Pagi / Siang / Malam: Sawasdee (Khrub/Kha)
- Terima Kasih: Khawp khun (Khrub/Kha)
- Sama-sama / Tidak Apa-apa: Mai pen rai (Khrub/Kha)
- Maaf / Permisi: Khor thoad (Khrub/Kha)
- Ya: Chai (Khrub/Kha)
- Tidak: Mai (Khrub/Kha)
2. Navigasi dan Bertanya Arah
Agar tidak tersesat saat mencari tempat wisata atau stasiun BTS atau MRT, kamu bisa menggunakan panduan arah berikut:
- Di mana…?: … Yoo thee nai (Khrub/Kha)? (Contoh: Toilet yoo thee nai?)
- Pergi ke…: Pai … (Contoh: Pai Bangkok Hospital)
- Lurus saja: Trong pai
- Belok kiri: Liewซ้าย (Liew sai)
- Belok kanan: Liewขวา (Liew khwa)
- Berhenti di sini: Jod thee nee
3. Keadaan Darurat (Emergency)
Meskipun kita mengharapkan liburan yang aman, tidak ada salahnya bersiap untuk kondisi darurat.
- Tolong!: Chuay duay!
- Saya tersesat: Chan long thang (Wanita) / Phom long thang (Pria)
- Sakit atau Kurang sehat: Mai sabai
Sudah siap berpetualang ke Thailand? Bagikan artikel ini ke mereka yang mau kamu ajak liburan bareng ke Negeri Gajah ini!
FAQ
Tidak perlu. Warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata maksimal hingga 60 hari.
Ya, wajib. Thailand Digital Arrival Card (TDAC) adalah kartu kedatangan digital pengganti formulir kertas TM6 konvensional. Semua turis asing harus mengisinya secara online sebelum tiba di bandara Thailand.
Pihak imigrasi Thailand menyarankan wisatawan membawa uang tunai minimal senilai 10.000 Baht per orang atau sekitar 20.000 Baht per keluarga sebagai bukti kemampuan finansial selama berlibur.
Waktu terbaik adalah antara bulan November hingga Februari saat cuaca lebih sejuk dan tidak terlalu terik. Namun, jika kamu ingin merasakan keseruan Festival Air Songkran, datanglah pada pertengahan bulan April.
