Liburan ke Thailand memang selalu menyenangkan, mulai dari berburu kuliner street food di Bangkok hingga mengunjungi tempat wisata ikoniknya seperti kuil-kuilnya yang megah. Supaya liburanmu berjalan lancar dan ramah di kantong, memahami sistem transportasi lokal adalah kuncinya. Thailand menawarkan berbagai pilihan transportasi umum yang siap mengantarmu ke mana saja.
Yuk, simak panduan lengkap mengenai 5 transportasi umum di Thailand, mulai dari cara naik hingga estimasi tarifnya berikut ini!
Apa Saja Jenis Transportasi Umum di Thailand?
| Transportasi | Area/Rute | Kisaran Tarif |
|---|---|---|
| BTS Skytrain | Khusus Bangkok | 17 – 47 Baht per perjalanan. Full Day Pass sekitar 150 Baht. |
| MRT Subway | Khusus Bangkok | 17- 45 Baht per perjalanan. |
| Tuk-Tuk | Berbagai kota di Thailand | Sekitar 50 -100 Baht untuk jarak 1 – 3 km. |
| Songthaew | Berbagai kota di Thailand | Sekitar 10 – 30 Baht per orang untuk jarak dekat. |
| Taksi Online dan Konvensional | Berbagai kota di Thailand | Tarif dasar mulai dari 35 Baht. Perjalanan dari bandara dikenakan tambahan sekitar 50 Baht. |
| Kereta Api Jarak Jauh atau SRT | Bangkok – Ayutthaya dan Bangkok – Chiang Mai | Kelas 3 Bangkok – Ayutthaya sekitar 20 Baht. Kelas 2 Sleeper ber AC Bangkok -nChiang Mai sekitar 800 – 1.000 Baht. |
| Bus Antarkota | Bangkok – Pattaya dan Bangkok – Chiang Mai | Bangkok – Pattaya sekitar 130 -150 Baht. Bus VIP malam Bangkok – Chiang Mai sekitar 600 – 900 Baht. |
1. BTS Skytrain (Khusus di Bangkok)

Trasnportasi umum di Thailand, khusunya Bangkok punya BTS Skytrain (Bangkok Mass Transit System). Sistem transportasi kereta layang ini merupakan penyelamat utama para wisatawan dari kemacetan khas ibu kota Thailand. Jaringan relnya dirancang strategis membelah pusat perbelanjaan, distrik bisnis, hingga kawasan wisata utama.
Bagi traveler Indonesia, BTS Skytrain adalah moda transportasi wajib. Selain armada keretanya bersih dan dilengkapi AC yang dingin, jalurnya terhubung langsung via skywalk ke berbagai mal megah seperti Siam Paragon, CentralwOrld, hingga pasar legendaris Chatuchak Weekend Market.
Peta Jalur Utama BTS Skytrain yang Wajib Dipahami
- Sukhumvit Line (Jalur Hijau Muda): Jalur terpanjang yang melewati pusat kota. Stasiun penting di jalur ini antara lain Mo Chit (akses ke Pasar Chatuchak), Siam (pusat perbelanjaan terbesar), Asok (titik interchange dengan MRT bawah tanah), dan Phrom Phong (kawasan belanja mewah).
- Silom Line (Jalur Hijau Tua): Jalur yang mengarah ke kawasan bisnis dan sungai. Stasiun paling krusial untuk turis adalah Saphan Taksin. Di stasiun ini, kamu cukup jalan kaki ke dermaga Sathorn Pier untuk naik perahu wisata (Chao Phraya Express Boat) menuju Wat Arun, Grand Palace, atau Asiatique.
Cara Naik BTS Skytrain untuk Pemula
- Cek Peta Rute: Periksa peta jalur besar di area concourse stasiun untuk mengetahui posisimu saat ini dan berapa stasiun yang harus dilewati menuju tujuan.
- Membeli Tiket Perjalanan:
- Single Journey Ticket: Cocok untuk sekali jalan. Kamu bisa membelinya di Ticket Vending Machine (TVM). Cukup pilih stasiun tujuan pada layar sentuh, lalu bayar menggunakan uang koin atau uang kertas pecahan 20, 50, dan 100 Baht.
- Rabbit Card: Kartu pintar isi ulang yang sangat direkomendasikan kalau kamu liburan di Bangkok lebih dari 3 hari. Kamu bisa membelinya langsung di loket petugas. Kartu ini menghemat waktumu agar tidak perlu mengantre di mesin tiket setiap saat.
- Tap In di Gerbang Masuk: Tempelkan kartu Rabbit atau tiket magnetik pada panel pemindai di gerbang otomatis. Jika menggunakan tiket fisik sekali jalan, simpan baik-baik karena tiket tersebut wajib dimasukkan kembali saat keluar.
- Menuju Platform: Naik ke lantai peron dengan memperhatikan papan penunjuk arah. Pastikan kamu melihat nama stasiun akhir dari jalur tersebut agar tidak salah naik arah kereta (misalnya arah menuju Khu Khot atau Kheha).
- Tap Out di Stasiun Tujuan: Setibanya di lokasi, lakukan tap out pada gerbang keluar. Untuk tiket sekali jalan, masukkan kartu ke lubang mesin gerbang, kartu akan tertelan otomatis.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Harga Tiket: Tarif BTS sangat bergantung pada jarak, atau jumlah stasiun yang dilewati. Kurang lebih antara 17 Baht hingga 47 Baht per perjalanan.
- BTS One Day Pass: Jika rencana itinerary kamu seharian penuh menggunakan kereta, belilah One Day Pass seharga 150 Baht di loket. Kartu ini memberikan akses unlimited naik turun BTS hingga jam 24.00 waktu setempat pada hari yang sama.
- Jam Buka: BTS Skytrain beroperasi setiap hari mulai jam 06.00 hingga 24.00 waktu setempat. Pada jam sibuk, yaitu pagi dan sore, kereta akan datang setiap 3 sampai 5 menit sekali.
Stasiun Siam adalah stasiun transit terbesar tempat bertemunya Sukhumvit Line dan Silom Line. Bila kamu ingin berpindah jalur di stasiun ini, kamu tidak perlu keluar gerbang tiket atau tap out. Cukup turun atau naik satu lantai menggunakan eskalator menuju platform seberang yang sesuai dengan rute tujuan.
2. MRT Subway (Khusus di Bangkok)

MRT Subway (Metropolitan Rapid Transit) adalah jaringan kereta bawah tanah andalan Bangkok. Moda transportasi ini terkenal sangat bersih, sejuk, tepat waktu, dan memiliki cakupan area yang melengkapi jalur BTS. MRT Subway adalah kunci utama untuk menjangkau kawasan wisata sejarah, budaya, serta area backpacker populer. Jalur MRT ini melewati destinasi ikonik seperti kawasan pecinan Yaowarat (Chinatown), stasiun kereta api utama Krung Thep Aphiwat, hingga stasiun transit terdekat menuju kompleks Grand Palace.
Jalur Utama MRT Bangkok yang Sering Digunakan Turis
MRT Bangkok memiliki dua jalur operasional, namun jalur yang paling penting untuk liburanmu adalah Blue Line (Jalur Biru). Jalur ini berbentuk melingkar (loop line) dan melewati stasiun-stasiun penting berikut:
- Sukhumvit: Stasiun paling padat yang terhubung langsung dengan BTS Asok. Sangat strategis kalau kamu menginap di pusat kota.
- Kamphaeng Phet: Alternatif terbaik untuk ke Chatuchak Weekend Market karena pintu keluar stasiun ini langsung berada di dalam area pasar.
- Hua Lamphong: Pintu gerbang utama menuju kawasan Chinatown (Yaowarat) untuk kamu yang ingin berburu kuliner street food malam hari.
- Sanam Chai: Stasiun bawah tanah tercantik di Thailand dengan arsitektur interior menyerupai istana kerajaan. Ini adalah stasiun terdekat untuk berjalan kaki menuju Wat Pho dan Grand Palace.
Cara Naik MRT Subway untuk Pemula
- Pemeriksaan Keamanan: Sebelum masuk ke area concourse, kamu harus melewati pintu detektor logam dan pemeriksaan tas oleh petugas keamanan.
- Membeli Tiket:
- Token (Koin Plastik Hitam): Tiket sekali jalan yang dibeli melalui Ticket Vending Machine. Pilih stasiun tujuan di layar, lalu bayar menggunakan koin atau uang kertas.
- MRT Card: Kartu isi ulang yang bisa dibeli di loket. Perlu diingat, kartu MRT berbeda dengan Rabbit Card milik BTS, sehingga kedua kartu ini tidak bisa saling silang digunakan.
- Kartu Kredit/Debit contactless (Visa/Mastercard): Kamu bisa langsung tap kartu debit atau kredit Indonesia dengan logo contactless)di gerbang masuk tanpa perlu mengantre beli tiket lagi.
- Tap In di Gerbang Masuk: Tempelkan koin hitam atau kartu pada panel mesin gerbang otomatis.
- Menuju Peron Bawah Tanah: Turun menggunakan eskalator menuju peron. Karena jalurnya berada di bawah tanah, perhatikan papan petunjuk arah platform agar tidak salah arah kereta. Peron MRT dilindungi oleh pintu kaca pembatasdemi keamanan.
- Tap Out di Stasiun Tujuan: Setibanya di lokasi, lakukan tap out. Kalau kamu naik trasnportasi umum di Thailand ini dengan menggunakan koin hitam, masukkan koin tersebut ke dalam lubang slot di gerbang keluar agar pintu terbuka.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Harga Tiket: Tarif MRT dihitung berdasarkan jarak stasiun, berkisar antara 17 Baht hingga 45 Baht per perjalanan.
- Jam Buka: MRT Subway beroperasi setiap hari mulai jam 06.00 sampai 24.00 waktu setempat. Waktu tunggu kereta berkisar antara 5 menit, dan menjadi di bawah 4 menit saat jam sibuk.
MRT dan BTS dikelola oleh dua perusahaan yang berbeda. Jadi, saat kamu melakukan transit (misalnya pindah dari MRT Sukhumvit ke BTS Asok atau sebaliknya), kamu harus keluar dari gerbang tiket stasiun pertama terlebih dahulu, berjalan melewati skywalk penghubung, lalu membeli tiket baru untuk stasiun berikutnya.
3. Tuk-Tuk

Sumber: Traveloka
Liburan ke Thailand rasanya belum lengkap tanpa mencoba Tuk-Tuk. Kendaraan roda tiga bermesin motor yang ikonik dengan suara khasnya yang nyaring ini merupakan salah satu simbol pariwisata Negeri Gajah Putih. Tuk-Tuk sangat cocok digunakan untuk perjalanan jarak dekat, terutama di kawasan wisata sejarah seperti Kota Tua Bangkok (Rattanakosin), area sekitar Grand Palace, hingga kawasan backpacker Khao San Road yang tidak dilewati oleh jalur kereta bawah tanah.
Karakteristik dan Keunikan Tuk-Tuk
- Tanpa AC dan Terbuka: Bersiaplah merasakan angin kota Bangkok. Namun, saat malam hari, naik Tuk-Tuk sangat menyenangkan karena hembusan anginnya yang sejuk.
- Tanpa Argo (Sistem Tawar-Menawar): Tidak seperti taksi, Tuk-Tuk tidak menggunakan argometer. Tarif sepenuhnya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara kamu dan pengemudi sebelum naik.
- Kapasitas Penumpang: Idealnya, Tuk-Tuk nyaman menampung 2 hingga 3 orang dewasa. Jika dipaksakan, kendaraan ini bisa memuat hingga 5 orang, namun kenyamanan tentu akan berkurang.
Cara Naik Tuk-Tuk yang Aman untuk Pemula
- Siapkan Alamat Tujuan yang Jelas: Tunjukkan peta digital atau nama destinasi dalam bahasa Thai kepada pengemudi untuk menghindari salah paham rute.
- Lakukan Tawar Menawar Sebelum Naik: Selalu tanyakan harga di awal (“How much to [Destination]?”). Jangan ragu untuk menawar 30% hingga 50% dari harga pertama yang ditawarkan supir kalau dirasa terlalu mahal.
- Siapkan Uang Pas (Uang Tunai): Pengemudi Tuk-Tuk hanya menerima pembayaran tunai. Pastikan kamu memiliki uang kertas pecahan kecil (20, 50, atau 100 Baht) karena mereka sering kali kesulitan memberikan uang kembalian untuk pecahan besar seperti 500 atau 1000 Baht.
- Gunakan Aplikasi MuvMi: Jika kamu takut ditipu namun tetap ingin naik Tuk-Tuk, unduh aplikasi MuvMi. Ini adalah layanan Tuk-Tuk listrik berbasis aplikasi ride hailing di Bangkok. Tarifnya transparan, berbasis digital, dan jauh lebih murah karena menggunakan sistem ridesharing.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Estimasi Tarif: Untuk jarak dekat, sekitar 1 hingga 3 Km, tarif normal berkisar antara 50 Baht hingga 100 Baht. Jangan mau membayar lebih dari 200 Baht untuk jarak dekat.
- Jam Operasional: Tuk-Tuk tidak memiliki jam kerja resmi. Mereka beroperasi 24 jam sehari, dan biasanya sangat mudah ditemukan mangkal di depan hotel, pusat perbelanjaan, kuil-kuil besar, dan pasar malam.
Berhati-hatilah jika ada pengemudi Tuk-Tuk yang menawarkan tarif sangat murah, misalnya hanya 20 Baht hingga 40 Baht untuk keliling kuil. Ini adalah modus scam klasik di Bangkok. Mereka biasanya tidak akan mengantar ke tempat wisata, melainkan ke toko perhiasan, butik jas, atau agen travel ilegal demi mendapatkan komisi dari toko tersebut. Katakan “No, thank you” dengan sopan jika menemui tawaran mencurigakan ini.
4. Songthaew

Sumber: Chiang Mai Traveller
Kamu berencana menjelajahi destinasi di luar Bangkok, seperti Chiang Mai, Pattaya, Phuket, atau Hua Hin? Songthaew akan menjadi transportasi umum di Thailand yang akan sering kamutemui. Secara harfiah, Songthaew berarti “dua baris”. Kendaraan ini berupa mobil pikap atau truk kecil yang bagian bak belakangnya dimodifikasi menjadi area penumpang dengan dua baris bangku panjang yang saling berhadapan.
Bagi wisatawan Indonesia, Songthaew bisa dibilang sebagai “angkot” versi Thailand. Bedanya, kendaraan ini tidak memiliki kaca jendela alias terbuka, memberikan sensasi hembusan angin yang segar selama perjalanan.
Sistem Kode Warna Songthaew
- Warna Merah (Rot Dang): Paling ikonik dan paling banyak ditemukan di Chiang Mai. Songthaew merah ini biasanya tidak memiliki rute tetap. Mereka beroperasi layaknya taksi bersama yang berjalan mengitari kota tua. Kamu bisa langsung meminta mereka berhenti saat bertemu di tengah jalan, dan mengantar sampai ke tujuan.
- Warna Kuning, Putih, Biru, dan Hijau: Jenis Songthaew ini memiliki rute tetap yang menghubungkan pusat kota dengan daerah pinggiran atau kota satelit di sekitarnya.
Cara Naik Songthaew untuk Pemula
- Stop di Pinggir Jalan: Berdirilah di pinggir jalan yang aman, lalu lambaikan tangan ke bawah saat melihat Songthaew melintas.
- Konfirmasi Tujuan dan Harga: Sebelum naik, hampiri jendela pengemudi dan sebutkan destinasi yang kamu tuju. Jika pengemudi mengangguk, artinya arahnya sesuai. Untuk Songthaew Merah, pastikan kamu menanyakan harga terlebih dahulu. Untuk Songthaew rute tetap, kamu bisa langsung naik tanpa perlu bertanya ke sopir.
- Naik dan Duduk Rapi: Masuklah ke bak belakang dan duduk di bangku yang tersedia. Jika penumpang sedang penuh, beberapa orang lokal terkadang berdiri di tangga pijakan bagian paling belakang.
- Menekan Bel untuk Berhenti: Perhatikan Google Maps di ponselmu. Kalau posisi tujuan kamu sudah dekat, tekan salah satu tombol bel yang terpasang di langit-langit atau dinding bak belakang. Sopir akan segera menepi.
- Pembayaran di Depan: Setelah turun, berjalanlah ke arah jendela depan di samping pengemudi untuk menyerahkan uang tunai.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Estimasi Tarif: Untuk Songthaew Merah di Chiang Mai atau Songthaew rute tetap di jalan utama Pattaya, tarif standar jarak dekat berkisar antara 10 Baht hingga 30 Baht saja per orang. Tarif akan lebih mahal bila kamu menyewanya secara privat.
- Jam Operasional: Umumnya beroperasi dari jam 05.00 hingga 22.00 waktu setempat, namun di kawasan wisata yang ramai seperti Pattaya atau area kelab malam, Songthaew sering kali beroperasi hingga dini hari selama 24 jam.
Selalu siapkan uang koin atau uang kertas pecahan kecil (20 atau 50 Baht). Membayar Songthaew seharga 30 Baht dengan uang kertas 500 Baht sangat dihindari karena pengemudi sering kali tidak memiliki uang kembalian, dan ini bisa memicu kesalahpahaman.
5. Taksi Online & Konvensional

Sumber: The Thaiger
Buat kamu yang liburan ke Thailand membawa keluarga, membawa banyak koper, atau ingin kenyamanan ekstra tanpa perlu berjalan kaki ke stasiun, taksi adalah pilihan terbaik. Di Thailand, khususnya kota-kota besar seperti Bangkok, Phuket, dan Pattayatersedia dua opsi taksi, yaitu taksi konvensional dan taksi online berbasis aplikasi.
Perbedaan Taksi Konvensional vs Taksi Online di Thailand
- Taksi Konvensional (Metered Taxi): Mudah dikenali dari warna bodinya yang mencolok dan cerah (seperti kombinasi hijau-kuning, pink, merah, atau biru). Mereka menggunakan argometer resmi untuk menentukan tarif.
- Taksi Online (Aplikasi): Menggunakan mobil pribadi plat hitam. Layanan ini sangat populer karena tarifnya sudah pasti tertera di layar ponsel sebelum kamu memesan, sehingga bebas dari risiko scam.
Panduan Cara Naik Taksi yang Aman
- Jika Menggunakan Taksi Konvensional: Selalu pastikan pengemudi menyalakan argometer begitu kamu naik. Jika mereka menolak dan menawarkan harga borongan, sebaiknya kamu turun dan mencari taksi lain karena harga borongan tersebut biasanya 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal. Perhatikan lampu merah di kaca depan, jika menyala tulisan Thai (ว่าง), artinya taksi tersebut kosong.
- Jika Menggunakan Taksi Online: Manfaatkan fitur pembayaran nontunai. Kamu bisa menyambungkan kartu kredit atau kartu debit Indonesia (berlogo Visa/Mastercard) ke aplikasi Grab atau Bolt. Hal ini sangat praktis agar kamu tidak perlu pusing menyiapkan uang kembalian dalam mata uang Baht.
- Titik Jemput di Bandara: Kalau kamu memesan taksi online dari Bandara Suvarnabhumi (BKK) atau Don Mueang (DMK), pastikan kamu menuju ke lantai atau gate khusus penjemputan transportasi online yang sudah ditentukan oleh pihak bandara.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Estimasi Tarif Konvensional: Tarif dasar dimulai dari 35 Baht untuk beberapa kilometer pertama, dan argo akan berjalan seiring jarak serta waktu tempuh jika macet.
- Biaya Tambahan: Taksi konvensional dari pangkalan resmi bandara, ada biaya tambahan resmi sebesar 50 Baht yang harus dibayarkan ke sopir di luar tarif argo. Selain itu, biaya tol epenuhnya ditanggung oleh penumpang.
- Jam Operasional: Baik taksi konvensional maupun online beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Bangkok terkenal dengan kemacetan jalanannya yang luar biasa padat pada jam pulang kantor, sekitar jam 17.00 – 20.00. Kalau kamu mengejar waktu menuju bandara pada jam-jam sibuk tersebut, sangat disarankan untuk menggunakan kombinasi BTS atau MRT menuju stasiun Makkasan atau Phaya Thai, lalu menyambung menggunakan kereta bandara Airport Rail Link (ARL) agar tidak tertinggal pesawat.
6. Kereta Api Jarak Jauh (SRT)

Sumber: Bangkok Post
State Railway of Thailand atau SRT adalah transportasi umum di Thailand ini cocok untuk kamu yang maubepergian keluar kota Bangkok dengan budget hemat namun tetap nyaman. Jaringan kereta api nasional Thailand ini menghubungkan ibu kota dengan berbagai provinsi di ujung Utara, Selatan, hingga Timur Laut. Naik kereta jarak jauh di Thailand menawarkan petualangan visual yang indah karena jalurnya melewati pedesaan, pegunungan, dan persawahan yang asri.
Bagi traveler, SRT sering kali dimanfaatkan untuk perjalanan hemat menuju destinasi bersejarah seperti Ayutthaya, kota budaya Chiang Mai, hingga perjalanan lintas negara menuju perbatasan Malaysia (Padang Besar).
Kelas Kereta SRT
- Kelas 1 (First Class Sleeper): Kereta tidur ber AC dengan bilik privat untuk 2 orang. Dilengkapi dengan fasilitas wastafel di dalam kamar dan toilet umum yang memiliki pancuran air mandi. Sangat cocok untuk perjalanan semalam suntuk ke Chiang Mai.
- Kelas 2 (Second Class AC atau Fan): Tersedia opsi kursi duduk biasa atau kursi tidur. Untuk opsi sleeper, kursi penumpang akan diubah menjadi tempat tidur bertingkat oleh petugas saat malam tiba, lengkap dengan tirai penutup untuk menjaga privasi.
- Kelas 3 (Third Class): Kereta kelas ekonomi tanpa AC dengan konfigurasi kursi tegak berhadapan. Tarifnya sangat murah dan biasanya digunakan oleh turis untuk perjalanan jarak pendek, kurang dari 2 jam seperti dari Bangkok ke Ayutthaya.
Cara Membeli Tiket Kereta Api SRT untuk Pemula
- Pemesanan Online Resmi: Tiket kereta jarak jauh, terutama Kelas 1 dan Kelas 2 Sleeper sering kali habis berminggu-minggu sebelum keberangkatan. Kamu bisa memesannya secara aman melalui situs web resmi D-Ticket SRT atau aplikasi mobile resminya. Pembayaran bisa menggunakan kartu kredit/debit internasional.
- Membeli Langsung di Loket: Disarankan kalau ingin menaiki kereta Kelas 3 untuk jarak pendek, seperti ke Ayutthaya. Cukup datang ke loket tiket di Krung Thep Aphiwat Central Terminal atau stasiun keberangkatan, lalu tunjukkan paspor kepada petugas saat membeli.
- Mencetak Tiket Digital: Jika membeli secara online, pastikan menyimpan e-ticket dengan QR Code di ponselmu atau mencetaknya di kertas, karena petugas di atas kereta akan memindai tiket tersebut selama perjalanan.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Estimasi Tarif: Harga tiket sangat bervariasi tergantung kelas dan jarak. Sebagai gambaran, tiket Kelas 3 dari Bangkok ke Ayutthaya hanya berkisar 20 Baht. Sementara tiket Kelas 2 Sleeper ber AC dari Bangkok menuju Chiang Mai berkisar antara 800 hingga 1.000 Baht.
- Jam Operasional: Kereta api jarak jauh beroperasi sepanjang hari berdasarkan jadwal keberangkatan resmi masing-masing rute kereta.
Saat memilih perjalanan menggunakan overnight train, pilihlah posisi kasur bawah ketika memesan tiket Kelas 2 Sleeper. Meskipun harganya sedikit lebih mahal dibanding kasur atas, kasur bawah memiliki ukuran tempat tidur yang jauh lebih luas, posisi jendela yang langsung menghadap pemandangan luar, dan tidak perlu repot memanjat tangga kecil.
7. Bus Antarkota

Sumber: Thai Bus
Selain kereta api (SRT), Bus Antarkota adalah urat nadi transportasi umum utama di Thailand untuk perjalanan jarak jauh. Jaringan bus antarkota di negara ini sangat terorganisasi dengan baik, modern, dan menjangkau wilayah-wilayah yang tidak memiliki akses jalur rel kereta, seperti kota pantai Pattaya, pulau Phuket, atau kota pegunungan Pai.
3 Terminal Bus Utama di Bangkok yang Wajib Diketahui
- Terminal Bus Mo Chit (Northern & Northeastern Bus Terminal): Terminal terbesar di Bangkok yang melayani rute perjalanan ke wilayah Utara, seperti Chiang Mai, Chiang Rai, Sukhothai, dan wilayah Timur Laut atau Isan. Lokasinya dekat dengan stasiun BTS Mo Chit dan MRT Kamphaeng Phet.
- Terminal Bus Ekkamai (Eastern Bus Terminal): Terminal paling favorit bagi turis karena lokasinya berada di pusat kota, langsung terhubung dengan stasiun BTS Ekkamai. Terminal ini khusus melayani rute ke wilayah Timur, termasuk Pattaya, Rayong, dan Koh Chang.
- Terminal Bus Sai Tai Mai (Southern Bus Terminal): Terletak di bagian barat Bangkok, terminal ini melayani rute ke wilayah Selatan seperti Hua Hin, Phuket, Krabi, dan Hat Yai.
Pilihan Kelas Bus Antarkota
- VIP atau First Class: Opsi terbaik untuk perjalanan malam hari. Konfigurasi kursinya sangat lega, antara 2-1 atau 2-2. Dilengkapi sandaran kaki, pengisi daya USB, toilet di dalam bus, hingga layar hiburan personal. Penumpang juga biasanya mendapatkan makanan ringan dan air mineral gratis.
- Express atau Second Class: Kelas standar ber AC yang cocok untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah di bawah 4 jam, seperti rute Bangkok ke Pattaya atau Hua Hin.
Cara Membeli Tiket Bus Antarkota untuk Pemula
- Pemesanan Online Lewat Agregator: Untuk mengamankan kursi, gunakan platform pemesanan tiket terpercaya di Asia Tenggara seperti 12Go.Asia atau BusOnlineTicket. Kamu bisa memilih jadwal, operator, dan langsung membayar menggunakan kartu kredit/debit Indonesia.
- Membeli Langsung di Loket Terminal: Untuk pergi ke destinasi jarak dekat yang memiliki jadwal keberangkatan setiap 30 menit sekali (seperti dari Ekkamai ke Pattaya), kamu bisa langsung datang ke terminal. Cari loket resmi yang menampilkan nama kota tujuan, lalu bayar menggunakan uang tunai Baht.
- Waspada Agen Travel Ilegal: Hindari membeli tiket bus antarkota melalui calo jalanan atau agen travel tidak resmi di sekitar kawasan Khao San Road. Bus yang mereka sediakan sering kali tidak layak jalan dan rawan terhadap kasus kehilangan bagasi.
Estimasi Tarif dan Jam Operasional
- Estimasi Tarif: Harga tiket bus di Thailand tergolong sangat murah. Untuk rute populer Bangkok ke Pattaya atau jarak pendek tarifnya hanya sekitar 130 hingga 150 Baht. Sedangkan untuk bus kelas VIP malam dari Bangkok menuju Chiang Mai berkisar antara 600 hingga 900 Baht.
- Jam Operasional: Keberangkatan bus tersedia hampir sepanjang hari. Bus jarak dekat biasanya beroperasi dari jam 05.00 hingga 21.00, sementara bus jarak jauh kelas VIP umumnya dijadwalkan berangkat pada malam hari, jam 19.00 – 22.00 waktu setempat agar penumpang bisa tiba di kota tujuan keesokan paginya.
Kalau kamu menggunakan bus kelas VIP untuk perjalanan malam, pilihlah operator Nakhonchai Air (NCA). Operator swasta ini sering dijuluki sebagai “maskapai penerbangan di atas jalan raya” karena kualitas layanannya yang premium, pramugari bus yang ramah, kebersihan armada yang luar biasa, serta memiliki terminal eksklusif sendiri di Bangkok yang nyaman dan jauh dari kesan semrawut.
Apa Saja Aplikasi Transportasi Umum di Thailand yang Harus di Unduh?
Menjelajahi Thailand di era digital saat ini jauh lebih mudah berkat kehadiran berbagai aplikasi smartphone. Bagi wisatawan Indonesia, mengunduh aplikasi transportasi lokal sebelum mendarat di Bangkok atau kota besar lainnya adalah hal penting. Selain bisa menghemat udget liburan, aplikasi-aplikasi ini menjadi penyelamat utama untuk mengatasi kendala bahasa dengan pengemudi lokal.
Berikut adalah rekomendasi aplikasi transportasi umum di Thailand yang wajib ada di ponselmu:
- Grab: Untuk memesan taksi konvensional, taksi dengan mobil pribadi dan ojek motor.
- Bolt: Untuk memesan taksi dan mobil online dengan tarif ekonomis.
- MuvMi: Untuk memesan Tuk-Tuk modern di dalam area atau kluster tertentu di Bangkok
- 12Go.Asia: Untuk agregator transportasi untuk mencari jadwal, membandingkan harga, dan memesan tiket kereta api nasional (SRT), bus antarkota, hingga kapal feri penyeberangan pulau.
- ViaBus: Untuk melacak posisi bus kota, melihat nomor rute bus, dan mengetahui halte terdekat.
Agar semua aplikasi di atas dapat berfungsi optimal selama menjelajahi Thailand, pastikan kamu membeli Tourist SIM Card langsung di Bandara Suvarnabhumi atau Don Mueang, atau mengaktifkan layanan eSIM Thailand sejak dari Indonesia. Koneksi internet yang stabil sangat dibutuhkan untuk pelacakan lokasi GPS yang akurat pada aplikasi-aplikasi tersebut.
Adakah Bahasa Thailand yang Membantu Selama Menaiki Transportasi Umum di Thailand?
| Kategori | Frasa (Cara Pengucapan) | Aksara Thai | Arti / Fungsi |
| Tarif & Nego | Thao rai krap/ka? | เท่าไหร่ | Berapa harganya? |
| Pai [Nama Tempat], thao rai krap/ka? | ไป…เท่าไหร่ | Ke [Nama Tempat], berapa harganya? | |
| Phaeng pai krap/ka, lot noi dai mai? | แพงไป ลดหน่อยได้ไหม | Terlalu mahal, bisa kurang sedikit? | |
| Argo Taksi | Phaen mit toe dai mai krap/ka? | เปิดมิเตอร์ได้ไหม | Bisa tolong nyalakan argometer? |
| Navigasi Arah | Liao sai | เลี้ยวซ้าย | Belok kiri |
| Liao khwa | เลี้ยวขวา | Belok kanan | |
| Trong pai | ตรงไป | Jalan lurus terus | |
| Khap cha-cha noi krap/ka | ขับช้าๆ หน่อย | Tolong berkendara agak pelan | |
| Berhenti atau Turun | Chit sai krap/ka | ชิดซ้าย | Menepi ke kiri |
| Chot thi ni krap/ka | จอดที่นี่ | Berhenti di sini | |
| Sopan Santun | Khop khun krap/ka | ขอบคุณ | Terima kasih |
Gunakan akhiran “Krap” jika kamu seorang pria, dan akhiran “Ka” jika kamu seorang wanita di setiap akhir kalimat agar terdengar sopan bagi warga lokal.
Adakah Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Thailand?
Untuk menghindari scam, perhatikan beberapa tips aman menggunakan transportasi umum di Thailand ini:
- Waspada Modus Penipuan Tuk-Tuk (Tuk-Tuk Scam): Jangan mudah percaya jika ada pengemudi Tuk-Tuk atau orang asing ramah di sekitar tempat wisata yang mengatakan bahwa kuil seperti Grand Palace atau Wat Pho sedang tutup. Ini adalah trik agar kamu mau diantar dengan tarif murah ke toko perhiasan atau butik jas palsu demi komisi mereka. Selalu cek sendiri ke gerbang resmi dan abaikan tawaran tersebut.
- Tolak Harga Borongan pada Taksi Konvensional: Selalu pastikan pengemudi taksi menyalakan argometer begitu kamu masuk. Jika mereka menolak dan langsung menembak harga flat, sebaiknya segera turun dan mencari taksi lain karena tarif borongan tersebut biasanya jauh lebih mahal.
- Gunakan Aplikasi sebagai Tolok Ukur Tarif: Sebelum naik transportasi tanpa argo seperti Tuk-Tuk atau Songthaew, buka aplikasi Grab atau Bolt terlebih dahulu. Cek estimasi tarif ke tujuan di aplikasi tersebut untuk dijadikan acuan dasar saat melakukan tawar-menawar harga dengan pengemudi lokal agar tidak terkena getok harga.
- Amankan Barang Berharga di Bus dan Kereta Malam: Saat menggunakan bus antarkota atau kereta malam, jangan pernah menaruh paspor, dompet, laptop, atau gawai di dalam koper yang masuk ke bagasi bawah bus atau kolong kereta. Taruh barang-barang penting tersebut di tas kecil yang bisa kamu peluk atau jadikan bantal saat tidur.
- Hindari Bus Wisata dari Agen Ilegal: Jangan membeli tiket bus jarak jauh dari agen travel tidak resmi di pinggir jalan, terutama di sekitar kawasan backpacker Khao San Road. Bus mereka sering kali tidak layak jalan, rawan keterlambatan, dan rawan kasus kehilangan bagasi. Selalu beli tiket resmi di loket terminal atau melalui aplikasi terpercaya seperti 12Go.Asia.
- Selalu Minta Helm Saat Naik Ojek Motor: Ojek motor sangat ampuh menembus kemacetan horor Bangkok, namun angka kecelakaan roda dua di sana cukup tinggi. Secara hukum, penumpang wajib memakai helm. Pastikan untuk meminta helm cadangan kepada pengemudi sebelum motor mulai berjalan.
- Jaga Posisi Tas Saat Naik Transportasi Terbuka: Karena Tuk-Tuk dan Songthaew tidak memiliki pintu atau kaca jendela, jangan menaruh tas, dompet, atau ponsel di posisi yang terlalu dekat dengan tepi luar kendaraan. Hal ini penting untuk mengantisipasi modus jambret bermotor yang memanfaatkan kelengahan penumpang saat macet.
Kalau kamu mengalami kendala kriminal, pemerasan tarif yang ekstrem, atau penipuan berat selama menggunakan transportasi publik, segera hubungi Tourist Police Thailand di nomor 1155 (layanan bebas pulsa dan tersedia dalam bahasa Inggris).
FAQ
Tidak bisa. Untuk BTS Skytrain di Bangkok, kamu disarankan membeli Rabbit Card. Sedangkan untuk MRT Subway, kamu bisa langsung menempelkan (tap) kartu kredit atau debit berlogo Visa/Mastercard yang memiliki fitur contactless.
Sewa motor angat populer di Chiang Mai, Phuket, dan pulau-pulau kecil dengan tarif sekitar ฿150 – ฿300 per hari. Syarat wajibnya adalah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional untuk menghindari denda tilang polisi setempat.
Cara termurah dan tercepat adalah menggunakan kereta Airport Rail Link (ARL). Tarifnya hanya sekitar ฿15 – ฿45 dan langsung terhubung dengan stasiun MRT Phetchaburi atau BTS Phaya Thai.
Sekarang kamu sudah tahu cara kerja transportasi umum di Thailand, dari yang bebas macet sampai yang penuh petualangan! Kamu bisa cek Lensa Jalan sebagai panduan wisatamu ya!
- Kuliner Ekstrem Thailand, Mulai dari Ulat Bambu Sampai Kalajengking, Berani Coba?
- 7 Trasnportasi Umum di Thailand: Cara Naik Hingga Tarifnya
- 8 Aplikasi dari Singapura yang Wajib Kamu Download Sebelum Berangkat!
- Kapan Waktu Terbaik untuk ke Thailand? Ini Jawabannya
- 7 Tempat Wisata Anak di Thailand yang Edukatif & Pasti Seru
