Kalau bicara liburan ke Thailand, hal pertama yang terlintas di pikiran pasti nggak jauh-jauh dari tempat wisata ikoniknya yang berupa kuil megah, belanja murah, dan tentu saja, makanannya! Ya, Negeri Gajah Putih ini memang rajanya kuliner dengan perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan gurih yang bikin nagih.
Nah kali ini, Lensa Jalan mau infokan 10 kuliner khas Thailand yang wajib kamu coba langsung berdasarkan rekomendasi warga lokal. Dari street food kaki lima yang legendaris sampai hidden gems tersembunyi. Kamu bisa bawa anak-anak wisata kuliner untuk memperkaya rasa mereka. yuk kita intip daftar kuliner khas Thailand yang wajib masuk bucket list kamu!
Daftar Kuliner Khas Thailand Paling Enak Pilihan Penduduk Lokal
1. Tom Yum Goong (Sup Asam Pedas Udang)

Sumber: SUNISA CHAUENG
Bicara soal kuliner khas Thailand, Tom Yum Goong jelas berada di daftar teratas. Sup tradisional khas Thailand ini berbahan dasar udang segar yang dimasak bersama ramuan rempah seperti serai, lengkuas, daun jeruk, dan cabai. Cita rasanya merupakan ledakan sempurna antara pedas yang menggigit, asam yang segar, serta gurih dari kaldu udang yang pekat.
Warga lokal sangat menyukai hidangan ini karena dianggap sebagai comfort food yang berkhasiat bagi kesehatan dan sangat pas disantap di segala cuacac. Sebagai turis, kamu wajib mencoba sup ini langsung di negara asalnya untuk merasakan rasa autentik dari perpaduan rempah asli yang jarang ditemukan di luar negeri.
Untuk mencicipi versi paling “lokal” yang ramah di kantong dan jadi favorit warga lokal, kamu bisa datang ke Mit Ko Wuan di kawasan Kota Tua Bangkok untuk versi kuah bening yang segar. Pilihan lainnya adalah warung street food kaki lima Tom Yum Goong Banglamphu di dekat Khao San Road yang terkenal dengan kuah kentalnya yang sangat creamy dan kaya akan minyak udang gurih. Kamu bisa coba kedua tempat itu dengan menggunakan trasnportasi umum di Bangkok.
2. Pad Kra Pao (Tumis Daging Basil)

Sumber: Mingchen
Kalau Tom Yum Goong adalah rajanya sup, maka Pad Kra Pao adalah comfort food nomor satu yang paling sering dipesan oleh warga lokal saat bingung mau makan siang apa. Hidangan street food legendaris ini berupa tumisan daging cincang (biasanya ayam atau sapi) yang dimasak kilat dengan bawang putih, cabai rawit, dan bintang utamanya: daun holy basil khas Thailand. Cita rasanya sangat intens dengan dominasi rasa gurih, asin, dan pedas menyengat, ditambah aroma wangi yang khas dari daun basil yang layu terkena panas wajan.
Warga lokal sangat menyukai menu ini karena penyajiannya yang super cepat, mengenyangkan, dan punya level pedas yang bikin nagih. Sebagai turis, kamu wajib banget mencoba Pad Kra Pao autentik karena perpaduan rasa holy basil asli Thailand punya aroma yang beda jauh dengan basil barat atau kemangi biasa. Jangan lupa untuk selalu memesannya dengan tambahan khai dao, yaitu telur ceplok ala Thailand yang pinggirannya garing tapi kuning telurnya masih meleleh.
Untuk mencicipi kuliner khas Thailand Pad Kra Pao terbaik yang jadi langganan warga lokal, kamu wajib mampir ke Original Pad Kra Pao 1993 di231 Soi Charoen Rat 4, Khlong Ton Sai, Khlong San, Bangkok, yang terkenal dengan tumisan keringnya yang meresap.
3. Som Tum (Salad Pepaya Muda)

Sumber: T9 Haircuts
Bosan dengan makanan berat yang berminyak? Saatnya kamu mencoba Som Tum, salad pepaya muda khas Thailand yang menyegarkan dan penuh kejutan rasa. Hidangan legendaris ini terbuat dari irisan pepaya muda renyah, tomat, kacang panjang, dan udang kering, yang ditumbuk kasar di dalam cobek kayu bersama cabai, bawang putih, air asam jawa, kecap ikan, dan perasan jeruk nipis. Rasanya sangat asam, pedas membakar, manis, dan sedikit asin gurih yang langsung bikin mata melek.
Warga lokal Thailand menjadikan Som Tum sebagai camilan wajib sehari-hari atau pendamping ayam bakar karena rasanya yang mampu mengimbangi makanan berlemak. Sebagai turis, kamu harus mencoba kuliner ini karena Som Tum adalah bukti otentik bagaimana masyarakat Thailand bisa mengubah bahan sederhana menjadi mahakarya rasa yang sangat segar. Plus, kamu bisa menyiasati level pedasnya saat memesan jika tidak kuat dengan standar pedas lokal yang cukup ekstrem.
Biar dapat rasa yang paling original datanglah ke Som Tum Jay So di kawasan Silom, Bangkok. Warung tersembunyi ini selalu dipenuhi warga lokal saat jam makan siang demi menikmati Som Tum versi Isan yang autentik dengan tambahan pla ra (pasta ikan difermentasi). Alternatif lainnya adalah Somtam Nua di Siam Square, yang meski areanya modern, tetap menjadi favorit anak muda lokal karena tekstur pepayanya yang super renyah dan bumbunya yang pas.
4. Khao Soi (Mi Kari Khas Utara)

Sumber: Tang Keith
Jika kamu bosan dengan kuliner Bangkok dan ingin mencicipi cita rasa unik dari wilayah utara Thailand, Khao Soi adalah menu yang wajib masuk daftar. Hidangan mi berkuah ini menyajikan perpaduan tekstur yang unik. Mi telur lembut yang direndam dalam kuah kari kuning yang kaya rempah, lalu diberi topping mi telur kering yang digoreng krispi di atasnya. Rasa kuahnya sangat khas, dominan gurih bersantan, sedikit manis, dengan semburat pedas hangat yang tidak semenyengat Tom Yum, biasanya disajikan bersama potongan paha ayam empuk yang dagingnya mudah lepas.
Warga lokal di Chiang Mai dan sekitarnya sangat mencintai Khao Soi sebagai menu sarapan atau makan siang yang menghangatkan tubuh. Turis wajib mencoba kuliner ini karena rasanya yang cenderung lebih bersahabat di lidah internasional berkat pengaruh budaya kuliner Myanmar dan Tiongkok yang kental. Untuk menikmati semangkuk Khao Soi dengan cara lokal yang benar, pastikan kamu menambahkan perasan jeruk nipis, irisan bawang merah, dan acar sawi hijau yang disediakan di meja.
Tempat terbaik untuk berburu Khao Soi autentik yang selalu ramai antrean warga lokal adalah Khao Soi Mae Sai di Chiang Mai; warung legendaris ini terkenal dengan kuah karinya yang sangat pekat dan bumbu yang meresap sempurna. Pilihan alternatif lainnya adalah Khao Soi Lam Duan Fah Ham, salah satu kedai tertua di kota utara tersebut yang resep karinya sudah dijaga turun-temurun selama puluhan tahun.
5. Pad Thai (Mi Goreng ala Thailand)

Sumber: Matt Emmanuel
Kurang afdol rasanya membahas kuliner khas Thailand tanpa memasukkan Pad Thai, mi goreng ikonis yang sudah mendunia. Hidangan ini menggunakan mi beras bertekstur kenyal yang ditumis di atas wajan cekung (wok) bersama tahu kuning, tauge, kucai, telur, dan udang segar. Kunci kelezatan mi ini terletak pada saus siramannya yang memadukan pasta asam jawa, kecap ikan, dan gula aren, menghasilkan harmoni rasa manis, gurih, dan sedikit asam segar yang khas, lalu disajikan dengan taburan kacang tanah tumbuk dan perasan jeruk nipis di atasnya.
Bagi warga lokal, Pad Thai adalah simbol kebanggaan kuliner nasional sekaligus pilihan kuliner khas Thailand praktis yang mengenyangkan di segala suasana. Sebagai turis, mencicipi Pad Thai langsung di tempat asalnya wajib hukumnya agar kamu tahu standar rasa yang orisinal—di mana mi dimasak dengan teknik wok hei (aroma gosong wajan yang pas) dan tidak terlalu manis seperti versi adaptasi di luar negeri.
Bila kamu ingin menghindari antrean panjang turis di restoran mainstream namun tetap mendapatkan rasa juara, cobalah melipir ke Pad Thai Mae Am di kawasan Khlong Toei. Warung legendaris bergaya kuno ini menjadi andalan warga lokal karena saus asam jawanya dimasak tradisional sehingga meresap sempurna ke dalam mi. Rekomendasi alternatif lainnya adalah Pad Thai Lung Pha di kawasan Kota Tua (Maha Chai Road), sebuah kedai legendaris berusia lebih dari 60 tahun yang terkenal di kalangan masyarakat Bangkok berkat resep Pad Thai minyak udangnya yang sangat gurih.
6. Kuay Teow Reua (Boat Noodles)

Sumber: C. M.
Bagi para pencinta mi berkuah ekstrem, Kuay Teow Reua atau yang populer dengan sebutan boat noodles adalah kuliner yang wajib masuk daftar buruan. Dinamakan mi perahu karena dulunya hidangan ini dijual oleh pedagang di atas perahu yang menyusuri kanal-kanal Bangkok. Ciri khas utama kuliner ini adalah kuahnya yang berwarna gelap, super pekat, dan kaya rempah, yang secara tradisional diberi campuran sedikit darah sapi atau babi (nam tok) untuk menghasilkan tekstur creamy dan rasa gurih-manis yang mendalam. Disajikan dalam porsi mangkuk kecil, mi ini biasanya dilengkapi dengan daging sapi atau babi, bakso, dan taburan kulit babi goreng yang renyah (pork rinds).
Warga lokal sangat menggemari boat noodles karena harganya yang sangat murah dan sensasi makan unik, di mana mereka sering kali menantang diri untuk menumpuk belasan mangkuk kosong di atas meja. Sebagai turis, kamu wajib mencoba hidangan ini untuk merasakan cita rasa kuah kaldu paling kompleks dan autentik yang merepresentasikan sejarah budaya urban Bangkok.
Untuk menghindari area “Boat Noodles Alley” di Victory Monument yang kini sudah terlalu komersial dan banyak dikunjungi turis, sebaiknya kamu melipir ke Doy Kuay Teow Reua. Warung tersembunyi yang terletak di dalam gang dekat Ratchawithi Soi 18 ini adalah tempat pelarian warga lokal sejati demi menikmati kuah kaldu nam tok yang sangat kental, pedas, dan kaya rempah dengan harga yang sangat bersahabat.
7. Massaman Curry (Kari Massaman)

Sumber: M shaman
Jika kamu mencari hidangan yang kaya rempah namun tidak terlalu membakar lidah, Massaman Curry adalah pilihan yang sempurna. Saking lezatnya, kari tradisional ini bahkan berulang kali dinobatkan sebagai salah satu kuliner khas Thailand paling enak di dunia versi CNN Travel. Berbeda dengan kari hijau khas Thailand yang cenderung pedas segar, Massaman Curry memiliki pengaruh rasa Timur Tengah yang kuat dengan perpaduan rempah kering seperti kapulaga, kayu manis, cengkih, dan jintan. Daging sapi atau ayam yang dimasak perlahan hingga empuk dipadukan dengan kuah santan pekat, menghasilkan cita rasa gurih yang sangat kaya, manis, dan sedikit asam gurih dengan sentuhan kacang tanah sangrai di dalamnya.
Warga lokal Thailand biasanya menyantap menu ini sebagai hidangan istimewa saat berkumpul bersama keluarga, karena proses memasaknya yang membutuhkan waktu lama agar bumbunya meresap sempurna. Sebagai turis, kamu wajib mencoba kuliner ini untuk merasakan sisi lain dari kuliner Thailand yang ramah di lidah namun tetap memiliki rasa rempah yang tinggi dan daging yang super lembut.
Untuk menikmati Massaman Curry dengan cita rasa autentik yang jadi favorit masyarakat lokal, datanglah ke Krua Apsorn di kawasan Dusit, Bangkok. Restoran legendaris ini adalah langganan warga lokal (bahkan keluarga kerajaan) karena kuah karinya yang sangat lembut dan seimbang tanpa rasa manis yang berlebihan. Pilihan alternatif lainnya adalah Amataros di kawasan Phra Nakhon, sebuah kedai bergaya rumahan yang terkenal dengan resep kuno Massaman daging sapinya yang sangat legendaris dan meresap hingga ke serat terdalam.
8. Gai Tod (Ayam Goreng ala Thailand)

Sumber: Nansri C
Jangan sepelekan menu ayam goreng yang satu ini. Gai Tod bukanlah sekadar ayam goreng biasa, melainkan salah satu rajanya street food di Thailand yang aromanya bisa kamu cium hampir di setiap sudut jalanan Bangkok. Kunci kelezatan kuliner ini terletak pada proses marinasinya yang menggunakan campuran ketumbar, bawang putih, lada putih, dan kecap ikan, lalu dibalur tepung beras tipis sebelum digoreng deep fry. Hasilnya adalah potongan ayam dengan kulit luar yang super renyah dan garing tahan lama, namun bagian daging dalamnya tetap sangat juicy, gurih, dan wangi rempah.
Warga lokal Thailand menjadikan Gai Tod sebagai menu andalan untuk sarapan cepat atau camilan pengganjal lapar, yang biasanya disantap bersama khao niew (nasi ketan) dan cocolan saus cabai manis (nam jim gai). Sebagai turis, kamu wajib mencoba hidangan ini untuk membuktikan sendiri mengapa ayam goreng kaki lima ala Thailand sering kali dinilai jauh lebih enak dan kaya rasa dibandingkan dengan jaringan ayam goreng cepat saji internasional.
Biar nggak salah pilih, warung Gai Tod legendaris yang selalu diserbu antrean panjang warga lokal sejak pagi hari adalah Gai Tod Jay Kee (juga dikenal sebagai Polo Fried Chicken) di dekat Taman Lumphini. Tempat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Bangkok karena ayam gorengnya yang ditaburi segunung bawang putih goreng renyah yang super gurih. Pilihan alternatif lainnya adalah berburu di pasar lokal seperti Wang Lang Market, di mana kamu bisa menemukan deretan penjual Gai Tod kaki lima autentik dengan kulit ayam yang luar biasa krispi.
9. Moo Ping (Sate Babi Panggang)

Sumber: Johansen Tanudjaja
Bila kamu sedang berjalan-jalan di pagi hari dan mencium aroma panggangan yang manis gurih di sudut jalan, hampir bisa dipastikan itu adalah aroma Moo Ping. Sate babi panggang ala Thailand ini merupakan salah satu menu sarapan praktis paling populer karena kepraktisannya. Daging babi diiris tipis, lalu dimarinasi semalaman dengan ramuan kecap ikan, gula aren, bawang putih, ketumbar, dan sentuhan santan agar teksturnya tetap empuk. Saat dipanggang di atas arang, bumbunya akan terkaramelisasi dengan sempurna, menghasilkan perpaduan rasa manis yang legit, gurih yang mendalam, dan aroma smoky bakar yang sangat menggoda.
Warga lokal sangat menyukai Moo Ping sebagai bahan bakar energi di pagi hari karena harganya yang murah meriah, cepat disajikan, dan sangat mengenyangkan bila dipadukan dengan sebungkus nasi ketan hangat. Sebagai turis, kamu wajib banget mencicipi kuliner kaki lima ini untuk merasakan bagaimana teknik marinasi tradisional Thailand bisa mengubah tusukan daging sederhana menjadi camilan yang bikin ketagihan sejak gigitan pertama.
Untuk berburu Moo Ping terbaik dengan rasa autentik yang jadi rebutan warga lokal sebelum berangkat kerja, datanglah ke Moo Ping Hea Owen di kawasan Silom (Soi Convent), Bangkok. Warung kaki lima legendaris ini terkenal dengan potongan dagingnya yang tebal namun super empuk dengan racikan bumbu manis yang pas. Pilihan alternatif lainnya adalah Moo Ping Jae Par di area pasar tradisional Tha Din Daeng, yang selalu dipadati pembeli lokal demi mendapatkan sate babi panggang bumbu pekat yang disajikan bersama saus cocolan pedas khas.
10. Khao Niew Mamuang (Mango Sticky Rice)

Sumber: Kenn
Wajib hukumnya untuk mencicipi Khao Niew Mamuang alias Mango Sticky Rice. Hidangan penutup paling ikonis dari Thailand ini menyajikan kombinasi kesederhanaan bahan yang menghasilkan rasa mewah. Menu ini terdiri dari nasi ketan yang dimasak dengan santan gurih dan gula aren, lalu disajikan bersama irisan mangga kuning (biasanya jenis Nam Dok Mai atau Ok Rong) yang matang pohon. Di atasnya, disiram lagi dengan saus santan kental yang sedikit asin dan taburan kacang kedelai kuning goreng (crispy mung beans) untuk memberikan tekstur renyah. Cita rasanya merupakan perpaduan harmonis antara manis madu dari mangga, gurih legit dari ketan, dan sedikit asin segar yang bikin nagih.
Warga lokal Thailand sangat menggemari hidangan ini, terutama saat musim mangga tiba (sekitar bulan Maret hingga Mei) karena kualitas buahnya sedang berada di tingkat terbaik dan termanis. Sebagai turis, kamu harus mencoba kuliner ini langsung di Thailand untuk merasakan kontras rasa yang sempurna antara ketan hangat yang gurih dengan potongan mangga dingin yang super juicy.
Biar tidak kena scam, yaitu harga turis yang mahal dengan porsi ketan yang sedikit, melipirlah ke Kor Panich di kawasan Phra Nakhon, Bangkok. Toko ketan legendaris yang sudah buka sejak tahun 1932 ini adalah langganan warga lokal sejati; resep ketan santan mereka bahkan kabarnya berasal dari dapur istana kerajaan zaman dulu. Pilihan alternatif lainnya yang tidak kalah ramai dikerubungi warga lokal adalah Mae Varee di area Thong Lor, yang terkenal karena menyajikan mangga dengan kualitas premium yang selalu manis berpadu dengan ketan tiga warna yang pulen.
Tips Berburu Kuliner Khas Thailand di Bangkok untuk Pemula
Supaya pengalaman berburu kuliner kamu lancar tanpa kendala perut, perhatikan beberapa poin penting ini:
- Perhatikan Kebersihan Kedai: Pilih warung kaki lima yang antreannya ramai oleh warga lokal. Perputaran bahan makanan yang cepat menjamin hidangan selalu fresh.
- Ketahui Tingkat Toleransi Pedas Kamu: Cabai rawit Thailand (prik kee noo) sangat pedas. Jika tidak kuat, selalu katakan “Mai Phed” (tidak pedas) atau “Phed Noi” (sedikit pedas) saat memesan.
- Sediakan Uang Tunai Pecahan Kecil: Sebagian besar pedagang kaki lima tradisional hanya menerima pembayaran tunai atau QR lokal.
Panduan Bahasa Thailand Praktis untuk Memesan Kuliner Khas Thailand
Agar tidak salah memesan menu, terutama bagi kamu yang mencari makanan halal atau ingin mengatur tingkat kepedasan, berikut adalah tabel frasa bahasa Thailand dasar yang wajib kamu catat sebelum pergi ke kedai street food:
| Situasi / Keinginan | Frasa Bahasa Thailand | Cara Membaca (Fonetik) | Catatan Penting untuk Turis |
| Menanyakan Kehalalan | Makanan ini halal atau tidak? | A-han ni ha-lan mai khrap/kha? | Ucapkan khrap jika Anda laki-laki, dan kha jika perempuan. |
| Memastikan Bahan | Apakah mengandung daging babi? | Mee moo mai khrap/kha? | Kata “Moo” berarti babi. Sangat penting dihafalkan bagi muslim. |
| Memastikan Minyak | Apakah memakai minyak babi? | Sai nam-man moo mai khrap/kha? | Kadang sayuran ditumis menggunakan minyak babi (nam-man moo). |
| Minta Tanpa Daging Babi | Jangan pakai daging babi. | Mai sai moo khrap/kha. | Digunakan saat memesan menu umum seperti nasi goreng agar diganti ayam. |
| Mencari Kedai Muslim | Kedai makanan Muslim di mana? | Ran a-han mus-lim yoo thee nai khrap/kha? | Lebih aman mencari plang bertuliskan kata ini atau logo Halal. |
| Mengatur Pedas (Tidak Pedas) | Tolong buat tidak pedas. | Mai phed khrap/kha. | Wajib diucapkan jika kamu sama sekali tidak kuat makan cabai. |
| Mengatur Pedas (Sedikit Pedas) | Tolong buat sedikit pedas saja. | Phed noi khrap/kha. | Standar “sedikit pedas” di Thailand terkadang masih cukup menggigit untuk turis. |
| Memesan Menu | Saya mau pesan menu ini. | Ao an ni khrap/kha. | Bisa diucapkan sambil menunjuk gambar atau menu di papan. |
| Meminta Tagihan | Tolong hitung bonnya (Minta bil). | Chek bin khrap/kha. | Digunakan saat sudah selesai makan dan ingin membayar. |
Warga lokal Thailand sangat menghargai turis yang mencoba berbicara menggunakan bahasa mereka. Jangan ragu untuk menambahkan kata “Khrap” (untuk pria) atau “Kha” (untuk wanita) di akhir setiap kalimat sebagai bentuk kesopanan.
FAQ
Ya, terutama di wilayah Thailand Selatan atau di kota besar seperti Bangkok. Cari logo Halal resmi Thailand atau cari kedai bertuliskan “Muslim Food”. Untuk menu street food umum, pastikan bertanya apakah mengandung minyak babi (nam man moo) atau daging babi (moo).
Kuliner Thailand banyak memanfaatkan rempah tropis segar seperti jeruk nipis, serai, lengkuas, dan cabai mentah untuk mengimbangi kelembapan udara yang tinggi. Formula rasa ini juga bertujuan merangsang nafsu makan.
Sangat terjangkau. Hidangan satu porsi seperti Pad Kra Pao atau Pad Thai di pinggir jalan umumnya berkisar antara 40 hingga 80 Baht (sekitar Rp18.000 – Rp35.000).
Sekarang kamu sudah tahu mana saja kuliner yang jadi favorit warga lokal dan bukan sekadar taktik jebakan turis (tourist trap). Rencanakan perjalanan kulinermu dengan matang agar tidak ada satu pun menu lezat di atas yang terlewat! Kamu bisa juga coba kuliner esktrem yang menjadi khas Thailand.
Kalau kamu malas keluar dari hotel, gunakan aplikasi seperti grab untuk memesan makanan khas Thailand ini. Jadi, ayo siapkan itinerary kamu ke Thailand, dan jadikan Lensa Jalan sebagai teman travelingmu!
- 10 Kuliner Khas Thailand yang Wajib Kamu Coba: Rekomendasi Warga Lokal!
- 5 Aplikasi yang Bisa Membantumu Selama di Thailand
- Kuliner Ekstrem Thailand, Mulai dari Ulat Bambu Sampai Kalajengking, Berani Coba?
- 7 Trasnportasi Umum di Thailand: Cara Naik Hingga Tarifnya
- 8 Aplikasi dari Singapura yang Wajib Kamu Download Sebelum Berangkat!
