Semarang punya segudang pilihan kuliner yang sayang banget kalau dilewatkan. Tapi kalau baru pertama kali datang, wajar banget kalau kamu bingung mau mulai dari mana. Pilih yang mana dulu? Yang mana yang benar-benar enak dan nggak mengecewakan? Pasti pertanyaan-pertanyaan itu akan melintas di kepala.
Kenapa Memilih Tempat Makan yang Sudah Terbukti Ramai di Semarang?
Waktu Lensa Jalan kuliner di Semarang, ada satu pengalaman yang harus kamu tau, kalau tempat makan yang ramai biasanya punya alasan kuat untuk terus ramai. Entah itu karena rasanya yang konsisten, porsinya yang pas, atau suasananya yang bikin betah.
Buat wisatawan yang waktunya terbatas, memilih tempat makan populer yang sudah teruji itu jauh lebih efisien dibanding coba-coba tempat baru yang belum jelas. Kamu bisa fokus menikmati perjalanan tanpa khawatir salah pilih makan siang atau makan malam.
Nah, lima tempat di bawah ini dipilih karena sudah lama dikenal, selalu ramai pengunjung, dan punya menu yang jadi favorit banyak orang, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar kota. Yuk, simak satu per satu!
1. Restoran Kampung Laut – Makan di Tepi Laguna dengan Suasana yang Nggak Terlupakan

Sumber: Restoran Kampung Laut
Saat datang ke Restoran Kampung Laut Semarang, jujur Lensa Jalan langsung jatuh cinta sama atmosfernya yang super adem dan luas banget. Rasanya kayak lagi gak di tengah kota, karena kita bisa makan di atas saung-saung apung berbahan kayu dengan embusan angin laut yang sepoi-sepoi. Terlebih lagi kalau datangnya pas menjelang sunset, vibesnya romantis sekaligus menenangkan banget buat tempat healing bareng keluarga.
Nah, untuk urusan perut, menu andalan yang wajib banget kamu pesan dan sempat saya cicipi adalah Bandeng Kropoknya yang menjadi menu andalan mereka karena renyah sekaligus gurih. Lensa Jalan juga memesan Gurame Bakar Madu yang bumbunya meresap sampai ke daging. Dikombinasikan dengan sambal lalapan yang segar, sensasi makan seafood di atas air di sini beneran bikin pengalaman kulineran kamu di Semarang jadi susah dilupakan!
- Lokasi: Puri Maerokoco Tawang Mas, Jl. Puri Anjasmoro Raya, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang.
- Operasional: Setiap hari, jam 11.00 – 22.00 WIB
- Menu Andalan: Ikan bakar dan udang saus padang
2. Soto Bangkong – Soto Legendaris Semarang yang Sudah Ada Sejak 1950-an

Sumber: Aulia
Kalau lagi jalan-jalan di Semarang dan pengen yang anget-anget, wajib banget melipir ke Soto Bangkong yang super legendaris ini. Suasananya itu tipikal rumah makan legendaris yang selalu ramai, sibuk, tapi tetap terasa homey dan otentik banget dengan aroma kuah kaldu yang langsung menggugah selera.
Begitu semangkuk soto ayam berkuah kecokelatan khasnya mendarat di meja, suapan pertamanya bener-bener menyegarkan. Kombinasi kuah bening yang gurih manis berkat kecap khusus, suwiran ayam kampung, dan taburan bawang putih gorengnya itu pas banget di lidah. Rahasia biar makin mantap yang sempat Lensa Jalan coba adalah racikan pelengkapnya, kamu harus banget nambahin sate kerang, sate telur puyuh, atau perkedel yang dipajang di meja, lalu kucuri sedikit jeruk nipis dan sambal biar rasanya makin nendang!
- Lokasi: Ruko Bangkong Plaza, Jl. Brigjend Katamso No.1, Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang.
- Operasional: Setiap hari, jam 07.00 – 22.00 WIB
- Menu Andalan: Soto ayam
3. Waroeng Semawis – Surga Kuliner Malam di Jantung Pecinan Semarang

Sumber: Arief Yudhanto
Buat kamu yang suka street food, malam mingguan di Waroeng Semawis (Pasar Semawis) bener-bener jadi agenda yang paling di tunggu pas ke Semarang. Suasananya itu tipikal night market Pecinan yang super meriah, padat, dan dipenuhi kepulan asap aroma masakan yang wangi banget di sepanjang Gang Warung, pokoknya vibesnya hidup banget dengan lampu-lampu lampion merah yang estetik.
Di sini, menu andalan yang wajib banget kamu buru dan sempat bikin Lensa Jalan kalap adalah Pisang Plenet khas Semarang yang manis legit, gurita bakar raksasa, hingga pilihan kuliner legendaris seperti Nasi Ayam dan beraneka sate-satean. Tips dari Lensa Jalan, datangnya jangan kemalaman biar nggak kehabisan menu-menu favorit, dan siap-siap bawa perut kosong karena dijamin bakal pengen nyicipin semuanya!
- Lokasi: Jl. Kranggan Dalam Jl. Gg. Warung No.50, Kauman, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang.
- Operasional: Jumat – minggu, 18.00 – 22.00 WIB
- Menu Andalan: Aneka sate-satean dan wedang ronde
4. Warung Makan Mbak Tum – Gudeg Koyor Khas Semarang yang Bikin Ketagihan

Sumber: Joko Susanto
Kalau perut kamu tiba-tiba keroncongan tengah malam di Semarang, Warung Makan Mbak Tum ini bener-bener jadi penyelamat yang paling juara. Suasananya itu tipikal warung tenda pinggir jalan yang super ramai dan antrenya semi-perjuangan, tapi justru di situ letak keseruannya karena benar-benar terasa kulineran malamnya.
Di sini, menu yang wajib banget kamu pesan dan sukses bikin saya ketagihan adalah Nasi Gudeg Koyornya. Kombinasi gudegnya yang nggak terlalu manis berpadu sempurna sama potongan koyor (urat sapi) yang teksturnya super empuk, kenyal, dan lumer di mulut. Biar makin lengkap, jangan lupa minta siraman kuah opor ayamnya yang gurih kental plus sambal goreng kreceknya yang pedas nampol, dijamin suapan pertama langsung bikin merem-melek!
- Lokasi: Jl. Mataram, Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang.
- Operasional: Setiap hari, 17.00 – 02.00 WIB
- Menu Andalan: Gudeg Koyor
5. Toko Oen – Restoran Jadul Penuh Sejarah di Tengah Kota Semarang

Sumber: Oddie Markiano Yulianto
Pas melangkah masuk ke Toko Oen, rasanya kayak langsung dilempar mesin waktu kembali ke zaman kolonial Belanda. Suasananya itu tenang, otentik banget dengan langit-langit tinggi, kursi rotan jadul, dan deretan foto hitam putih di dinding yang bikin nostalgia.
Di sini, menu andalan legendaris yang sempat Lensa Jalan cicipi dan wajib banget kamu coba adalah Es Krim Jadulnya, terutama varian Oen’s Symphony yang teksturnya creamy alami tanpa pengawet, plus ditemani renyahnya kue ganjel rel atau speculaas yang wangi kayumanis. Gak cuma es krim, buat kamu yang pengen makanan berat, bistik lidah sapinya yang super empuk dengan saus gravinya yang gurih asam manis bener-bener juara dan sukses bikin momen nongkrong di Semarang jadi berkesan banget!
- Lokasi: Jl. Pemuda No.52, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang.
- Operasional: Setiap hari, 10.00 – 22.00 WIB
- Menu Andalan: Es krim dan bistik
Kesimpulan
Semarang punya banyak pilihan kuliner yang layak masuk bucket list kamu. Mulai dari suasana makan di atas air ala Kampung Laut, semangkuk soto legendaris di Soto Bangkong, keramaian malam Waroeng Semawis, cita rasa unik Gudeg Koyor Mbak Tum, sampai nostalgia di Toko Oen yang penuh sejarah. Masing-masing punya keunikannya sendiri.
Yang paling penting, jangan lupa selalu cek informasi terkini sebelum datang supaya perjalanan kulinermu berjalan lancar. Selamat makan-makan di Semarang!
FAQ
Beberapa tempat makan ikonik di Semarang yang banyak direkomendasikan antara lain Soto Bangkong yang sudah legendaris sejak 1950-an, Toko Oen dengan suasana kolonialnya, dan Waroeng Semawis sebagai kawasan kuliner malam di Pecinan. Setiap tempat punya keunikan dan cita rasa yang berbeda.
Untuk warung makan seperti Soto Bangkong dan Gudeg Koyor Mbak Tum, datang sebelum jam makan siang biasanya lebih nyaman karena belum terlalu ramai. Untuk Waroeng Semawis, datang di malam hari adalah waktu yang paling tepat karena suasananya memang hidup di malam hari.
Waroeng Semawis umumnya beroperasi di malam hari, namun jadwal dan kondisinya bisa berubah. Sebaiknya cek informasi terbaru melalui media sosial atau Google Maps sebelum datang untuk memastikan kawasan kuliner ini sedang buka.
Gudeg biasa umumnya menggunakan nangka muda sebagai bahan utama, sedangkan gudeg koyor khas Semarang menggunakan koyor yaitu urat atau tendon sapi yang dimasak hingga empuk. Teksturnya lebih kenyal dengan cita rasa gurih manis yang meresap karena proses memasak yang lama.
Toko Oen adalah restoran bersejarah di Semarang yang sudah ada sejak zaman kolonial. Namun karena kondisi operasional bisa berubah, disarankan untuk selalu cek status terbaru melalui Google Maps atau media sosial sebelum berkunjung.
