Infografis 10 tempat sarapan enak dan murah di Bangkok lengkap dengan menu andalan dan kisaran harga makanan dalam Baht.

10 Tempat Sarapan Enak dan Murah di Bangkok

Kamu sedang mencari tempat sarapan di Bangkok yang murah dan enak? Kali ini Lensa Jalan mau bagikan 10 tempat sarapan di Bangkok yang porsinya pas, rasanya enak, dan tentu harganya terjangkau. Dari sarapan ringan sampai berat semua ada di sini. Tanpa berlama-lama, yuk simak daftar di bawah ini:

Rekomendasi 10 Tempat Sarapan Enak dan Murah di Bangkok

1. On Lok Yun (온록윤)

On Lok Yun (온록윤) sarapan khas kopitiam, telur, roti dan sosis panggang, disajikan dengan kopi

Sumber: Ruby Rose

Kalau kamu mau ngerasain sensasi sarapan dengan vibes nostalgia Bangkok tahun 1930an, On Lok Yun wajib banget masuk ke daftar teratas kamu. On Lok Yun menyajikan perpaduan unik antara sarapan gaya Barat dan kultur kopitiam khas Asia Tenggara.

Ada dua jenis hidangan yang wajib banget kamu pesan saat berkunjung ke sini:

  • Roti Kukus dengan Srikaya (Steamed Bread with Kaya Dip): Ini menu juara utama! Rotinya sangat lembut dan disajikan hangat. Saus srikaya berwarna oranye khas Thailand, teksturnya kental, gurih, dan manisnya pas tanpa bikin enek.
  • Set Sarapan Telur & Sosis (All in One Egg Set): Kamu bisa pilih telur mata sapi atau scrambled egg, disajikan lengkap dengan sosis, ham, bacon, dan Chinese sausage (lap Cheong) yang gurih manis.
  • Kopi atau Teh Tarik Khas On Lok Yun: Kopi hitam atau teh Thai hangat mereka punya aroma sangrai yang kuat dan manis creamy dari susu kental manis.

Rata-rata menu makanan dan minuman di sini dibanderol mulai dari 30 – 90 Baht saja (sekitar Rp16.000 – Rp50.000 per porsi). Dengan bawa modal 100 – 150 Baht, di jamin kamu akan kenyang. Pastikan kamu membawa uang tunai, karena mereka belum menerima pembayaran digital.

Lokasi & Jam Buka

2. Jok Prince (ร้านโจ๊กปริ้นซ์)

Jok Prince (ร้านโจ๊กปริ้นซ์), bubur dengan toping

Sumber: Hiroshi Ishizeki

Jok Prince adalah dkedai legendaris di kawasan Bang Rak ini sudah terkenal di kalangan foodie dunia bahkan berhasil mengantongi penghargaan Michelin Bib Gourmand selama bertahun-tahun. Alasan utama tempat ini selalu ramai adalah karena aroma smoky yang khas pada buburnya, hasil dari teknik memasak tradisional dengan arang. Tekstur buburnya sangat halus, kental, dan kaya rasa.

Meskipun menunya sederhana, setiap gigitan di sini benar-benar memanjakan lidah. Berikut menu rekomendasi di Jok Prince:

  • Jok Moo (Bubur Babi dengan Bakso Daging): Bubur halus disajikan dengan bakso daging cincang berukuran besar yang kenyal, gurih, dan juicy. Kamu bisa tambah telur setengah matang (soft boiled egg) atau telur pitan (century egg) untuk tekstur yang lebih creamy.
  • Jeroan Lengkap (With Offal): Kalau kamu suka jeroan, wajib coba opsi tambahan hati atau usus yang diolah bersih tanpa bau amis.
  • Patongko (Cakwe Thailand): Jangan lupa pesan adonan goreng renyah ini buat dicelupkan langsung ke dalam bubur hangatmu.

Satu porsi bubur melimpah di sini dibanderol mulai dari 50 – 70 Baht saja (sekitar Rp26.000 – Rp42.000, tergantung topping dan jenis telur yang kamu pilih). Kedai ini menyajikan olahan daging babi (non halal). Bagi kamu yang mencari kuliner halal, bisa skip tempat ini dan memilih opsi kedai sarapan halal lainnya di Bangkok ya! Sediakan uang tunai, karena mereka tidak menerima pembayaran digital.

Lokasi & Jam Buka

  • Alamat: 1391 Charoen Krung Rd, Silom, Bang Rak, Bangkok (Hanya berjarak sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun BTS Saphan Taksin).
  • Jam Operasional: Setiap hari, terbagi menjadi 2 sesi:
    • Sesi Pagi: 06.00 – 13.00 waktu setempat
    • Sesi Sore atau Malam: 15.00 – 03.00 waktu setempat

3. Kope Hya Tai Kee (กาแฟเฮียไท้กี)

Go-Ang Pratunam Chicken Rice sarapan khas kopitiam di thailand

Sumber: Puck Lin

Kalau kamu pengin merasakan sarapan bergaya kopitiam klasik khas Thailand dengan resep yang diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari 70 tahun, Kope Hya Tai Kee adalah tempat yang tepat. Berdiri sejak tahun 1952, kedai ini menawarkan suasana retro yang kental lengkap dengan meja kayu bulat, dekorasi vintage, dan aroma racikan kopi tua yang khas.

Menu di sini memadukan gaya sarapan ala Barat (Western breakfast) dengan sentuhan lokal Thailand:

  • Kai Pan (Pan-Fried Eggs atau Telur Wajan): Menu sarapan paling ikonik di sini! Dua butir telur mata sapi yang dimasak dalam wajan kecil, diberi topping daging cincang gurih, sosis, dan ham. Dimakan hangat-hangat bersama roti panggang mentega.
  • Kopi Tradisional Kope (Thai Classic Coffee): Kopi racikan legendaris yang dibuat dari biji kopi sangrai lokal khas Thailand. Rasa kopinya pekat, bold, dan makin nikmat kalau kamu pesan varian es kopi manis dengan susu kental manis (Oengyee atau Cha Yen).
  • Roti Panggang Srikaya & Mentega: Cocok buat kamu yang suka sarapan manis. Rotinya renyah di luar tapi lembut di dalam dengan rasa mentega gurih yang melimpah.

Harga menu di sini sangat terjangkau untuk ukuran porsi yang tidak sedikit, berkisar antara 50 – 120 Baht (sekitar Rp26.000 – Rp64.000) per porsi atau minuman. Karena lokasinya dekat dengan objek wisata ikonik seperti Giant Swing dan Wat Suthat, kamu bisa menjadikan Kope Hya Tai Kee sebagai stop pertama sebelum lanjut jalan-jalan santai di area Phra Nakhon!

Lokasi & Jam Buka

  • Alamat: 37 Siri Phong Rd, Samran Rat, Phra Nakhon, Bangkok (Terletak dekat dengan Sao Chingcha atau The Giant Swing dan Wat Suthat, bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 10 – 12 menit dari MRT Sam Yot).
  • Jam Operasional: Setiap hari, pukul 07.00 – 20.00 waktu setempat.

4. Go-Ang Pratunam Chicken Rice

Go-Ang Pratunam Chicken Rice nasi ayam hainan khas thailand

Sumber: Nia wahyuni

Belum lengkap rasanya ke Bangkok kalau belum mencicipi nasi ayam Hainan khas Go-Ang Pratunam Chicken Rice. Kedai yang berdiri sejak tahun 1960 ini sangat ikonik dengan para stafnya yang selalu mengenakan seragam berwarna merah muda. Tidak heran jika kedai ini sering disebut sebagai “Pink Chicken Rice” dan sukses meraih Michelin Bib Gourmand selama bertahun-tahun.

Meskipun menunya terkesan sederhana, tapi rasanya “mewah”. Berikut menu rekomendasi dari Lensa Jalan yang patut kamu coba:

  • Khao Man Gai (Nasi Ayam Hainan): Nasi matangnya dimasak dengan kaldu ayam, bawang putih, dan rempah hingga rasanya gurih beraroma. Potongan daging ayam paha atau dadanya sangat lembut.
  • Saus Cocolan Khas Go-Ang: Ini yang bikin beda! Saus cabai hijau dengan campuran kedelai hitam, jahe, dan irisan cabai rawit yang memberikan sensasi pedas, asam, dan gurih yang meledak di lidah.
  • Sup Kaldu Labu (Melon Soup): Setiap porsi nasi ayam disajikan dengan semangkuk sup kaldu hangat yang bening dan segar, sangat cocok untuk menetralisir rasa gurih.

Satu porsi Khao Man Gai ukuran standar dibanderol sekitar 50 – 60 Baht saja (sekitar Rp26.000 – Rp32.000). Kalau datang beramai-ramai, kamu juga bisa pesan ayam satu piring besar seharga 120 – 50 Baht. Kedai ini menggunakan bahan dasar utama daging ayam dan tidak menyajikan daging babi, tetapi kedai ini belum memiliki sertifikasi halal resmi. Kamu yang mencari opsi strictly certified halal bisa mempertimbangkan hal ini ya.

Lokasi & Jam Buka

5. Rung Rueang Pork Noodles

Rung Rueang Pork Noodles, bubur dengan topping babi cincang dan bakso

Sumber: MS

Rung Rueang Pork Noodles adalah tempat sarapan mi hangat dengan cita rasa lokal yang berhasil menjadi juara di masyarakat lokal. Kedai olahan mi babi legendaris di kawasan Phrom Phong ini sudah berjualan sejak tahun 1965 dan konsisten menyabet penghargaan Michelin Bib Gourmand karena kelezatan resep keluarga yang tak pernah berubah.

Racikan kaldu dagingnya sangat kaya rasa, proses penyajiannya kilat, dan lokasinya berada di tengah kawasan Sukhumvit yang strategis. Cocok banget buat kamu yang mencari sarapan berat bercita rasa gurih pedas sebelum menjelajahi pusat kota. Kuliner khas Thailand satu ini wajib banget di masukan dalam itinerary kamu.

Cara pesan di sini cukup unik karena kamu bisa memilih jenis mi, kuah, dan topping sesuai selera, dan ini pilihan Lensa Jalan:

  • Tom Yum Pork Noodles (Kuah atau Dry): Kuah Tom Yum di sini dibuat dari kaldu daging yang gurih dengan perasan jeruk nipis segar, cabai bubuk, dan kacang tanah sangrai yang digiling halus. Rasanya gurih, pedas, asam, dan sedikit manis.
  • Topping Daging Cincang & Bakso Ikan: Mangkokmu akan diisi melimpah dengan daging babi cincang yang juicy, irisan daging empuk, bakso babi, serta bakso ikan (fish cake) yang renyah dan tidak amis sama sekali.
  • Kulit Ikan Goreng Renyah (Fried Fish Skin): Extra side dish wajib! Kulit ikan goreng renyah yang bisa kamu jadikan kerupuk pelengkap saat menikmati mi.

Harganya mulai dari 60 – 80 Bath tergantung ukuran mangkuk ((sekitar Rp32.000 – Rp43.000) . Kedai ini mengolah hidangan berbahan dasar daging babi (non halal). Bagi kamu yang mencari kuliner halal, bisa melewati tempat ini dan memilih opsi sarapan halal lainnya di Bangkok ya!

Lokasi & Jam Buka

6. Langkasuka Fried Chicken (Halal)

Langkasuka Fried Chicken ayam goreng khas thailand selatan

Sumber: Arif Islamil

Buat kamu traveler Muslim yang mencari tempat sarapan gurih, lezat, dan dijamin halal di Bangkok, Langkasuka Fried Chicken wajib masuk dalam list kulineran kamu. Kedai lokal yang menyajikan kuliner khas Thailand Selatan (Southern Thai Style) ini sangat populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan karena kelezatan ayam goreng rempahnya yang otentik ala Thailand Selatan (Gai Tod Hat Yai). Marinasi rempahnya meresap hingga ke dalam daging, teksturnya renyah di luar tapi tetap juicy di dalam, dan selalu disajikan hangat bersama taburan bawang goreng yang melimpah.

Kombinasi menu di sini simpel tapi dijamin bikin ketagihan, Lensa Jalan rekomendasikan untuk memesan menu berikut:

  • Ayam Goreng Rempah (Gai Tod): Kamu bisa pilih bagian paha, dada, atau kepakan. Kulitnya sangat renyah dengan aroma ketumbar, jinten, dan bawang putih yang kuat.
  • Sticky Rice (Ketan Hangat): Di Thailand, makan ayam goreng porsi pagi paling pas dipadukan dengan ketan (sticky rice) hangat yang dibungkus daun pisang, bukan nasi biasa!
  • Taburan Bawang Goreng & Saus Pedas Manis: Setiap porsi akan ditaburi bawang merah goreng renyah yang melimpah dan disajikan dengan saus cocolan khas Thailand yang rasanya manis, gurih, dan sedikit pedas.

Potongan ayam goreng dibanderol mulai dari 30 – 50 Baht (sekitar Rp16.000 – Rp27.000) per potong, sedangkan satu porsi ketan hangat hanya sekitar 5 – 10 Baht saja. Sarapan kenyang di sini tak sampai habis Rp30.000! Kedai ini dikelola oleh komunitas Muslim lokal Thailand, menggunakan bahan-bahan berlabel halal, dan 100% ramah untuk wisatawan Muslim (Halal friendly).

Lokasi & Jam Buka

7. Pa Tong Go (Gerobak Cakwe Thailand)

Pa Tong Go cakwe khas thailand

Sumber: ChaCha Peach

Pa Tong Go cocok buat kamu yang ingin sarapan manis gurih namun ringan dan bisa dinikmati sambil jalan. Berada di kawasan Banglamphu (dekat Khao San Road), kedai ini sudah legendaris sejak era 1960an dan sering kali masuk ke dalam rekomendasi Michelin Guide untuk kategori kuliner jalanan khas Bangkok.

Pa Tong Go adalah sebutan lokal Thailand untuk gorengan adonan tepung khas Tionghoa yang mirip cakwe atau roti goreng. Bedanya, di kedai ini adonan cakwenya diolah dengan dua cara, digoreng hingga crispy, lalu dipanggang di atas arang (grilled) untuk mengurangi kadar minyak berlebih dan memberikan aroma sangrai yang khas.

Ini yang Lensa Jalan pesan, dan bisa kamu coba:

  • Pa Tong Go Yaang (Cakwe Panggang): Bagian luarnya renyah (garing), tekstur dalamnya sangat lembut dan kenyal, dengan aroma smoky yang samar hasil pemanggangan.
  • Saus Cocolan Sangkhaya (Pandan Kaya Dip): Pasangan wajib cakwe! Saus srikaya pandan berwarna hijau cerah ini teksturnya halus, creamy, dengan rasa manis yang lembut dan wangi pandan alami.
  • Varian Topping Modern: Selain saus pandan, kamu juga bisa minta topping susu kental manis, cokelat, atau es krim vanilla di atas cakwe hangatmu!
  • Susu Kedelai Hangat (Tofu Milk atau Nam Tao Hoo): Minuman pelengkap sarapan tradisional yang segar dan menyehatkan di pagi hari.

Satu porsi isi 4 – 6 potong cakwe panggang lengkap dengan saus srikaya dibanderol sekitar 40 – 60 Baht saja (sekitar Rp22.000 – Rp32.000). Kedai ini pada dasarnya hanya menjual adonan gorengan tepung, minyak nabati, dan saus manis (bebas daging atau babi). Banyak wisatawan Muslim menikmati kuliner ini, namun kedai ini belum memiliki sertifikasi halal resmi.

Lokasi & Jam Buka

8. Charoen Saeng Silom

nasi dengan daging babi kuah

Sumber: Koony

Charoen Saeng Silom adalah kedai legendaris yang beroperasi sejak tahun 1959 ini memegang predikat Michelin Bib Gourmand berturut-turut berkat keahlian mereka dalam mengolah paha babi (stewed pork knuckle) dengan resep rahasia keluarga. Charoen Saeng Silom menyajikan Khao Kha Moo (nasi paha babi ungkep) paling lembut di seluruh Bangkok. Dagingnya dimasak perlahan bersama rempah herbal khas Tionghoa dan kecap manis pekat selama berjam-jam hingga bumbunya meresap sempurna.

Menu di sini berfokus pada variasi potongan daging paha babi ungkep yang disajikan bersama kuah rempah kental gurih. Ini menu rekomendasi dari Lensa Jalan:

  • Pork Knuckle (Paha Utuh atau Potongan): Kamu bisa pesan porsi paha babi utuh buat makan ramai-ramai atau potongan porsi individu. Dagingnya sangat empuk, gurih, dan ada rasa manis halus dari kaldu rempahnya.
  • Pork Trotters atau Knuckles Soft Bones (Kaki & Tulang Muda): Buat kamu yang suka tekstur kenyal dan kaya kolagen, bagian kaki dan tulang muda babi di sini diolah sangat bersih dan tidak amis.
  • Saus Cabai Asam Pedas: Kunci kenikmatannya ada pada saus cocolan cabai hijau mentah dengan cuka dan bawang putih. Rasa asam pedasnya sangat pas untuk menyeimbangkan rasa gurih lemak daging babi.

Kisaran harga untuk daging potong sekitar 60 – 100 Baht (sekitar Rp32.000 – Rp53.000), dan untuk paha utuh besar sekitar 160 – 320 Baht (sekitar Rp85.000 – Rp170.000). Kedai ini mengolah hidangan berbahan dasar daging babi (non halal). Bagi kamu traveler Muslim yang mencari tempat sarapan halal, bisa skip tempat ini dan memilih opsi kuliner halal lainnya di Bangkok ya!

Lokasi & Jam Buka

  • Alamat: 492/6 Soi Charoen Krung 49, Suriya Wong, Bang Rak, Bangkok (Terletak di dalam gang kecil dekat Silom Road, hanya berjarak 7 – 10 menit jalan kaki dari Stasiun BTS Saphan Taksin atau BTS Surasak).
  • Jam Operasional: Setiap hari, pukul 07.00 – 13.00 waktu setempat (Bisa tutup lebih cepat kalau dagangan sudah habis!).

9. Pier 21 Food Court (Terminal 21 Asok)

food court pier 21 di bangkok

Sumber: Danny Lin

Kalau kamu tipe traveler yang ingin sarapan dengan pilihan menu yang beragam, tempat yang bersih, ber AC, tapi tetap dengan harga street food, Pier 21 Food Court adalah jawabannya. Berada di lantai 5 mall Terminal 21 Asok, food court ini sangat terkenal di kalangan wisatawan dan expat karena harganya yang murahnya “kebangetan” untuk ukuran pusat perbelanjaan mewah di Bangkok.

Hampir semua kuliner khas Thailand bisa kamu temukan di sini, namun beberapa menu sarapan favorit yang wajib kamu coba antara lain:

  • Mango Sticky Rice (Ketan Mangga): Ini adalah salah satu mango sticky rice paling murah dan paling enak di Bangkok! Mangga manis segar disajikan di atas ketan hangat bersantan gurih.
  • Pad Thai & Kuay Teow (Mi Goreng & Mi Kuah): Kamu bisa memesan Pad Thai udang segar yang dimasak langsung (live cooking) atau mi kuah daging hangat dengan kaldu yang kaya rasa.
  • Nasi Ayam Hainan atau Nasi Bebas Daging Babi: Ada berbagai booth yang menyajikan Khao Man Gai (nasi ayam) hingga seafood, serta beberapa penjual yang menyediakan opsi vegetarian dan tanpa daging babi.
  • Smoothies Buah Segar & Thai Tea: Penutup sarapan yang pas! Jus buah naga, mangga, atau Thai Milk Tea manis dingin dengan porsi besar.

Di sini kamu harus menukarkan uang tunai dengan kartu isi ulang di kasir Pier 21 sebelum membeli makanan. Sisa saldo di kartu bisa ditarik kembali 100%. Pier 21 memiliki puluhan booth berbeda. Sebagian booth menyajikan olahan babi (non halal), namun ada juga booth bersertifikasi halal atau penjual hidangan seafood atau vegetarian. Pastikan kamu mengecek logo halal atau bertanya kepada penjual sebelum memesan ya!

Untuk kisaran harga, makanan berat sekitar 30 – 50 Baht (sekitar Rp16.000 – Rp27.000). Mango sticky rice harganya 35 – 70 Baht (sekitar Rp19.000 – Rp37.000), dan aneka minuman kisaran 25 – 40 Baht (sekitar Rp13.000 – Rp21.000)

Lokasi & Jam Buka

10. Kor Panich (กอร์พานิช)

manggo sticky rice khas thailand, ketan dengan mangga

Sumber: とーすー

Kalau kamu tipe traveler yang lebih suka sarapan manis atau butuh camilan pembuka pagi sebelum sightseeing, Kor Panich adalah tempat yang wajib kamu datangi. Kedai kecil ini dikenal sebagai salah satu pembuat Mango Sticky Rice terbaik di Bangkok dan secara konsisten meraih penghargaan Michelin Bib Gourmand.

Satu porsi mango sticky rice di sini disajikan dengan kombinasi bahan terbaik yang bikin nagih. Ini yang Lensa Jalan pesan:

  • Khao Niew Mamuang (Mango Sticky Rice): Beras ketannya dimasak sempurna, lembut, kenyal, dan berkilau. Disiram santan kental gurih, lalu ditaburi kacang kedelai kuning renyah (mung beans). Dipadukan dengan irisan mangga manis Nam Dok Mai atau Ok Rhong yang sangat juicy dan tanpa serat.
  • Ketan Topping Lain (Sangkhaya & Fish Powder): Selain mangga, kamu juga bisa coba ketan dengan topping srikaya telur khas Thailand yang manis atau dried fish powder (abon ikan gurih manis) yang otentik.

Satu porsi Mango Sticky Rice lengkap dibanderol sekitar 100 – 125 Baht (sekitar Rp53.000 – Rp66.000). Kamu juga bisa beli beras ketan manisnya saja per kilo untuk dibawa pulang. Kedai ini menyajikan sajian berbasis olahan beras ketan, buah mangga, santan, gula, dan telur (vegetarian atau plant-based friendly & tanpa bahan babi). Meskipun belum memiliki sertifikasi halal resmi, menu di sini umumnya aman dinikmati wisatawan Muslim.

Lokasi & Jam Buka

  • Alamat: 431 Tanao Rd, San Chao Pho Suea, Phra Nakhon, Bangkok (Berada di area Kota Tua atau Old City, hanya berjalan kaki sekitar 8 – 10 menit dari MRT Sam Yot atau Grand Palace).
  • Jam Operasional: Senin – Sabtu, pukul 07.00 – 17.00 waktu setempat (Tutup setiap hari Minggu).

Berikut draf lengkap untuk bagian H2 “Yang Harus Dipersiapkan Saat Sarapan di Bangkok” yang terstruktur rapi, santai, informatif, dioptimalkan untuk SEO, serta ramah AI Overview (Featured Snippet friendly).

Yang Harus Dipersiapkan Saat Sarapan di Bangkok

Biar berburu street food dan kuliner pagi kamu di Bangkok berjalan lancar tanpa kendala, ada beberapa hal penting yang wajib kamu siapkan sebelum berangkat:

  1. Uang Tunai Pecahan Kecil (Baht): Sebagian besar kedai sarapan legendaris dan warung street food di Bangkok hanya menerima pembayaran tunai (cash only). Pastikan kamu selalu membawa uang kertas Baht pecahan kecil seperti 20, 50, dan 100 Baht agar memudahkan proses transaksi.
  2. Berangkat Lebih Pagi: Kedai populer seperti Charoen Saeng Silom atau Jok Prince sering kali sudah dipadati antrean sejak pukul 07.00 pagi dan stok menu favorit mereka bisa habis sebelum jam makan siang. Datang antara pukul 06.30 – 08.00 pagi adalah waktu terbaik untuk menghindari antrean panjang.
  3. Aplikasi Navigasi & Bahasa (Google Maps & Translate): Banyak kedai lokal tersembunyi di dalam gang (soi) kecil. Gunakan Google Maps untuk memantau rute terdekat lewat BTS, MRT, atau perahu sungai. Selain itu, siapkan aplikasi Google Translate untuk membaca menu lokal atau berkomunikasi dengan penjual yang tidak fasih berbahasa Inggris.
  4. Cek Status Sertifikasi Halal atau Komposisi Makanan: Bagi wisatawan Muslim, perhatikan baik-baik opsi menu yang ditawarkan. Kuliner Thailand kerap menggunakan olahan daging babi (pork) atau minyak babi (lard). Jika kedai belum memiliki sertifikasi halal resmi, kamu bisa memastikan pesanan dengan frasa lokal seperti “Mai Sai Moo” (tidak pakai babi).
  5. Tisu Basah dan Pembersih Tangan (Hand Sanitizer): Kedai street food tradisional atau kedai kopitiam lama di Bangkok umumnya tidak menyediakan fasilitas wastafel atau tisu yang melimpah di area meja. Selalu sediakan tisu basah dan hand sanitizer sendiri di dalam tas kamu.

Berikut draf lengkap untuk bagian H2 Tabel Bahasa Thailand yang terstruktur rapi, sangat praktis bagi wisatawan Indonesia, ramah SEO, dan mudah dipahami oleh sistem AI Overview.

Panduan Bahasa Thailand Praktis untuk Pesan Makanan

Biar momen sarapan kamu di Bangkok makin lancar, berikut adalah beberapa frasa penting bahasa Thailand yang paling sering digunakan saat memesan makanan, menanyakan status halal, hingga mengucapkan terima kasih. Masyarakat Thailand biasa menambahkan kata sopan di akhir kalimat. Gunakan kata “Khab” (ครับ) jika kamu laki-laki, dan “Kha” (ค่ะ) jika kamu perempuan.

Situasi / KebutuhanBahasa IndonesiaBahasa Thailand (Aksara)Cara Bacanya (Panduan Suara)
Menanyakan HalalApakah makanan ini halal?มีฮาลาลไหมMee ha-lan mai?
Menanyakan BabiApakah ini mengandung babi?มีหมูไหมMee moo mai?
Minta Tanpa BabiJangan pakai babi ya.ไม่ใส่หมูMai sai moo
Minta Tanpa DagingJangan pakai daging (Vegetarian).ไม่ใส่เนื้อ / มังสวิรัติMai sai nuea / Mang-sa-wi-rat
Tingkat PedasJangan pedas atau Tidak pedas.ไม่เผ็ดMai phet
Tingkat PedasPedas sedikit saja.เผ็ดน้อยPhet noi
Memesan MenuSaya mau pesan menu ini 1 porsi.เอาอันนี้หนึ่งจานAo an-nee nueng jan
Minta BungkusMinta dibungkus ya (Takeaway).ใส่ถุง / กลับบ้านSai thung / Klab baan
Minta Bil / NotaMinta hitung berapa harganya.เช็คบิลด้วยCheck bill duay
Ucapan SopanTerima kasih!ขอบคุณKhob khun khab (pria) / Khob khun kha (wanita)
Ucapan SopanPermisi / Maaf.ขอโทษKho thot khab/kha

Kalau penjualnya tidak bisa bahasa Inggris sama sekali, kamu cukup tunjukkan tulisan aksara Thailand di atas beserta foto menu yang ingin kamu beli dari ponselmu. Kamu juga bisa menyebut kata “Ao an-nee” (Saya mau yang ini) sambil menunjuk menu atau gambar dan mengacungkan jumlah jari adalah cara paling ampuh yang dipahami semua penjual street food di Bangkok!

FAQ

Apa makanan sarapan paling umum bagi warga lokal Bangkok?

Warga lokal Bangkok biasanya menyalap makanan cepat dan hangat seperti Jok (bubur nasi), Pa Tong Go (cakwe) dengan susu kedelai, Khao Man Gai (nasi ayam), atau ketan dengan daging babi panggang (Moo Ping).

Berapa rata-rata biaya sarapan murah di Bangkok?

Biaya sarapan street food atau kedai lokal di Bangkok berkisar antara 30 hingga 80 THB (sekitar Rp13.000 – Rp35.000) per porsi, sudah termasuk porsi kenyang.

Di mana mencari tempat sarapan Halal di Bangkok?

Tempat sarapan Halal paling mudah ditemukan di area Ratchathewi (sekitar Soi Phetchaburi 5, 7, dan 10) serta area perbelanjaan Pratunam.

Sudah siap menjelajah kuliner pagi di Bangkok? Kalau kamu baru pertama kali ke Thailand dan mengunjungi Bangkok, jangan lupa selalu jadikan Lensa Jalan teman jalanmu ya!

About the author

Dulunya suka travelling backpacker, sekrang suka liburan bersama keluarga

Leave a Reply

Proceed Booking